Home » Wisuda 1.096 Mahasiswa, Rektor UAD : Lulusan Harus Adaptif dan Siap Hadapi Persaingan Global

Wisuda 1.096 Mahasiswa, Rektor UAD : Lulusan Harus Adaptif dan Siap Hadapi Persaingan Global

Universitas Ahmad Dahlan menggelar Wisuda Blended Periode III Tahun Akademik 2025/2026, di Jogja Expo Center, Sabtu (9/5/2026). (prosa/ken).

PROSA.ID, Yogyakarta – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menggelar Wisuda Blended Periode III Tahun Akademik 2025/2026 dengan meluluskan 1.096 wisudawan dari berbagai jenjang pendidikan, di Jogja Expo Center, Sabtu (9/5/2026).

Pelaksanaan wisuda dilakukan secara blended atau gabungan daring dan luring. Sebanyak 1.080 wisudawan mengikuti prosesi secara langsung, sementara 16 lainnya mengikuti secara daring.

Dari total lulusan, sebanyak 924 wisudawan berasal dari program sarjana (S1), 11 wisudawan diploma empat (D4), 157 wisudawan magister (S2), dan 4 wisudawan doktor (S3). UAD juga mencatat 790 lulusan meraih predikat cumlaude.

Dalam momentum tersebut, Rektor UAD, Prof. Muchlas menegaskan, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan awal tanggung jawab baru sebagai insan terdidik di tengah masyarakat.

“Hari ini bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda lahirnya tanggung jawab baru sebagai insan terdidik yang akan mengabdikan ilmu untuk kemajuan masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” katanya.

Prof.Muchlas turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh wisudawan yang berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi setelah melalui proses panjang penuh perjuangan.

Ia menyebut, perjalanan pendidikan tinggi tidak selalu mudah. Banyak mahasiswa harus melewati kerja keras, pengorbanan, hingga kegagalan sebelum akhirnya berhasil menyelesaikan studi.

“Ketekunan, disiplin, dan doa mampu mengantarkan saudara mencapai salah satu tonggak penting dalam kehidupan,” jelasnya.

Selain memberikan selamat kepada para lulusan, Muchlas juga menyampaikan penghargaan kepada orang tua dan keluarga wisudawan yang dinilai memiliki peran besar dalam keberhasilan pendidikan mahasiswa.

“Ini tidak lepas dari dukungan doa, moral, pengorbanan, dan cinta yang tulus yang terus mengiringi langkah wisudawan,” ujarnya.

UAD Klaim Jadi PTS Unggul dalam Riset dan Prestasi Mahasiswa

Dalam kesempatan itu, Prof. Muchlas memaparkan sejumlah capaian terbaru UAD pada 2026. Ia mengklaim, UAD berhasil menempati peringkat kedua perguruan tinggi swasta terbaik di Indonesia dalam kategori kualitas riset.

Tak hanya itu, UAD juga disebut menjadi perguruan tinggi swasta nomor satu di DIY dan peringkat tiga nasional dalam kategori serapan riset industri tertinggi.

“Ini menunjukkan riset-riset UAD benar-benar memberikan manfaat bagi industri dan masyarakat,” ungkapnya.

Di samping itu, UAD juga meraih peringkat pertama nasional dalam pendanaan penelitian multidisiplin lanjutan dari Kemendikbud serta menjadi PTS dengan jumlah peneliti terbanyak pada 2026.

Di bidang kemahasiswaan, UAD turut mencatat sejumlah prestasi membanggakan, mulai dari juara kompetisi tingkat wilayah hingga internasional.

“Baru-baru ini mahasiswa UAD memperoleh juara satu desain tingkat internasional yang diselenggarakan di Qatar, Timur Tengah,” tandasnya.

Mayoritas Program Studi UAD Sudah Terakreditasi Unggul

Prof. Muchlas juga mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 67 persen dari total 60 program studi di UAD telah meraih akreditasi unggul.

Bahkan enam program studi di antaranya telah memperoleh akreditasi internasional.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti konsistensi UAD dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi.

Ia pun meminta para lulusan untuk terus menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan integritas, kemampuan beradaptasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga kreativitas, kemampuan berkolaborasi, komunikasi, dan karakter yang kuat,” tegas Muchlas.

Ia berharap, para wisudawan mampu menjadi generasi pembelajar sepanjang hayat yang terus berkembang dan mampu menciptakan peluang di tengah perubahan zaman dan persaingan global.

“Perubahan teknologi berkembang sangat cepat yang mengubah banyak bidang pekerjaan. Persaingan global semakin terbuka, oleh karena itu  lulusan juga diharapkan dapat membuka peluang dan berani bertumbuh,” pungkasnya. (Ken).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *