PROSA.ID, Yogyakarta – Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X meminta Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) memberi perhatian serius pada psikologi kebencanaan.
Sri Sultan menyampaikan hal itu saat menerima audiensi HIMPSI di Gedhong Wilis, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Jumat (8/5/2026).
Ketua Umum PP HIMPSI, Andik Matulessy mengatakan, audiensi tersebut membahas Kongres ke-15 HIMPSI.
HIMPSI mengundang Sri Sultan menjadi pembicara kunci dalam kongres nasional tersebut.
Kongres HIMPSI akan berlangsung di Yogyakarta pada 15–18 Oktober 2026.
Andik menyebut Sri Sultan menyoroti pentingnya psikologi dalam penanganan bencana.
Menurutnya, Indonesia membutuhkan pendekatan psikologi karena sering menghadapi berbagai bencana alam.
“Salah satu saran Ngarsa Dalem adalah bagaimana psikologi berperan dalam konteks kebencanaan,” ujar Andik.
Sri Sultan juga menilai DIY memiliki pengalaman penting dalam penanganan psikologi pascabencana.
Pengalaman Pemda DIY dinilai bisa menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia.
“Jogja sudah memberikan gambaran bagaimana menyelesaikan persoalan psikologi kebencanaan,” katanya.
Selain kebencanaan, Sri Sultan juga menyoroti ketangguhan mental masyarakat.
Ia meminta HIMPSI membantu meningkatkan motivasi masyarakat, khususnya di wilayah Indonesia timur.
“Kami diminta meningkatkan motivasi dan produktivitas masyarakat di wilayah timur,” jelas Andik.
Kongres HIMPSI tahun ini mengangkat tema keberagaman dan ketangguhan bangsa.
HIMPSI ingin memperkuat peran psikologi dalam menghadapi persaingan global.
Menurut Andik, keberagaman menjadi kekuatan penting bagi Indonesia.
Ia menilai, pendekatan psikologi dapat membantu memperkuat persatuan masyarakat.
Kongres tersebut akan dihadiri 37 pengurus wilayah HIMPSI dari seluruh Indonesia.
Sebanyak 22 asosiasi psikologi nasional juga akan mengikuti kegiatan itu.
HIMPSI turut mengundang delegasi psikologi dari Amerika Serikat, ASEAN, BRICS, dan Asia Pasifik.
“Harapannya kongres nanti bisa memperkuat kontribusi psikologi bagi pembangunan bangsa,” pungkas Andik. (Ken).
