Home » Sultan HB X Ajak Alumni Jesuit Dunia Bangun Kepemimpinan Berbasis Nurani dari Yogyakarta

Sultan HB X Ajak Alumni Jesuit Dunia Bangun Kepemimpinan Berbasis Nurani dari Yogyakarta

Gubernur DIY, Sri Sultan HB X membuka World Union of Jesuit Alumni (WUJA) Congress XI di Yogyakarta, Kamis (30/7/2026). (istimewa).

PROSA.ID, Yogyakarta –  Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengajak para alumni Jesuit dari berbagai negara membangun kepemimpinan yang berpijak pada nurani, pengabdian, dan persaudaraan.

Pesan itu disampaikan saat membuka World Union of Jesuit Alumni (WUJA) Congress XI di Yogyakarta, Kamis (30/7/2026).

Sultan menegaskan, Yogyakarta memiliki hubungan panjang dengan pendidikan Jesuit.

Kehadiran lembaga pendidikan seperti Kanisius, Kolese De Britto, hingga Universitas Sanata Dharma telah melahirkan banyak generasi yang berkiprah di berbagai bidang kehidupan.

Menurut Sultan, jejak tersebut menjadikan Yogyakarta bukan sekadar lokasi penyelenggaraan kongres, tetapi juga ruang yang sarat nilai pendidikan, kemanusiaan, dan pelayanan.

Yogyakarta Bukan Sekadar Tuan Rumah

Dalam sambutannya, Sultan menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah bagi WUJA Congress XI memiliki makna lebih dari sekadar menyambut tamu.

Sultan menilai, dalam budaya Jawa, tamu merupakan ‘titipan rasa’ yang membawa pengalaman, harapan, dan doa.

Karena itu, menerima tamu berarti membuka ruang bagi persaudaraan untuk saling mendengar, memahami, dan menemukan tujuan bersama.

Kongres ini juga memiliki makna historis karena berlangsung ketika organisasi alumni Jesuit dunia memasuki usia 70 tahun sejak berdiri pada 1956.

Tahun ini, Yogyakarta dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan kongres ke-11 tersebut.

Kepemimpinan Harus Memiliki Tujuan dan Kepekaan

Mengangkat tema ‘United in Spirit, Leading with Purpose’, Sultan mengaitkan semangat kongres dengan falsafah Jawa dalam Serat Sastra Gendhing.

Sultan menjelaskan, makna dan irama harus berjalan beriringan agar melahirkan harmoni.

Menurut Sultan, persatuan bukan berarti menyeragamkan perbedaan, melainkan kesediaan mendengar berbagai pandangan.

Sementara itu, kepemimpinan harus memiliki arah yang jelas, berlandaskan nilai, dan diwujudkan melalui pengabdian kepada masyarakat.

“Dunia modern dipenuhi berbagai suara, tetapi sering kehilangan keheningan yang mampu menuntun hati nurani,” jelas Sultan.

Sultan menyebut, seorang pemimpin tidak cukup hanya lantang berbicara, tetapi juga harus mampu mendengar suara yang lemah.

“Selain itu juga harus mampu mempertimbangkan berbagai kepentingan, dan memastikan kekuasaan tetap memiliki rasa kemanusiaan,” ungkap Sultan.

Kepemimpinan Berawal dari Introspeksi

Dalam pidatonya, Sultan mengutip berbagai tokoh dan nilai lintas budaya, mulai dari Jalaluddin Rumi, Nelson Mandela, Socrates, hingga ajaran Jawa dan tradisi Ignatian.

Seluruh rujukan itu mengarah pada satu pesan bahwa kepemimpinan sejati lahir dari keberanian mengendalikan diri, melakukan refleksi, dan memilih jalan pengabdian, meski tidak selalu mudah atau populer.

Sultan juga mengaitkan nilai tersebut dengan filosofi Hamemayu Hayuning Bawana, yakni memuliakan kehidupan, menjaga keindahan ciptaan, dan menghadirkan keselamatan bagi sesama.

“Dalam tradisi Ignatian, nilai itu diwujudkan melalui kemampuan membedakan dorongan ambisi pribadi dengan panggilan untuk melayani,” kata Sultan.

Harap Kongres Melahirkan Persaudaraan Baru

Menutup sambutannya, Sultan berharap WUJA Congress XI menjadi ruang refleksi bersama bagi alumni Jesuit dunia untuk memperkuat ilmu, iman, dan pengabdian kepada kemanusiaan.

Perjumpaan di Yogyakarta, lanjut Sultan, tidak berhenti ketika kongres usai, tetapi melahirkan keberanian baru dalam membangun persaudaraan di tengah tantangan global seperti polarisasi sosial, krisis ekologis, serta perpecahan nilai.

“Semoga dari kota ini, persatuan menemukan iramanya, kepemimpinan menemukan tujuannya, dan pengabdian menemukan jalan pulangnya kepada kemanusiaan,” tutup Sultan.  (Ken).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *