Home » Sibuk Kuliah Tak Boleh Jadi Alasan Lupakan Agama, Dosen UII Bagikan 5 Kunci Menjaga Keseimbangan

Sibuk Kuliah Tak Boleh Jadi Alasan Lupakan Agama, Dosen UII Bagikan 5 Kunci Menjaga Keseimbangan

Dosen Program Studi Informatika UII, Ahmad Fathan Hidayatullah. (istimewa).

PROSA.ID, Yogyakarta – Banyak mahasiswa mengaku tidak memiliki waktu untuk memperdalam agama karena padatnya jadwal kuliah.

Namun, Dosen Program Studi Informatika Universitas Islam Indonesia (UII), Ahmad Fathan Hidayatullah menegaskan bahwa kesibukan akademik bukan alasan untuk menjauh dari Allah SWT.

Menurutnya, kuliah dan ibadah bukan dua hal yang saling bertentangan.

Keduanya justru dapat berjalan berdampingan apabila mahasiswa mampu meluruskan niat dan mengelola prioritas dengan baik.

Pesan itu disampaikan Ahmad Fathan dalam Webinar Series yang digelar Program Studi Informatika PJJ Program Sarjana Fakultas Teknologi Industri (FTI) UII bertajuk Sibuk Kuliah Bukan Alasan Jauh dari Agama.

Kesuksesan Tidak Hanya Diukur dari IPK

Ahmad Fathan mengajak mahasiswa mengubah cara memandang kesuksesan.

Ia menilai keberhasilan tidak berhenti pada nilai akademik, indeks prestasi kumulatif (IPK), atau gelar yang diraih.

“Ilmu yang sesungguhnya adalah ilmu yang mampu mendekatkan seseorang kepada Allah SWT dan memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya dikutip Selasa (28/7/2026).

Ia mengingatkan bahwa wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah membaca (iqra’).

Hal itu menunjukkan bahwa Islam menempatkan ilmu pada kedudukan yang sangat tinggi.

Karena itu, mempelajari ilmu agama maupun ilmu yang menunjang profesi, seperti informatika, teknik, kedokteran, ekonomi, dan pendidikan, dapat menjadi ibadah apabila diniatkan untuk mencari ridha Allah SWT.

Media Sosial Sering Mengalahkan Waktu Belajar Agama

Ahmad Fathan menyebut, tantangan terbesar mahasiswa saat ini bukan padatnya jadwal kuliah, melainkan cara mengelola waktu.

Ia menyoroti kebiasaan sebagian mahasiswa yang menghabiskan banyak waktu di media sosial atau hiburan.

“Tetapi justru kesulitan meluangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian, atau memperdalam ilmu agama,” ungkapnya.

Padahal, lanjut Ahmad Fathan, Islam mengajarkan umatnya untuk bersungguh-sungguh melakukan hal-hal yang bermanfaat serta selalu memohon pertolongan Allah SWT dalam setiap usaha.

Lima Cara Menjaga Kuliah Tetap Berjalan dan Ibadah Tidak Tertinggal

Ahmad Fathan membagikan lima langkah sederhana agar mahasiswa mampu menjaga keseimbangan antara prestasi akademik dan kehidupan spiritual.

Pertama, meluruskan niat bahwa kuliah merupakan bagian dari ibadah.

Kedua, mendahulukan kewajiban kepada Allah SWT dalam setiap aktivitas.

“Ketiga, memilih lingkungan pertemanan yang saleh dan saling mengingatkan dalam kebaikan,” jelasnya.

Kemudian keempat, mengatur waktu secara disiplin antara kuliah, belajar, ibadah, dan menghadiri majelis ilmu.

“Kelima, memperbanyak doa agar diberi kemudahan dan keistiqamahan dalam menjalani seluruh aktivitas,” imbuhnya.

Mencetak Lulusan yang Cerdas dan Berakhlak

Melalui webinar ini, Program Studi Informatika PJJ FTI UII ingin menegaskan bahwa pendidikan tinggi dan penguatan nilai-nilai keislaman harus berjalan beriringan.

“Saya berharap mahasiswa tidak hanya menjadi lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia, mampu memberi manfaat bagi masyarakat, serta menjadikan ilmu sebagai jalan menuju kebahagiaan dunia dan akhirat,” pungkasnya. (Ken).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *