Home » Wabup Sleman Buka Pra Temu Nasional XV BEM Nusantara 2026, Titip Pesan Mahasiswa Jangan Merasa Paling Benar

Wabup Sleman Buka Pra Temu Nasional XV BEM Nusantara 2026, Titip Pesan Mahasiswa Jangan Merasa Paling Benar

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa saat membuka Pra Temu Nasional XV BEM Nusantara Tahun 2026 di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga, Senin (27/7/2026). (istimewa).

PROSA.ID, Yogyakarta – Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa mengajak mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mengedepankan kerendahan hati, kolaborasi, dan semangat persatuan dalam menghadapi tantangan bangsa.

Pesan itu disampaikan saat membuka Pra Temu Nasional XV BEM Nusantara Tahun 2026 di Convention Hall UIN Sunan Kalijaga, Senin (27/7/2026).

Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan yang diikuti perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai kampus di Indonesia.

Acara tersebut turut dihadiri Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi beserta jajaran dan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi BEM Nusantara.

Mahasiswa Diminta Jadi Agen Perubahan

Dalam sambutannya, Danang Maharsa menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir di Sleman.

Menurutnya, mahasiswa memiliki posisi strategis sebagai agen perubahan yang mampu menghadirkan gagasan, inovasi, dan solusi bagi berbagai persoalan bangsa.

Ia berharap, Pra Temu Nasional XV BEM Nusantara tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi, bertukar pikiran, sekaligus menyusun langkah-langkah strategis menghadapi tantangan kebangsaan.

“Mahasiswa memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi dan memperkuat persatuan bangsa melalui gagasan-gagasan yang konstruktif,” katanya.

Danang Titip Filosofi Jawa untuk Mahasiswa

Danang juga mengingatkan pentingnya membangun budaya diskusi yang sehat.

Ia mengutip filosofi Jawa, ‘Aja Rumangsa Bisa, Nanging Kudu Bisa Rumangsa’, yang mengajarkan agar seseorang tidak merasa paling mampu, tetapi memiliki kepekaan untuk memahami diri sendiri sekaligus menghargai pandangan orang lain.

Ia mengungkapkan, keberagaman latar belakang kampus justru menjadi kekuatan apabila setiap peserta mau mendengar, berani menyampaikan pendapat secara santun, dan bersama-sama mencari titik temu demi kepentingan bangsa.

“Keberagaman dari berbagai latar belakang kampus justru menjadi kekuatan apabila setiap peserta memiliki kerendahan hati untuk mendengar, keberanian menyampaikan gagasan secara santun, serta kebijaksanaan mencari titik temu demi kepentingan bangsa,” ujar Danang.

Ia menambahkan, Indonesia membutuhkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga matang secara emosional dan bijaksana dalam mengambil keputusan.

UIN Sunan Kalijaga Dorong Dialog yang Inklusif

Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi, menyambut baik pelaksanaan Pra Temu Nasional XV BEM Nusantara di kampusnya.

Ia menilai, perguruan tinggi harus menjadi ruang dialog yang terbuka, inklusif, dan konstruktif dalam membangun kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ia berharap, kegiatan tersebut mampu memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjawab tantangan pembangunan nasional.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang semakin kuat antara mahasiswa, pemerintah, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi tantangan pembangunan nasional,” ujarnya.

Awal Menuju Temu Nasional XV BEM Nusantara

Opening Ceremony menjadi penanda dimulainya seluruh rangkaian Pra Temu Nasional XV BEM Nusantara 2026.

Mengusung semangat kolaborasi dan kebangsaan, forum ini menjadi wadah mempererat sinergi antarmahasiswa dari berbagai daerah sekaligus merumuskan gagasan dan agenda strategis menuju Temu Nasional XV BEM Nusantara. (Ken).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *