Home » Djarot Sampaikan Pesan Megawati ke Kader PDIP Jogja: Politik Itu Kehidupan

Djarot Sampaikan Pesan Megawati ke Kader PDIP Jogja: Politik Itu Kehidupan

Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat. (istimewa).

PROSA.ID, Yogyakarta — Ketua DPP PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat menggembleng 64 kader PDI Perjuangan Kota Yogyakarta dalam kaderisasi tingkat Pratama di Kaliurang, Jumat (23/10/2026) malam. 

Di hadapan para kader muda, Djarot membawa pesan khusus Ketua Umum Megawati Soekarnoputri tentang pentingnya politik dalam kehidupan sehari-hari.

Djarot menegaskan, politik tidak sekadar menjadi jalan untuk meraih kekuasaan. 

Politik juga menentukan cara masyarakat mengelola kehidupan, menjaga lingkungan, memenuhi kebutuhan pokok, dan menyelesaikan persoalan bersama.

“Ibu Megawati berpesan, politik itu kehidupan. Jadi, anak muda belajar politik itu sama dengan belajar mengelola kehidupan,” kata Djarot dikutip Sabtu (24/10/2026).

Ketua DPD PDI Perjuangan DIY Nuryadi dan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Eko Suwanto turut mendampingi kegiatan tersebut.

Djarot Dorong Kader Muda Pahami Politik

Djarot menjelaskan, PDI Perjuangan menjalankan kaderisasi sebagai bagian dari pendidikan politik untuk memperkuat ideologi partai. 

Menurutnya, pendidikan politik harus membekali kader dengan pemahaman Pancasila sekaligus mendorong mereka membantu masyarakat.

“Ibu Megawati berpesan, pendidikan politik kaderisasi ini sangat mendasar untuk memperkuat ideologi. Di pusat (DPP) membuka sekolah partai, kemudian untuk DPD dan DPC turun melakukan kaderisasi tingkat pratama ini,” ujarnya.

Djarot meminta para peserta menerapkan pengetahuan yang mereka peroleh melalui kegiatan sosial, kemanusiaan, dan kepartaian. 

Ia menegaskan, kaderisasi tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Para kader harus melanjutkan pengabdian dan membangun kedekatan dengan rakyat.

Ia juga mendorong kader muda mengenal pemikiran Bung Karno, terutama perjuangan kemerdekaan dan ajaran Pancasila. 

Ia mengungkapkan, generasi muda perlu memahami sejarah agar mampu menerapkan nilai-nilai perjuangan dalam kehidupan masa kini.

Menurutnya, pengenalan kembali pemikiran Bung Karno menjadi penting setelah rezim Orde Baru menjalankan de-Soekarnoisasi selama 32 tahun.

“Kaderisasi ini tidak hanya terbatas pada kegiatan ini selesai ya selesai, tapi mereka yang ikut ini tetap diajak kerja sama kegiatan kepartaian, kegiatan kemanusiaan, kegiatan sosial dalam rangka mendedikasikan Pancasila dan membangun bonding dengan rakyat,” tuturnya.

Djarot juga mengajak anak muda melihat hubungan antara kebijakan politik dan persoalan sehari-hari. 

Ia mencontohkan kebakaran hutan dan lahan yang membutuhkan kebijakan untuk melindungi lingkungan.

Ia turut menyoroti kenaikan harga dan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah daerah sebagai persoalan yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan.

“Jadi, politik bukan sekadar cari kekuasaan. Ketika sekarang harga naik, mengapa BBM langka di banyak daerah, itu ya politik manajemen yang tidak bagus. Jadi, jangan ragu dan takut belajar politik, karena politik itu kehidupan,” tegasnya.

Nuryadi Ingatkan Kader Tak Sekadar Mengejar Jabatan

Ketua DPD PDI Perjuangan DIY, Nuryadi mengingatkan peserta agar tidak menjadikan kaderisasi sebagai sarana mengejar kursi atau jabatan politik. 

Ia mendorong kader menghidupkan ajaran Bung Karno dan menggerakkan masyarakat melalui kerja nyata.

Nuryadi menyebut, kader partai harus memahami ideologi sekaligus menunjukkan komitmen terhadap perjuangan rakyat. 

“Dengan begitu, kaderisasi dapat melahirkan penggerak yang konsisten menjalankan nilai-nilai Pancasila,” ungkapnya. 

Eko Suwanto Kobarkan Pesan Bung Karno di Kaliurang

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Yogyakarta Eko Suwanto menjelaskan alasan partainya memilih Kaliurang sebagai lokasi kaderisasi. 

Ia mengingatkan bahwa Bung Karno pernah memberikan penggemblengan kepada kader dalam Konferensi Besar GMNI pada 1959.

Dalam kesempatan tersebut, Bung Karno menyampaikan pidato berjudul Lenyapkan Sterilitiet Dalam Gerakan Mahasiswa. 

Eko mengajak para kader mempelajari kembali sejarah itu sebagai bekal memperjuangkan hak-hak rakyat.

Ia juga mengutip pesan Bung Karno tentang pentingnya menjaga kesetiaan kepada kaum Marhaen dan mempertahankan kemurnian Marhaenisme.

“Ini sekaligus menghikmati sejarah Bung Karno, sejarah Ibu Megawati dan komitmen PDI Perjuangan berjuang untuk hak-hak rakyat. Pada tanggal 17 Februari 1959 di Kaliurang, Bung Karno sampaikan pesan, pertama, nyalakan terus obor kesetiaan terhadap kaum Marhaen!” kata Eko, yang juga menjabat Ketua Komisi A DPRD DIY.

Eko kemudian menyampaikan dua pesan lainnya. Bung Karno meminta para pejuang menjaga semangat Marhaenisme agar tetap murni dan menyingkirkan segala hal yang menyimpang dari prinsip perjuangan tersebut.

Eko menegaskan, para kader harus menjalankan pesan itu melalui keberpihakan nyata kepada masyarakat. 

Ia mengajak seluruh kader menjaga kedekatan dengan rakyat dan konsisten memperjuangkan kepentingan mereka.

“Pesan Bung Karno wajib dilaksanakan segenap kader. Percayalah dengan mencintai rakyat, kita akan selalu bersama rakyat, bergerak dalam satu tarikan napas, berjuang bela rakyat,” pungkasnya. (Ken). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *