Home » UMY Bangun SMP Muhammadiyah Sapen Universal School di Sleman, Padukan Cambridge dan Nilai Islam

UMY Bangun SMP Muhammadiyah Sapen Universal School di Sleman, Padukan Cambridge dan Nilai Islam

Calon siswa SMP MSUS sedang melakukan simulasi pembelajaran di ruang kelas SD MSUS, Bantul, Sabtu (17/10/2026). (prosa/ken).

PROSA.ID, Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) memperluas kiprahnya di bidang pendidikan dasar dan menengah dengan menyiapkan pembangunan SMP Muhammadiyah Sapen Universal School di Banyuraden, Gamping, Sleman. 

Sekolah ini akan memadukan kurikulum Cambridge, penguatan sains dan teknologi, serta pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Islam.

Rektor UMY, Prof. Achmad Nurmandi mengatakan, pengembangan sekolah ke jenjang SMP dan SMA berawal dari permintaan para orang tua yang menginginkan pendidikan lanjutan setelah anak-anak mereka menyelesaikan sekolah dasar.

UMY kemudian merancang pengembangan sekolah dengan standar pendidikan yang lebih luas. 

Kurikulum Cambridge menjadi salah satu pijakan untuk membekali siswa dengan kompetensi akademik dan wawasan internasional tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman.

“Awalnya hanya SD. Kemudian banyak orang tua meminta agar ada SMP dan SMA. Karena itu, kami mengembangkan sekolah ini ke jenjang berikutnya dengan mengambil standar Cambridge,” katanya, Sabtu (17/10/2026). 

UMY merencanakan pembangunan kompleks sekolah di Jalan Titibumi, Banyuraden, Gamping, Sleman. 

Pembangunan tersebut mencakup dua gedung yang disiapkan untuk jenjang SMP dan SMA.

Nurmandi menyampaikan, pembangunan akan dimulai dengan pekerjaan fondasi atau bored pile pada 21 Oktober 2026. 

UMY menargetkan struktur bangunan dan sebagian fasilitas dapat selesai dalam waktu sekitar delapan bulan.

Pada tahap awal, SMP Muhammadiyah Sapen Universal School menargetkan penerimaan 90 siswa.

“Rencananya ada dua gedung, SMP dan SMA. Untuk SMP, kami menargetkan 90 siswa pada angkatan pertama,” ujarnya.

Kurikulum Cambridge Jadi Jembatan Pendidikan Internasional

Nurmandi menjelaskan, UMY memilih kurikulum Cambridge untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap pendidikan yang melampaui standar nasional. 

Menurut dia, orang tua kini memiliki beragam pilihan sekolah, mulai dari sekolah berstandar nasional, nasional plus, Cambridge, hingga sekolah internasional.

UMY ingin menghadirkan pilihan pendidikan yang memadukan keunggulan akademik dan pembentukan karakter. 

“Melalui pendekatan ini, sekolah diharapkan mampu membekali siswa dengan kemampuan bersaing sekaligus mempertahankan identitas keislaman,” jelasnya. 

Nurmandi menilai, Muhammadiyah memiliki pengalaman panjang dalam mengelola pendidikan. 

Selama lebih dari satu abad, Muhammadiyah telah mengembangkan lembaga pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas.

Pengalaman tersebut menjadi modal bagi Muhammadiyah untuk memperkuat keberadaan sekolah unggulan yang menjawab kebutuhan masyarakat.

“Harapan kita, Muhammadiyah punya sekolah-sekolah unggulan. Aspirasi orang tua, terutama dari kalangan menengah ke atas, sekarang mencari sekolah dengan standar pendidikan di atas standar nasional,” ungkapnya.

Ia juga melihat peluang bagi sekolah swasta yang mampu menghadirkan pengelolaan dan kualitas pembelajaran yang baik. 

Karena itu, UMY ingin memperkuat peran Muhammadiyah dalam menyediakan pendidikan berkualitas bagi generasi muda.

SMP Muhammadiyah Sapen Universal School Padukan Sains dan Nilai Islam

Kepala SMP Muhammadiyah Sapen Universal School, Bachtiar Dwi Kurniawan menambahkan, sekolah akan mengembangkan model pendidikan yang memadukan kurikulum nasional plus, Cambridge, sains, teknologi, rekayasa, dan matematika atau Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM).

“Sekolah tidak hanya mengejar prestasi akademik. Kami juga ingin membentuk siswa yang memiliki karakter kuat, pemahaman agama yang baik, keterampilan sosial, dan kepedulian terhadap masyarakat,” ungkapnya. 

Bachtiar menjelaskan, pengembangan kurikulum akan berlangsung secara bertahap. 

Sekolah memulai dengan kurikulum nasional plus, kemudian menjembataninya dengan Cambridge sebelum mengarahkan pengembangan ke standar International Baccalaureate (IB).

“Kami ingin mengombinasikan keunggulan sains, STEM, dan nilai Islam yang dipahami Muhammadiyah. Anak-anak tidak hanya pintar, tetapi juga memiliki karakter baik, pemahaman Islam yang kuat, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Bachtiar.

Dalam pelaksanaannya, sekolah akan mendampingi siswa untuk memperkuat kemampuan membaca Al-Qur’an, hafalan, praktik ibadah, serta akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Bachtiar menegaskan, kemampuan akademik perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. 

“Siswa harus memiliki daya saing, tetapi juga membutuhkan kemampuan berkomunikasi, bersosialisasi, dan membangun hubungan dengan lingkungan,” tegasnya. 

Bachtiar menyebut, siswa yang berprestasi secara akademik juga perlu mengembangkan kepedulian sosial. 

Sekolah ingin memastikan mereka tidak hanya mengejar pencapaian pribadi, tetapi mampu memberikan kontribusi nyata bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan.

“Sejak kecil, anak-anak perlu belajar agar bermanfaat. Mereka tidak hanya mengejar prestasi sendiri, tetapi juga memiliki kepedulian dan mampu memberikan dampak bagi komunitasnya,” imbuhnya.

Bahasa Inggris dan Pengalaman Global Jadi Prioritas

SMP Muhammadiyah Sapen Universal School juga akan memperkuat penggunaan bahasa Inggris dalam pembelajaran akademik. 

Sekolah menargetkan siswa tidak hanya menguasai materi pelajaran, tetapi juga mampu berkomunikasi dan berinteraksi dengan masyarakat internasional.

Bachtiar menyampaikan, sekolah akan mendorong keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan global. 

Program tersebut dapat mencakup pelatihan, kursus singkat, kompetisi, dan kegiatan pendidikan bersama institusi luar negeri.

Pengalaman tersebut diharapkan membangun kepercayaan diri siswa ketika berhadapan dengan lingkungan internasional. 

“Sekolah ingin membekali mereka agar mampu bersaing di tingkat global tanpa merasa minder ketika berinteraksi dengan peserta dari negara lain,” paparnya. 

Bachtiar menilai, pengalaman internasional perlu menjadi bagian dari proses pendidikan sejak dini. 

Dengan begitu, siswa dapat memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan komunikasi, dan memahami lingkungan yang lebih beragam. 

“Sekolah juga akan mengintegrasikan bahasa Inggris dengan pengembangan kompetensi akademik serta penguatan karakter Islam,” katanya. 

Kenalkan Coding dan Teknologi Sejak SMP

Selain memperkuat sains dan bahasa Inggris, sekolah akan mengembangkan pembelajaran digital untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan inovasi siswa.

Salah satu program yang disiapkan adalah pengenalan coding sejak jenjang SMP. 

Melalui program ini, siswa akan mulai mengenal logika pemrograman dan pemanfaatan teknologi dalam proses belajar.

Penguasaan teknologi, lanjut Bachtiar, menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perkembangan dunia pendidikan dan dunia kerja.

Ia menilai, pengenalan teknologi tidak perlu menunggu siswa memasuki perguruan tinggi. 

“Sekolah dapat mulai mengenalkan kemampuan tersebut sejak pendidikan menengah pertama melalui pembelajaran yang sesuai dengan tahap perkembangan siswa,” tandasnya. 

Integrasikan Ilmu Pengetahuan dengan Islam

Bachtiar mengatakan, salah satu pendekatan yang ingin dikembangkan sekolah adalah integrasi ilmu pengetahuan dan Islam. 

Sekolah tidak menempatkan pendidikan agama hanya sebagai pembelajaran ibadah dan pembentukan karakter, tetapi juga menghubungkannya dengan proses pengembangan ilmu pengetahuan.

Pendekatan tersebut diharapkan membantu siswa memahami hubungan antara pengetahuan, etika, dan tanggung jawab sosial.

“Sekolah ingin melahirkan generasi yang mampu menguasai ilmu pengetahuan sekaligus menggunakan kemampuannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. 

Bachtiar menyebut pendekatan tersebut sebagai upaya membangun model pendidikan yang menggabungkan daya saing akademik dengan keunggulan karakter.

“Siswa tidak hanya dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi juga untuk menghadapi tantangan sosial dan perkembangan teknologi,” pungkasnya. (Ken). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *