YOGYAKARTA – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) menerima 4.940mahasiswa baru pada tahun akademik 2026/2027.
Kampus mendorong para Dahlan Muda sebutan mahasiswa UAD, tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga aktif mengembangkan kemampuan melalui organisasi kemahasiswaan.
Rektor UAD, Muchlas, menyampaikan pesan tersebut saat menyambut mahasiswa baru dalam Program Pengenalan Kampus (P2K) Prakarsa 2026, di Jogja Expo Center (JEX), Selasa (15/9/2026).
Menurutnya, masa awal kuliah menjadi momentum bagi mahasiswa untuk mengenal pola belajar di perguruan tinggi sekaligus mengeksplorasi berbagai potensi diri.
“Adik-adik semua akan mengikuti bagaimana cara belajar di perguruan tinggi yang efektif, bagaimana kita melaksanakan pembelajaran mandiri, dan bagaimana kita mengenal aktivitas-aktivitas kemahasiswaan untuk membangun soft skill serta keterampilan kepemimpinan,” kata Muchlas.
Muchlas Minta Mahasiswa Serius, tetapi Tetap Jaga Kesehatan
Memasuki lingkungan perguruan tinggi, Muchlas meminta mahasiswa baru mengikuti seluruh rangkaian orientasi dengan serius.
Namun, ia mengingatkan mereka tetap menjaga kondisi fisik selama mengikuti kegiatan P2K.
“Serius, tapi juga santai. Jangan sampai sakit. Jagalah kesehatan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.
Setelah mengikuti P2K, mahasiswa akan melanjutkan pengenalan di tingkat fakultas dan program studi.
UAD juga mengenalkan berbagai aktivitas organisasi yang dapat dipilih sesuai minat dan passion mahasiswa.
Muchlas menilai, pengalaman berorganisasi memiliki peran penting dalam membentuk kepribadian dan karakter mahasiswa.
Karena itu, ia berharap Dahlan Muda tidak hanya fokus pada kegiatan akademik di ruang kuliah.
“Banyak sekali organisasi kemahasiswaan yang bisa Adik-adik semua ikuti, yang itu nanti akan mendukung pembentukan kepribadian dan karakter kita melalui proses-proses kegiatan kemahasiswaan,” tuturnya.
UAD Punya 122 Organisasi Kemahasiswaan
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UAD, Gatot Sugiharto, menyebut P2K menjadi pintu bagi mahasiswa baru untuk mengenal kehidupan kampus secara lebih luas.
Gatot mengatakan, UAD tahun ini mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk menerima 4.940 mahasiswa baru.
Namun, jumlah mahasiswa yang mengikuti rangkaian P2K tidak seluruhnya sama dengan total penerimaan tersebut.
“Selama satu minggu ke depan, adik-adik mahasiswa baru akan dikenalkan dengan kampus Universitas Ahmad Dahlan secara umum. Kemudian akan ada perkenalan dengan teman-teman di fakultas, program studi, dan berbagai organisasi kemahasiswaan,” kata Gatot.
Gatot menjelaskan, UAD memiliki 122organisasi kemahasiswaan. Organisasi tersebut akan memperkenalkan aktivitas masing-masing agar mahasiswa baru dapat memilih wadah yang sesuai dengan minat sekaligus mengembangkan pengalaman di luar perkuliahan.
Gatot menegaskan, proses pendidikan di UAD tidak berhenti pada pembelajaran terstruktur di ruang kelas.
Kampus juga ingin memberikan pengalaman belajar melalui aktivitas mahasiswa.
“Mahasiswa UAD akan kami bekali bukan hanya dari perkuliahan yang terstruktur di ruang kuliah saja, tapi juga ada pengalaman-pengalaman belajar di luar kampus, termasuk organisasi kemahasiswaan,” ujarnya.
Dahlan Muda Diminta Punya Tiga Modal
Gatot secara khusus mendorong mahasiswa baru memilih setidaknya satu organisasi selama menjalani pendidikan di UAD.
Ia mengungkapkan, aktivitas tersebut dapat menjadi ruang untuk melatih kepemimpinan.
“Kami selalu menyampaikan kepada adik-adik mahasiswa bahwa kampus ini adalah kawah candradimuka. Mumpung berada di kampus, silakan dieksplorasi kemampuannya melalui kegiatan-kegiatan yang positif,” ungkapnya.
Ia kemudian menyebut tiga modal yang harus dimiliki mahasiswa ketika nantinya menyelesaikan pendidikan di UAD.
“Adik-adik nanti keluar dari kampus harus punya tiga modal setidaknya: intellectual capital, modal intelektual; social capital, modal sosial; dan yang terakhir moral capital,” ujar Gatot.
Ia memastikan UAD berupaya memfasilitasi ketiga modal tersebut agar mahasiswa tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga mampu membangun relasi sosial dan karakter yang kuat.
“Insyaallah Universitas Ahmad Dahlan memfasilitasi ketiga modal ini sebagai bekal bagi adik-adik mahasiswa baru untuk lulus di Universitas Ahmad Dahlan dan bisa berkarya di luar kampus menjadi masyarakat yang lebih berguna dan bermanfaat,” lanjutnya.
Mahasiswa UAD Datang dari Berbagai Negara
Gatot juga mengungkapkan mahasiswa UAD berasal dari berbagai wilayah Indonesia.
Kampus tersebut bahkan menerima mahasiswa internasional dari sejumlah negara, termasuk China dan Korea.
Jumlah pasti mahasiswa internasional tahun ini, kata dia, masih dalam proses pendataan karena sebagian mahasiswa asing masih dalam perjalanan menuju Indonesia.
“Total saya belum mendapatkan info terbaru karena masih banyak yang perjalanan. Insyaallah nanti dalam waktu dekat kami akan informasikan dari Kantor Urusan Internasional,” tandasnya.
Mahasiswa internasional di UAD tersebar di sejumlah program studi. Gatot menyebut beberapa di antaranya pernah memilih Teknik Kimia, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Ekonomi, dan Manajemen.
Khusus mahasiswa asal Pattani, Thailand, pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan menjadi salah satu daya tarik UAD.
“Kalau rata-rata mahasiswa dari Thailand, dari Pattani itu lebih suka masuk UAD karena UAD memberikan pembelajaran Al-Islam dan Kemuhammadiyahan. Ini menjadi satu daya tarik untuk mereka,” jelas Gatot.
Sementara mahasiswa asal China banyak datang melalui kerja sama UAD dengan sejumlah perguruan tinggi di negara tersebut.
Fakultas Kedokteran UAD Fokus Dokter Kebencanaan
Selain pendidikan umum dan organisasi mahasiswa, Gatot mengungkapkan, UAD memiliki kekhasan pada Fakultas Kedokteran yang memberikan perhatian terhadap kompetensi dokter kebencanaan.
Menurut Gatot, mahasiswa kedokteran UAD mendapatkan pembelajaran yang memberikan kompetensi tambahan dalam penanganan situasi kebencanaan.
“Fakultas Kedokteran kita punya fokus pembelajarannya adalah dokter kebencanaan. Sehingga nanti lulusan dari Universitas Ahmad Dahlan, khususnya di Fakultas Kedokteran, punya kompetensi lebih, yakni penanganan kebencanaan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penerimaan mahasiswa Fakultas Kedokteran tetap mengikuti batasan yang ditetapkan pemerintah dan konsorsium.
Oleh sebab itu, UAD tidak dapat menerima mahasiswa dalam jumlah besar meskipun minat terhadap program tersebut cukup tinggi.
Gatot menilai pembekalan akademik, pengalaman organisasi, kemampuan sosial, dan karakter menjadi kombinasi penting bagi mahasiswa untuk menghadapi dunia setelah lulus.
“Harapannya, adik-adik bisa ikut minimal satu dari organisasi ini supaya leadership mereka, jiwa kepemimpinan mereka, bisa terbentuk melalui organisasi kemahasiswaan,” pungkasnya. (Ken).
