PROSA.ID,Yogyakarta – Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) merilis film horor berjudul ‘Setan Alas!’ yang dijadwalkan tayang serentak di bioskop-bioskop Indonesia mulai 5 Maret 2026.
Film yang disutradarai oleh Yusron Fuadi sekaligus sebagai Dosen dari Departemen Teknik Elektro dan Informatika Sekolah Vokasi UGM, Setan Alas! (The Draft!) menawarkan pengalaman horor yang
tidak mengandalkan kejutan visual atau suara keras mendadak.
Sebaliknya, film ini membangun ketegangan melalui atmosfer, dialog, dan kesadaran penonton terhadap konstruksi rasa takut itu sendiri—sebuah pendekatan yang jarang ditemui dalam film horor Indonesia arus utama.
Diproduksi pada tahun 2022 dan rampung pada 2023, Setan Alas! (The Draft!) dinilai oleh banyak kritikus internasional sebagai film yang membawa warna segar dalam genre horor.
Alih-alih memunculkan jumpscare, film ini mengajak penonton untuk secara sadar mempertanyakan cara mereka memandang horor dan rasa takut itu sendiri.
Dengan memadukan ketegangan, humor gelap, dan refleksi sosial, film ini menampilkan teror bukan semata-mata sebagai kehadiran sosok gaib, melainkan sebagai hasil dari cara manusia membangun dan memaknai ketakutan.
Kesadaran bahwa penonton sedang menyaksikan sebuah film horor justru melahirkan pengalaman sinematik yang kritis, segar, dan tidak terduga.
“Sejak awal kami sadar bahwa film horor sangat identik dengan jumpscare. Tapi kami ingin berdiri di sisi sebaliknya. Menantang kebiasaan itu dan mengajak penonton menikmati horor yang bekerja di pikiran, bukan hanya di refleks,” kata Yusron dalam konferensi pers di Sekolah Vokasi UGM, Selasa (3/3/2026).
Film berdurasi 84 menit ini mengisahkan lima mahasiswa dengan latar belakang yang saling bertolak belakang yang menghabiskan akhir pekan di sebuah vila tua di tengah hutan.
Ketika salah satu dari mereka tewas secara misterius, teror berkembang bukan sebagai rentetan kejutan, melainkan sebagai akumulasi prasangka, konflik, dan cara manusia membangun ketakutan secara kolektif.
Para pemain seperti Adhin Abdul Hakim, Anastasya Herzigova, Haydar Salihz, Winner Wijaya, Ibrahim Alhami, Putri Anggie, Ernanto Kusumo (alm), serta penampilan Hanung Bramantyo dalam peran yang tak terduga, dipuji karena mampu menjaga tensi cerita tanpa eksploitasi efek kejut yang lazim ditemukan dalam film horor komersial.
Sikap film ini yang menolak arus utama sejalan dengan rekam jejak prestasinya. Setan Alas! (The Draft!) sebelumnya meraih Best Film, Best Storytelling, dan Best Editing dalam ajang JAFF Indonesian Screen Awards 2023, serta mendapat pujian dari sutradara Joko Anwar yang menyebutnya sebagai horor Indonesia yang amazing, awesome, dan mindblowing.
Di tingkat internasional, film ini melangsungkan world premiere di Fantastic Fest 2024 di Texas, Amerika Serikat, serta diputar di London dan Toronto pada 2024, dengan respons positif dari penonton yang mengapresiasi keberaniannya ‘melawan pakem’ horor konvensional. (Ken).
