PROSA.ID, Yogyakarta – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengingatkan masyarakat untuk waspada menghadapi cuaca ekstrem menjelang Lebaran tahun ini.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sleman, Raden Haris Martapa mengatakan, curah hujan masih tergolong signifikan pada Maret–April 2026 dan berpotensi memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, angin kencang, petir, dan tanah longsor. Meski demikian, kondisi iklim DIY diprediksi berada dalam fase netral hingga pertengahan 2026.
“Berdasarkan prakiraan BMKG, curah hujan Maret 2026 mencapai 151–400 mm per bulan, yang mana masuk kategori menengah–tinggi. Sementara April berkisar 101–300 mm per bulan. Potensi banjir Februari–Maret 2026 dalam kategori rendah hingga menengah. Waspada hujan lebat, angin kencang, petir, banjir, dan tanah longsor,” katanya kepada media di Dinas Pertanian Sleman, Selasa (3/3/2026).
Haris mengungkapkan, langkah mitigasi yang disarankan untuk masyarakat dalam menghadapi sisa musim hujan ini antara lain membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon berisiko tumbang, serta menghindari aktivitas di wilayah rawan bencana.
“Warga juga diimbau menyiapkan tas siaga bencana dan memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG,” ujarnya.
Selain itu, lonjakan wisatawan saat Lebaran diperkirakan mencapai sekitar 4 juta orang di DIY. Para pengelola destinasi wisata diminta memastikan kesiapan peralatan keselamatan dan jalur evakuasi, terutama di kawasan lereng Merapi.
“Khusus untuk di lereng Merapi, perkembangan aktivitas Merapi itu juga dapat diikuti lewat aplikasi kita yaitu aplikasi Simantab,” ungkapnya.
Buka Posko 24 Jam
Sementara untuk memastikan respons cepat terhadap berbagai kemungkinan bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Sleman, BPBD Sleman akan membuka posko utama.
“Kami sudah membuka 24 jam ya setiap hari. Namun demikian kami juga akan membuka secara khusus yaitu posko utama 24 jam layanan untuk kebencanaan. Di sana nanti ada tim khusus juga yang kami persiapkan, itu yang ada di posko utama di Pakem,” jelas Haris.
Sedangkan untuk posko lebaran, akan dimulai pada tanggal 15 – 24 Maret 2026. Posko lebaran ini melibatkan 73 kelompok relawan.
Di samping itu, BPBD Sleman juga akan membuka posko induk yang nantinya akan dijaga oleh relawan. Namun hingga kini BPBD Sleman masih menunggu informasi lebih lanjut terkait titik mana saja yang dijadikan posko induk.
“Ini kami masih menunggu update-nya, belum kami bisa rilis untuk hari ini,” papar Haris.
Haris menambahkan, sejumlah upaya persiap-persiapan juga telah dilakukan pihaknya. Diantaranya adalah penguatan tim secara kedaruratan dan menyiagakan Tim Reaksi Cepat (TRC).
“Kemudian koordinasi lintas sektoral kami bersinergi dengan TNI, Polri kemudian OPD-OPD yang berkait juga itu terutama yang ada di daerah lereng Merapi, daerah Prambanan dan juga di daerah perkotaan,” pungkas Haris. (Ken).
