PROSA.ID, Yogyakarta – Ikatan Alumni PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) DIY periode 2025-2030 dikukuhkan kembali setelah sempat mati suri selama dua dekade.
Mengangkat tema ‘Mengistimewakan Yogyakarta, Membangun Indonesia’, pengukuhan tersebut dilaksanakan di Main Hall Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Yogyakarta, Jumat (1/8/2025).
Acara tersebut dihadiri oleh Majelis Pertimbangan PB IKA-PMII Sultonul Huda, Wakil Ketua PB IKA-PMII Zaini Rachman, dan Sekjen PB IKA-PMII H. Muhammad Nurpurnamasidi yang sekaligus Anggota Komisi X DPR RI, Anggota DPD RI K.H Hilmi Muhammad, Anggota DPR RI Kaisar Abu Hanifah, kepala daerah Kabupaten/Kota, Kapolda, Danrem, Dirjen Dikti Saintek, para rektor, tokoh agama, dan OKP di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Ketua Umum IKA-PMII DIY, Ahmad Anfasul Marom mengatakan, pengukuhan ini merupakan momentum penting bagi Ikatan Alumni untuk konsolidasi dan mengaktivasi kembali organisasi yang sejak dua puluh tahun lalu mati suri.
“Mumpung di sini hadir Sekjen PB IKA-PMII yang juga Anggota Komisi X DPR RI, jadi bukan hanya gebyar seremonial saja. Sengaja saya bikin forum terbatas dengan harapan pengukuhan itu ada dampak maslahatnya untuk publik,” katanya dikutip Sabtu, (2/8/2025).
Anfasul Marom yang akrab disapa Aan ini menyampaikan, saat ini Ketua Umum PB IKA-PMII, Fatchan Subchi yang kebetulan juga Anggota Badan Pemeriksa Keuangan VI konsen terhadap pengelolaan keuangan negara di sektor Kemendiktisaintek.
“Jadi ini forum yang strategis bagi pemangku perguruan tinggi dan IKA-PMII DIY untuk berkolaborasi memberi sinyal-sinyal perbaikan terhadap persoalan-persoalan pendidikan Khususnya terkait dengan SDM dan UKT mahasiswa yang sempat bergejolak,” ungkapnya.
Aan mengungkapkan, Yogyakarta bukan hanya dikenal sebagai kota pendidikan tapi juga episentrum gerakan intelektual dan kebudayaan. Sesuai dengan tema pengukuhan, ia berharap organisasi alumni ini terus berkembang mengisi sektor-sektor strategis yang berdampak positif terhadap pembangunan bangsa dan negara.
“Oleh sebab itu perlu menjalin kerjasama dan kolaborasi lintas sektor strategis supaya diaspora alumni bisa berdampak lebih luas lagi. Ya setidaknnya tidak terus berjubel di sektor politisi dan akademisi,” jelasnya.
“Diantaranya di bidang-bidang startup, bisnis, content creator, pendidikan dan teknologi pertanian. Ini penting guna membangun sinergi antara alumni dan kader-kader PMII,” lanjutnya.
Aan menambahkan, IKA-PMII DIY juga mendukung sepenuhnya program Future Leaders Fellowship (FLF) yang telah diinisiasi oleh Pengurus Besar di 16 titik Perguruan Tinggi Negeri (PTN) seluruh Indonesia.
Guna mendukung program tersebut, kata Aan, Pengurus Wilayah IKA-PMII DIY saat ini sedang menyiapkan program-program Master Class yang in line dan related dengan kebutuhan generasi kader masa kini.
“Kami juga berkomitmen untuk mempererat jalinan silaturhami alumni dan menjadikan organisasi IKA sebagai rumah bersama bagi para kader dan diaspora alumni,” pungkas Aan.
Selain acara pengukuhan, dilaksanakan juga launching buku berjudul Diaspora Kaum Pergerakan: Sejarah PMII DIY dari tahun 1960-2024 secara simbolik . (Ponang).
