PROSA.ID, Yogyakarta – Perempuan pelaku usaha di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat dukungan baru untuk mengembangkan bisnis melalui pasar digital.
Pemerintah Daerah (Pemda) DIY bersama Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sejumlah mitra meluncurkan Prima Go sebagai ekosistem layanan pemberdayaan ekonomi perempuan.
Prima Go mengintegrasikan teknologi digital dengan pendampingan usaha untuk membantu perempuan, khususnya perempuan kepala keluarga dan kelompok rentan, meningkatkan kemampuan mengelola bisnis serta memperluas jangkauan pasar.
Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X mengatakan Prima Go hadir untuk menjawab persoalan akses, pengetahuan, dan kesempatan yang masih membatasi perempuan dalam mengembangkan usaha.
Paku Alam X menyampaikan hal tersebut saat membacakan sambutan Gubernur DIY dalam peresmian Prima Go Digital Market Hub dan penandatanganan kerja sama di Gelanggang Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM, Kamis (29/10/2026).
Menurut Paku Alam X, Prima Go memiliki peran strategis karena menghubungkan teknologi dengan pendampingan yang memperhatikan kebutuhan perempuan.
Terlebih, perempuan kepala keluarga harus menjalankan tanggung jawab ekonomi sekaligus menjaga keberlangsungan kehidupan keluarganya.
Paku Alam X juga mengingatkan pentingnya falsafah Jawa amemangun tyasing sasomo, yakni memuliakan manusia dengan menghargai martabat dan potensi setiap individu.
Prinsip tersebut, lanjutnya, harus menjadi landasan dalam mengembangkan digitalisasi yang memberikan kesempatan setara kepada seluruh perempuan.
“Spirit inilah yang semestinya menjiwai Prima Go. Melalui pendekatan We to Women, setiap peserta didampingi secara setara dan bertahap, hingga memiliki kecakapan serta kepercayaan diri untuk mengelola usahanya secara mandiri,” ungkapnya.
Paku Alam X mengapresiasi seluruh pihak yang telah membangun kolaborasi Prima Go.
“Saya berharap ekosistem ini mampu menjadi ruang bagi perempuan untuk mengembangkan usaha, meningkatkan pengetahuan, dan memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan martabat serta kemandiriannya,” ujarnya.
Perempuan Kelola 64,5 Persen UMKM Indonesia
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi menilai, perkembangan ekonomi digital membuka peluang besar bagi perempuan untuk memperluas usaha.
Pasar digital memungkinkan pelaku UMKM menjangkau konsumen tanpa terhalang batas geografis.
Arifatul menyebut, perempuan mengelola 64,5 persen UMKM di Indonesia.
Namun, besarnya kontribusi tersebut belum sepenuhnya diikuti kesempatan yang setara untuk mengembangkan bisnis.
“Menurut data, 64,5 persen pasar UMKM Indonesia dikelola oleh perempuan. Tidak heran jika peran perempuan sangat besar dalam perekonomian bangsa kita. Sayangnya, kontribusi yang sudah besar ini belum diikuti dengan kesempatan yang setara dalam mengembangkan usahanya,” ucapnya.
Karena itu, Arifatul menilai pemerintah dan berbagai pihak perlu memperkuat kolaborasi untuk meningkatkan kemampuan perempuan dalam memanfaatkan teknologi digital.
Menurutnya, pemberdayaan tidak cukup hanya mendorong perempuan memulai usaha.
Pendampingan juga harus membantu mereka mempertahankan bisnis, meningkatkan skala usaha, dan menjangkau pasar yang lebih luas.
“Karena itu, tidak hanya cukup mengajak dan mendorong perempuan untuk memulai usaha. Kita juga harus memastikan bahwa perempuan bisa memulai usahanya, bisa bertahan, berkembang, dan tentunya kita ingin pengusaha perempuan bisa naik kelas,” tegasnya.
Prima Go Perkuat Akses Perempuan ke Pasar Digital
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk DIY, Erlina Hidayati Sumardi menjelaskan, Prima Go merupakan inovasi ekosistem digital market hub untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan, terutama kelompok rentan.
Melalui platform ini, perempuan pelaku usaha diharapkan tidak hanya mampu menghasilkan produk, tetapi juga menguasai strategi pemasaran digital dan memanfaatkan berbagai kanal penjualan untuk meningkatkan transaksi.
Erlina mengungkapkan, hasil survei instansinya menunjukkan pemanfaatan pasar digital oleh perempuan pelaku usaha masih terbatas.
Sebagian pelaku usaha memang sudah memiliki akun media sosial dan platform e-commerce.
Namun, mereka belum memanfaatkan kanal tersebut secara optimal untuk memperluas jangkauan konsumen dan meningkatkan penjualan.
“Prima Go hadir sebagai pendekatan pemberdayaan yang bersifat inklusif, setara, dan bertahap,” jelas Erlina.
Melalui pendekatan tersebut, Prima Go diharapkan dapat membantu perempuan meningkatkan keterampilan digital sekaligus membangun kepercayaan diri dalam mengelola usaha.
UGM Libatkan Mahasiswa dan Alumni
Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan Usaha, dan Kerja Sama UGM, Danang Sri Hadmoko menambahkan, keterlibatan UGM dalam Prima Go merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi untuk mendukung ekosistem inovasi dan kreativitas, termasuk pengembangan ekonomi kreatif di DIY.
UGM ingin menghubungkan pengetahuan akademik dan sumber daya perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu langkahnya melalui pelibatan mahasiswa dan alumni yang memiliki keterampilan digital.
Danang berharap, talenta muda UGM dapat berkolaborasi dengan pelaku UMKM perempuan untuk memperkuat pemasaran dan pengembangan usaha.
“Kami berharap dapat melibatkan secara luas talenta muda, baik mahasiswa ataupun alumni, untuk ikut terlibat di dalam ekosistem inovasi ini. Dengan keterampilan digital mereka, dapat dikoneksikan dengan UMKM yang ada di DIY, khususnya yang dikelola oleh perempuan, hingga mampu memiliki peran strategis menggerakkan ekonomi lokal di DIY,” pungkasnya. (Ken).
