PROSA.ID, Yogyakarta – Pangdam XXVI/Mataram Mayjen TNI Drajad Brima Yoga menargetkan pembangunan Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XXVI/Mataram di Godean, Kabupaten Sleman, segera memasuki tahap lanjutan.
TNI AD akan menindaklanjuti rencana tersebut melalui peninjauan lokasi, penyusunan perencanaan, dan koordinasi dengan pemerintah daerah serta pemerintah pusat.
Drajad menyampaikan hal itu seusai bersilaturahmi dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X pada Selasa, 27 Oktober 2026.
Dalam pertemuan tersebut, ia meminta arahan Sultan mengenai pelaksanaan tugas Kodam XXVI/Mataram di wilayah DIY.
“Saya di sini bertugas untuk membantu Ngarsa Dalem, membantu Pemerintah Jogja. Jadi, kami bersilaturahmi, menghadap beliau, memohon arahan dan bimbingan tentang apa yang mesti saya laksanakan di sini. Tentunya untuk kebaikan masyarakat secara keseluruhan,” kata Drajad.
Pangdam Siapkan Makodam di Godean
Drajad menjelaskan, Godean menjadi lokasi yang direncanakan untuk pembangunan Makodam XXVI/Mataram. Lahan yang disiapkan memiliki luas sekitar 19 hektare.
Meski demikian, TNI AD masih harus menuntaskan sejumlah tahapan sebelum memulai pembangunan fisik.
Pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat sekaligus melakukan peninjauan lokasi dan menyusun perencanaan sesuai kebutuhan organisasi.
“Yang penting kan sudah diizinkan. Tinggal nanti kami proses selanjutnya dan diskusikan dengan pusat juga,” ujarnya.
Drajad menargetkan proses persiapan berjalan secepatnya setelah seluruh persyaratan dinyatakan jelas.
Namun, ia belum menyebutkan tahun pasti penyelesaian pembangunan markas tersebut.
“Kalau memang secara prosesnya semua sudah clear, nanti secepatnya mungkin kami lakukan peninjauan-peninjauan juga,” katanya.
Makodam nantinya akan menampung unsur komando utama beserta badan pelaksana atau balak.
Kompleks tersebut juga direncanakan memiliki sejumlah fasilitas pendukung, termasuk fasilitas perumahan.
Kodam XXVI/Mataram Masih Menata Personel
Selain mempersiapkan markas baru, Drajad menjelaskan bahwa Kodam XXVI/Mataram masih menata struktur organisasi dan kebutuhan personel.
Sejumlah personel sudah mulai bergabung, tetapi beberapa unsur masih bekerja bersama di kantor Korem.
“Orang-orangnya sudah masuk. Sementara kami masih menjadi satu, sebagian masih dikirim. Untuk sementara, kami menggunakan kantornya Korem,” jelasnya.
Drajad mengatakan, pemenuhan personel akan berlangsung secara bertahap sesuai kebutuhan organisasi dan operasional.
Ia belum menetapkan jumlah ideal prajurit yang harus memperkuat Kodam XXVI/Mataram.
“Kalau jumlah prajurit nanti relatif, menyesuaikan kebutuhannya,” ujarnya.
Ia juga menyebut Kodam XXVI/Mataram saat ini memiliki 10 Kodim.
TNI AD telah menjalankan proses alih kendali operasi atau alih kodal antara Kodam XXVI/Mataram dan Kodam IV/Diponegoro melalui tahapan di tingkat Mabesad.
“Pengembangan satuan di wilayah selatan juga perlu mendapat perhatian dalam perencanaan pertahanan ke depan,” paparnya.
Sultan: Administrasi Tanah Kas Desa Harus Dipenuhi
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X menanggapi rencana pembangunan Makodam XXVI/Mataram di Godean dengan menekankan pentingnya pemenuhan prosedur administrasi.
Sultan tidak mempermasalahkan rencana penggunaan tanah kas desa, selama pihak terkait mengikuti ketentuan yang berlaku.
“Ya, enggak ada masalah. Tapi satu, proses administrasinya harus dijalankan, itu saja,” kata Sultan.
Sultan menjelaskan bahwa penggunaan tanah kas desa harus melalui mekanisme administrasi yang melibatkan pemerintah kabupaten dan kalurahan.
Karena itu, pihak terkait perlu menuntaskan prosedur tersebut sebelum melanjutkan pembangunan.
Sultan menegaskan, mekanisme penggunaan tanah untuk kepentingan institusi harus mengikuti aturan yang berlaku.
“Proses tersebut juga berlaku bagi institusi lain, termasuk kepolisian,” pungkas Sultan. (Ken).
