Home » 98 Persen Lulus dengan Pujian! UAD Wisuda 2.130 Mahasiswa, Rektor Soroti Ancaman AI di Dunia Kerja

98 Persen Lulus dengan Pujian! UAD Wisuda 2.130 Mahasiswa, Rektor Soroti Ancaman AI di Dunia Kerja

Prosesi wisuda Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, di JEC, Sabtu (31/10/2026). (prosa/ken).

YOGYAKARTA – Universitas Ahmad Dahlan (UAD) kembali mencatat prestasi membanggakan dalam dunia pendidikan tinggi. Sebanyak 2.130 mahasiswa mengikuti prosesi wisuda pada Sabtu (31/10/2026). Menariknya, 98 persen dari total lulusan berhasil meraih predikat cumlaude atau dengan pujian.

Capaian tersebut menjadi kebanggaan bagi UAD sekaligus bukti kerja keras mahasiswa selama menempuh pendidikan. Namun, Rektor UAD, Prof. Muchlas, mengingatkan para lulusan agar tidak berhenti mengejar prestasi akademik.

Menurutnya, para lulusan harus mampu menghadapi perubahan zaman, beradaptasi dengan perkembangan teknologi, serta menciptakan peluang di tengah persaingan dunia kerja yang semakin ketat.

“Prestasi akademik yang tinggi bukanlah tujuan akhir dari pendidikan. Prestasi tersebut harus menjadi bekal untuk menghadirkan karya, memberikan manfaat, dan mengambil peran nyata dalam kehidupan masyarakat,” kata Muchlas dalam sambutan wisuda.

Pada periode ini, UAD melepas 2.130 lulusan yang terdiri atas 1.853 lulusan program sarjana (S1), 11 lulusan sarjana terapan (D4), 263 lulusan magister (S2), dan tiga lulusan doktor (S3).

Muchlas mengapresiasi seluruh wisudawan yang berhasil menyelesaikan pendidikan dengan prestasi membanggakan. Dia juga memberikan penghargaan kepada orang tua, dosen, dan tenaga kependidikan yang ikut mendukung perjalanan akademik mahasiswa.

Rektor UAD Ingatkan Lulusan Hadapi Tantangan AI

Dalam sambutannya, Muchlas menyampaikan empat pesan penting kepada para lulusan sebagai bekal memasuki kehidupan setelah kampus.

Pesan pertama, dia meminta alumni terus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Menurutnya, wisuda bukan akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan kemampuan.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berlangsung sangat cepat. Teknologi yang saat ini dianggap paling maju bahkan bisa tergantikan oleh inovasi baru dalam beberapa tahun mendatang.

Karena itu, Muchlas mengingatkan lulusan agar tidak hanya mengandalkan ijazah dan pengetahuan yang mereka peroleh selama kuliah.

“Orang yang mampu bertahan di tengah perubahan bukan semata-mata orang yang paling banyak mengetahui, tetapi orang yang paling bersedia untuk terus belajar dan memperbarui kemampuannya,” ujarnya.

Pesan kedua, Muchlas mendorong alumni menghadapi masa depan dengan optimisme, kemampuan beradaptasi, dan keberanian berinovasi.

Dia menilai persaingan dunia kerja semakin terbuka. Para lulusan perguruan tinggi kini tidak hanya bersaing dengan pencari kerja dari Indonesia, tetapi juga dengan sumber daya manusia dari berbagai negara.

Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai mengubah berbagai bidang pekerjaan. Sejumlah pekerjaan rutin bahkan sudah dapat dikerjakan mesin dan sistem cerdas.

Meski demikian, Muchlas meminta alumni tidak takut menghadapi perkembangan tersebut. Dia justru mendorong mereka memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan kualitas pekerjaan.

Selain kemampuan teknis, alumni perlu memperkuat kemampuan berpikir kritis, memecahkan masalah, berkomunikasi, bekerja sama, serta mengambil keputusan secara etis dan bertanggung jawab.

“Jangan hanya mempersiapkan diri untuk mencari pekerjaan. Persiapkan pula diri Saudara untuk menciptakan peluang, menghasilkan inovasi, membangun usaha, dan memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat,” tegasnya.

Alumni UAD Diminta Jadi Pembawa Manfaat bagi Masyarakat

Pesan ketiga, Muchlas meminta lulusan mengamalkan nilai-nilai Universitas Ahmad Dahlan dalam kehidupan sehari-hari.

Selama kuliah, UAD tidak hanya membekali mahasiswa dengan pengetahuan dan keterampilan. Kampus juga menanamkan tiga nilai utama, yakni inovatif, profesional, dan dedikatif.

Nilai inovatif mendorong alumni terus menghasilkan gagasan dan solusi baru. Nilai profesional mengajarkan mereka bekerja dengan kompetensi, disiplin, kejujuran, tanggung jawab, serta menjunjung tinggi etika.

Sementara itu, nilai dedikatif mengingatkan alumni agar menggunakan ilmu dan kemampuan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada orang lain.

Muchlas juga menegaskan identitas UAD sebagai Community Services University. Karena itu, dia berharap setiap lulusan memiliki kepedulian terhadap persoalan masyarakat dan mampu memberikan kontribusi nyata.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya menilai keberhasilan seseorang dari jabatan atau besarnya penghasilan. Masyarakat juga membutuhkan kehadiran orang-orang yang mampu memberikan manfaat dan menyelesaikan berbagai persoalan.

Pesan keempat, Muchlas meminta alumni menjaga nama baik almamater dan Persyarikatan Muhammadiyah.

Dia berharap para lulusan membawa identitas UAD dengan menunjukkan integritas, prestasi, akhlak mulia, kejujuran, dan kepedulian sosial di lingkungan kerja maupun masyarakat.

Muchlas juga mengajak alumni mengamalkan semangat Islam Berkemajuan dengan menghadirkan nilai-nilai Islam yang mencerahkan, menghargai perbedaan, dan membawa kemajuan bagi kehidupan bersama.

BPH UAD dan Muhammadiyah Sampaikan Pesan untuk Alumni

Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UAD, Prof. Dr. Irwan Akib, turut menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.

Dia berharap para lulusan terus membawa semangat UAD untuk mencerahkan semesta, memajukan Indonesia, serta mengharumkan nama almamater.

“Selamat kepada wisudawan dan wisudawati Universitas Ahmad Dahlan. Terus hadir mencerahkan semesta, memajukan Indonesia, dan mengharumkan nama Universitas Ahmad Dahlan,” kata Irwan.

Senada dengan itu, Ketua Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, juga menyampaikan selamat kepada para lulusan.

Dia berharap alumni UAD terus bersemangat mengejar cita-cita sekaligus membawa kebaikan bagi masyarakat.

“Selamat kepada wisudawan dan wisudawati Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta. Semoga membawa kebaikan bagi masyarakat, tetap semangat, dan sukses menggapai mimpi-mimpi di masa depan,” ujar Bachtiar.

Sementara itu, Muchlas juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua dan wali wisudawan yang telah mempercayakan pendidikan putra-putrinya kepada UAD.

Dia mengakui keberhasilan mahasiswa tidak terlepas dari pengorbanan, kerja keras, perhatian, dukungan, dan doa keluarga.

Muchlas berharap ilmu yang diperoleh para lulusan menjadi ilmu yang bermanfaat, membawa keberkahan, serta memberikan kebanggaan bagi keluarga.

Melalui wisuda ini, UAD berharap 2.130 alumni mampu menjadi sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kompeten di bidangnya, tetapi juga berintegritas, inovatif, profesional, dan memiliki kepedulian sosial.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *