Home » Rangkul 5.362 Buruh Migran, MPM Muhammadiyah Bidik Pengakuan Internasional

Rangkul 5.362 Buruh Migran, MPM Muhammadiyah Bidik Pengakuan Internasional

Konsolidasi Nasional (Konsolnas) 2026 MPM PP Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Sabtu (31/10/2026). (istimewa).

PROSA.ID, Yogyakarta – Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat (MPM PP) Muhammadiyah terus memperluas gerakan pemberdayaan hingga ke akar rumput. 

Tidak hanya menyasar petani, nelayan, buruh, dan kelompok dhuafa, MPM kini merangkul 5.362 buruh migran melalui program Sahabat Migran Berkemajuan (Saranmu).

Langkah tersebut menjadi bagian dari penguatan program pemberdayaan masyarakat yang dibahas dalam Konsolidasi Nasional (Konsolnas) 2026 MPM PP Muhammadiyah di Kantor PP Muhammadiyah, Jalan Cik Ditiro Nomor 23, Yogyakarta, Sabtu (31/10/2026).

Konsolnas bertajuk Monitoring dan Evaluasi Capaian Program serta Kegiatan Majelis Pemberdayaan Masyarakat PWM/PDM se-Indonesia ini mempertemukan jajaran MPM dari berbagai daerah. 

Forum ini menjadi ajang untuk mengevaluasi capaian program sekaligus menyusun strategi pemberdayaan untuk periode berikutnya.

Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, mengapresiasi kiprah MPM dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat. 

Berdasarkan kalkulasi PP Muhammadiyah, MPM termasuk majelis dengan eksposur kegiatan paling tinggi bersama MDMC dan Lazismu.

Hilman mengatakan, MPM tidak hanya menjalankan program sosial, tetapi juga menjadi sarana edukasi masyarakat tentang Islam Berkemajuan.

“Saya memimpikan dan mengharapkan bahwa MPM itu betul-betul menjadi sarana edukasi. Ya, edukasi bagaimana kalau kita bicara Islam Berkemajuan,” kata Hilman.

Ia juga mendorong MPM meningkatkan kualitas evaluasi dengan mengukur dampak nyata setiap program. 

Salah satu caranya melalui perhitungan social return on investment (SROI) dan kontribusi terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Menurut Hilman, MPM perlu melibatkan generasi muda atau Gen Z untuk memperkuat kerja pemberdayaan berbasis teknologi. 

Keterlibatan anak muda juga dapat membantu MPM menyusun dokumentasi dan mengukur dampak program secara lebih profesional.

Dokumentasi yang kuat akan membuka peluang bagi MPM untuk memperoleh pengakuan dari lembaga nasional maupun internasional.

“Kalau disiapkan betul, sebelum atau pada Muktamar nanti, kita bisa mengajukan MPM kepada lembaga-lembaga nasional maupun internasional, pemerintah maupun sektor swasta, untuk mendapatkan pengakuan. Saya ingin eksposurnya kita tingkatkan, dan insya Allah saya bantu,” ujarnya.

MPM Muhammadiyah Perkuat Empat Pilar Pemberdayaan

Ketua MPM PP Muhammadiyah, Nurul Yamin menjelaskan, Konsolnas 2026 tidak sekadar menjadi forum monitoring dan evaluasi. 

MPM juga menggunakan pertemuan tersebut untuk memetakan berbagai aktivitas pemberdayaan, mengidentifikasi capaian, serta merumuskan strategi pengembangan program.

Yamin menegaskan, hasil konsolidasi akan menjadi pijakan untuk menentukan langkah strategis organisasi pada fase berikutnya.

“Dari aktivitas organisasi ini sekaligus juga akan dijadikan langkah-langkah strategis pada fase-fase berikutnya,” ungkap Yamin.

Dalam menjalankan gerakan pemberdayaan, MPM mengembangkan dua kelompok program utama, yakni program nasional dan program unggulan.

MPM merancang program nasional melalui empat pilar. Pertama, penguatan kelembagaan organisasi. 

Kedua, pengembangan sumber daya manusia melalui Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat.

Ketiga, penguatan sektor pertanian melalui Jemaah Tani Muhammadiyah (Jatam). 

Keempat, pemberdayaan masyarakat nelayan dan pesisir melalui Jamaah Nelayan Muhammadiyah (Jalamu).

Selain program nasional, MPM mengembangkan program unggulan dengan pendekatan berbasis komunitas. 

“Program ini menggali potensi lokal sekaligus menjawab persoalan masyarakat di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T),” jelas Yamin. 

MPM juga menyasar masyarakat miskin perkotaan, kelompok buruh, dan penyandang disabilitas.

Saranmu Rangkul Ribuan Buruh Migran di Malaysia

Salah satu perluasan gerakan pemberdayaan MPM menyasar kelompok buruh migran. 

Melalui Sahabat Migran Berkemajuan (Saranmu), MPM kini telah merangkul 5.362 orang. Mayoritas anggota komunitas tersebut berada di Malaysia.

Yamin mengungkapkan, Saranmu tidak hanya membantu buruh migran menghadapi persoalan hukum. MPM juga memberikan pendampingan spiritual dan keagamaan melalui forum Jendela Migran.

Pendekatan dari hulu hingga hilir tersebut bertujuan membantu buruh migran menghadapi berbagai persoalan selama bekerja di luar negeri.

“Pendampingan dilakukan secara komprehensif dari hulu hingga hilir, tidak hanya menyentuh persoalan hukum tetapi juga spiritual keagamaan melalui forum Jendela Migran,” ungkapnya.

Perluas Dakwah Pemberdayaan hingga Akar Rumput

Sementara Sekretaris MPM PP Muhammadiyah, Budi Nugroho, menegaskan komitmen MPM untuk mempercepat pelaksanaan program prioritas hasil Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo.

“MPM akan terus memperluas basis pemberdayaan umat melalui gerakan dakwah jamaah,” papar Budi. 

Budi menambahkan, Muhammadiyah  mengembangkan pendekatan kultural dan komunitas agar gerakan pemberdayaan semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

Budi menyebut, arah gerakan tersebut sejalan dengan visi pengembangan MPM periode 2022–2027 yang tertuang dalam Tanfidz Keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-48.

Visi tersebut menargetkan terwujudnya ekosistem pemberdayaan masyarakat yang berkemajuan. 

“MPM ingin meningkatkan kesejahteraan buruh, tani, nelayan, serta kelompok dhuafa-mustadh’afin sebagai perwujudan Islam rahmatan lil alamin,” lanjutnya. 

Sebagai bagian dari penguatan gerakan petani Muhammadiyah, MPM juga meluncurkan logo dan theme song Jambore Nasional Jamaah Tani Muhammadiyah (Jambore Jatam) II dalam rangkaian Konsolnas 2026.

MPM menjadwalkan Jambore Jatam II berlangsung pada Juli 2027 di Provinsi Lampung. 

Agenda nasional ini diharapkan memperkuat konsolidasi petani Muhammadiyah sekaligus memperluas gerakan pemberdayaan sektor pertanian di Indonesia. (Ken). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *