Home » Rektor Baru UPN ‘Veteran’ Yogyakarta Bidik Penambahan Guru Besar dan Transformasi PTN-BH

Rektor Baru UPN ‘Veteran’ Yogyakarta Bidik Penambahan Guru Besar dan Transformasi PTN-BH

Rektor UPN 'Veteran' Yogyakarta, Prof. Ridho Kresna Wattimena (kiri) bersama Prof. Irhas Effendy (kanan) dalam lepas sambut rektor di auditorium WR. Supratman, Kamis (29/10/2026). (istimewa).

PROSA.ID, Yogyakarta – Rektor baru Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ‘Veteran’ Yogyakarta, Prof. Ir. Ridho Kresna Wattimena menargetkan penambahan jumlah guru besar dan transformasi kelembagaan menuju Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH).

 Dua agenda tersebut menjadi prioritas awal kepemimpinannya untuk periode 2026–2030.

Ridho menyampaikan target tersebut dalam acara lepas sambut rektor di Auditorium WR Supratman, Kamis (29/10/2026). 

Dalam kesempatan itu, ia menerima estafet kepemimpinan dari Prof. Dr. Mohamad Irhas Effendi, yang memimpin kampus tersebut selama dua periode, 2018–2022 dan 2022–2026.

Ridho menegaskan, jabatan rektor bukan sekadar posisi struktural, melainkan amanah untuk menyatukan potensi seluruh sivitas akademika dan membawa universitas mencapai tujuan bersama.

“Saya menyadari jabatan ini bukan sekadar posisi kepemimpinan, tetapi sekaligus amanah untuk menjaga kepercayaan, menyatukan potensi, dan menggerakkan seluruh kekuatan universitas untuk mencapai apa yang kita cita-citakan bersama untuk universitas yang kita cintai ini,” kata Ridho.

Bidik Penambahan Guru Besar dan Transformasi PTN-BH

Dalam tahap awal kepemimpinannya, Ridho akan mendorong peningkatan reputasi akademik melalui penambahan jumlah guru besar. 

Ia juga menyiapkan penguatan tata kelola kelembagaan dan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari transformasi UPN ‘Veteran’ Yogyakarta menuju PTN-BH.

Menurut Ridho, peningkatan kualitas akademik dan penguatan kelembagaan membutuhkan dukungan seluruh warga kampus. 

Karena itu, ia mengajak dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, serta mitra universitas memperkuat sinergi untuk mewujudkan agenda tersebut.

Ia juga ingin membangun lingkungan akademik yang sehat, terbuka terhadap gagasan baru, dan menghargai keberagaman. 

Dengan lingkungan seperti itu, setiap warga kampus diharapkan memiliki kesempatan untuk berkembang dan memberikan kontribusi terbaik.

Ridho meminta dukungan seluruh pihak agar dapat menjalankan amanah kepemimpinan dengan baik.

“Saya memohon doa dan dukungan dari seluruh hadirin agar dapat menjalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, senantiasa diberikan kesehatan, kebijaksanaan, keteguhan, dan kemampuan untuk mengambil keputusan demi kepentingan universitas kita tercinta,” tuturnya.

Irhas Titip Empat Pesan untuk Rektor Baru

Sebelum menyerahkan kepemimpinan, Irhas berpamitan kepada sivitas akademika dan tenaga kependidikan setelah delapan tahun menjabat sebagai rektor. 

Ia juga telah mengabdikan diri selama 25 tahun melalui berbagai posisi strategis di lingkungan universitas.

Irhas menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh pihak selama masa kepemimpinannya. 

Selain itu, ia juga meminta maaf atas kebijakan, keputusan, maupun sikap yang kurang berkenan serta harapan yang belum berhasil diwujudkan.

“Hari ini tiba waktunya saya pamit dari jabatan rektor, kecintaan saya kepada UPN ‘Veteran’ Yogyakarta akan tetap tinggal. Saya akan terus berbahagia mendengar kabar baiknya, bangga melihat prestasi warganya, dan mendoakan setiap langkah kemajuannya,” ujar Irhas.

Ia menilai, pengabdian di UPN ‘Veteran’ Yogyakarta merupakan kehormatan yang akan selalu ia syukuri. 

Ia berharap universitas terus berkembang dan mempertahankan berbagai capaian yang telah diraih.

Kepada Ridho, Irhas menitipkan empat pesan. Pertama, menjaga marwah UPN ‘Veteran’ Yogyakarta sebagai Kampus Bela Negara. 

Kedua, merawat keharmonisan di lingkungan kampus. Ketiga, memperkuat tata kelola kelembagaan. 

Keempat, mendorong universitas menjadi Kampus Berdampak yang memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Saya berharap rektor baru melanjutkan perjuangan untuk meningkatkan kesejahteraan dosen dan tenaga kependidikan, mendengarkan aspirasi mahasiswa, serta mempererat kebersamaan seluruh warga kampus,” ungkapnya. 

Akreditasi Unggul dan Pembangunan Infrastruktur Jadi Fondasi

Selama dua periode kepemimpinannya, Irhas mengungkapkan bahwa UPN ‘Veteran’ Yogyakarta terus memperkuat mutu pendidikan. 

Universitas tersebut meraih akreditasi Unggul, sementara 65 persen program studinya juga telah memperoleh akreditasi Unggul.

Penguatan mutu akademik berjalan beriringan dengan pembangunan sarana dan prasarana. 

Sejumlah proyek yang telah dibangun meliputi Gedung Laboratorium Terpadu, gedung perkuliahan enam lantai, gedung parkir, serta berbagai fasilitas penunjang kegiatan akademik.

Universitas juga masih mengerjakan Gedung Kuliah Fakultas Teknik Industri (FTI) enam lantai. 

Selain itu, pengembangan kampus mencakup pembangunan Kampus Lapangan Geosains di Gunungkidul dan peletakan batu pertama Gedung Kuliah Pascasarjana.

“Berbagai capaian tersebut menjadi fondasi bagi kepemimpinan berikutnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan kontribusi universitas kepada masyarakat,” jelasnya. 

Mitra dan Alumni Dukung Keberlanjutan Kampus

Acara lepas sambut tersebut turut dihadiri sejumlah kolega dan mitra UPN ‘Veteran’ Yogyakarta dari sektor industri, pertambangan, pendidikan, dan alumni.

Dari Perusahaan Mineral Nasional (Perminas), hadir Direktur Utama Gilarsi Wahju Setijono, Direktur La Ode Tarfin Jaya, Direktur Oktaria Masniari Manurung, dan Direktur Hartian Surya Widhanto. Hadir pula komisaris Perminas, Dadang Arif Abdurahman, Anton Pripambudi, dan Agung Budi Wibowo.

Perwakilan mitra lainnya meliputi Wahyu Sanyoto dari jajaran Direksi MIND ID dan Anton Priatna, Vice President Underground Engineering PT Freeport Indonesia. 

Rektor Universitas Gadjah Mada periode 2017–2022, Prof. Ir. Panut Mulyono, juga menghadiri acara tersebut.

Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Alumni (PPIA) UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, Dr. Ir. Rudiyanto, serta sejumlah perwakilan perusahaan mitra dan tamu lainnya turut hadir.

Kehadiran para mitra tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antara universitas, dunia industri, dan alumni. 

Sinergi itu menjadi salah satu modal penting bagi Ridho untuk menjalankan agenda akademik dan transformasi kelembagaan selama empat tahun mendatang. (Ken). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *