PROSA.ID, Yogyakarta – Fesyen show dan talkshow bertajuk Hulu ke Hilir: Bincang dan Peragaan Busana menutup Pameran Ranggalawe, Minggu (27/7/2025) pukul 16.00 WIB.
Acara yang berlangsung di lantai 1 gedung Pusat Desain Industri Nasional Yogyakarta ini menjadi rangkaian penutup Pameran Ranggalawe yang telah berlangsung sejak tanggal 18 Juli 2025.
Peragaan busana Hulu ke Hilir menampilkan peragaan koleksi kain dan produk busana dari House of GeKiORi, serta Lemari Lila dan dihadiri oleh pegiat kain atau wastra Nusantara.
Gelaran ini dibuka dengan penampilan apik dari Seniman Ranggalawe, Marina Gosali dan Eru dari Harubaru.
Sementara itu, pada kegiatan Bincang Santai membahas proses kapas dari benih hingga menjadi produk sandang serta cakupan industrinya.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Yayasan Sekar Kawung, Chandra Kirana dan Lila Imelda Sari selaku Founder Lemari Lila berbagi cerita tentang tantangan yang dihadapi dalam menggeluti wastra Nusantara.
Perwakilan Dekranasda Yogyakarta, Vitalia Pamoengkas berharap, Sekar Kawung dapat berkolaborasi dengan UMKM Kota Yogyakarta.
“Kami harap ke depannya Sekar Kawung bisa berkolaborasi dengan UMKM Yogyakarta sehingga produk yang dihasilkan bisa go internasional,” ujar Vitalia.
Turut hadir dalam Bincang Santai, Tenaga Ahli Pusat Desain dan Industri Nasional, Satya Brahmantya yang berbagi pengalaman ketika bersinggungan dengan wastra dan mendorong kesadaran terhadap intellectual property.
Menutup kemeriahan Pameran Ranggalawe, model-model cilik turut memperagakan koleksi Asih dari kolaborasi antara Momong dan Sekar Kawung, serta Mulih dari Lemari Lila.
Sebagai penggiat acara, Asmat Pro Yogyakarta berkolaborasi dengan Nyudi Djiwo sebagai pengarah gaya, Gandez Imroatus Sholikah sebagai stylist, Nur Hidayaturrohmah dan Zulaicha sebagai tim produksi dan asisten stylist, Nanzino sebagai penata musik, Annisa Ramadhani, Ness Margaretha, Fitri, Gisela, Trisa Cintani sebagai penata rias dan rambut. (Icha Dara)
