Home » Kiprah Sang Guru Besar Ergonomi, Ini Capaiannya Selama 8 Tahun Pimpin FTI UII

Kiprah Sang Guru Besar Ergonomi, Ini Capaiannya Selama 8 Tahun Pimpin FTI UII

Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo., MT., IPU., ASEAN.Eng (tengah), saat berbincang dengan awak media di Sleman, Selasa (10/3/2026). (prosa/ken).

PROSA.ID, Yogyakarta – Dekan Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, periode 2018-2022 dan 2022-2026, yang juga Guru Besar Bidang Ergonomi, Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo., MT., IPU., ASEAN.Eng, dikenal luas atas kontribusinya dalam pengembangan ergonomi industri, sistem kerja, dan peningkatan produktivitas berbasis pendekatan human-centered design di Indonesia.

Kiprah akademiknya ditandai dengan berbagai penelitian tentang perancangan sistem kerja yang aman, sehat, dan efisien, serta integrasi ergonomi dalam rekayasa industri dan manajemen operasi.

Selain itu, ia juga aktif menulis di jurnal ilmiah dan forum akademik, serta berperan dalam membimbing banyak peneliti muda dan mendorong penerapan prinsip ergonomi pada sektor manufaktur, UMKM, dan layanan publik.

Pemikirannya menekankan pentingnya keselarasan antara manusia, teknologi, dan lingkungan kerja guna mencapai kinerja organisasi yang berkelanjutan sekaligus meningkatkan kualitas hidup pekerja.

Dengan gaya kepemimpinannya, sikap tegas justru menciptakan disiplin, kejelasan aturan, dan konsistensi dalam bekerja atau[un studi bagi Mahasiswa S1,S2 maupun S3 yang dibimbingnya.

Sikap tegas tersebut membuat civitas akademik di FTI UII dapat lebih memahami tanggung jawab serta target yang harus dicapai.

Ketegasan yang adil menumbuhkan rasa hormat dan kepastian, meminimalkan kelalaian, serta mengarahkan energi kerja pada tujuan bersama.

Dampaknya, semua menjadi lebih tertib dan produktivitas kinerja meningkat, hal tersebut juga berlaku  bagi Mahasiswa, dapat Lulus Studi tepat waktu dengan IPK optimal, serta waktu tunggu kerja 0 tahun.

Indikator capaian lainnya, adalah saat awal menjabat terdapat 7 program studi (prodi), dengan rincian 5 program sarjana dan 2 program magister, saat ini telah memiliki 15 prodi dengan rincian 8 program sarjana, 4 program magister, 2 program doktor dan 1 program profesi insinyur. 

Adapun ke 15 Prodi tersebut, Prodi Sarjana (S1) meliputi Teknik Industri (+ IP), Teknik Kimia (Proses Industri Hijau) — (+ IP), Teknik Elektro (+IP), Informatika (+ IP), Teknik Mesin, Informatika — Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ), Rekayasa Tekstil.

Sedangksn Prodi (S2) Magister, meliputi Manajemen Rekayasa Magister Teknik Industri, Informatika, Magister Rekayasa Elektro, Magister Teknik Kimia, dan Prodi Doktor (S3) meliputi: Doktor Rekayasa Industri, Doktor Informatika serta Profesi Insinyur

Capain lainnya yang tidak kalah penting adalah akreditasi, saat ini terdapat 2 atau 13 persen prodi ‘Unggul+Internasioal’, 6 atau 40 persen prodi ‘Unggul’, selanjutnya  2 atau 13 persen ‘Baik Sekali’ dan 4 atau 27 persen ‘Baik’ serta 1 atau 7 persen ‘Minimun’ (red-baru dibuka Maret 2026).

Akreditasi menjadi sangat penting bagi perguruan tinggi karena menjadi tolok ukur mutu akademik, tata kelola, dan kredibilitas institusi yang menjamin kualitas pendidikan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat dan daya saing lulusan.

Hal ini merupakan salah satu kontribusi Prof Hari Purnomo sebagai alumni membuat momentum penting bagi civitas akademika UII dalam penguatan kepemimpinan visioner yang mampu membawa UII kian unggul, berdaya saing global, dan tetap kokoh berakar pada nilai-nilai keislaman. (Ken).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *