Home » Target Wisatawan di Sleman pada Libur Lebaran Tahun Ini Turun, Kondisi Ekonomi Jadi Alasannya

Target Wisatawan di Sleman pada Libur Lebaran Tahun Ini Turun, Kondisi Ekonomi Jadi Alasannya

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto, di Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (10/3/2026). (prosa/ken).

PROSA.ID, Yogyakarta – Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Pariwisata Sleman menargetkan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Sleman pada libur Lebaran tahun ini lebih sedikit dibanding tahun lalu.

Jika pada libur Lebaran tahun lalu ditargetkan 300 ribu hingga 500 ribu orang, tahun ini Pemkab Sleman hanya menargetkan 250 ribu hingga 400 ribu orang.

Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman, Kus Endarto mengatakan, menurunnya target kunjungan wisatawan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah kondisi ekonomi saat ini.

“Bulan April nanti mereka yang kuliah sudah harus mempersiapkan uang pendidikan. Lebaran juga jatuh di tengah bulan, sementara para karyawan swasta rata-rata mendapat gaji tanggal 26. Jadi, Lebaran sudah selesai mereka baru memperoleh gaji,” katanya di Rumah Dinas Bupati Sleman, Selasa (10/3/2026).

Menurut Kus, pertimbangan lain terjadinya penurunan jumlah wisatawan ini karena pada bulan Januari lalu sudah ada banyak libur dan kesempatan berwisata. Ia tak yakin jika jumlah wisatawan bisa melampaui capaian saat Nataru 2025/2026.

“Kalau pun nanti kondisi wilayah cukup padat, sebenarnya mereka hanya lewat saja. Tidak berarti datang ke destinasi pariwisata. Apalagi kondisi sarana prasarana jalan yang sudah semakin baik ya,” jelasnya.

Kus memprediksi, 95 persen wisatawan paling banyak  berasal dari Jawa karena pertimbangan mudahnya aksesibilitas. Kondisi ini melahirkan fenomena microtourism, yakni wisata jarak dekat dengan durasi singkat dan eksplorasi yang berfokus pada destinasi lokal.

“Ini juga akan memengaruhi okupansi hotel yang diperkirakan hanya mencapai 45 sampai 60 persen,” ungkapnya.

“Lama tinggal 1,75 sampai dua hari. Perkiraan belanja Rp 500 ribu sampai Rp 1,5 juta per kunjungan,” lanjut Kus.

Kus menambahkan, untuk menarik wisatawan, Pemkab Sleman telah mempersiapkan berbagai atraksi dan pentas seni pada 22 hingga 29 Maret. Di antaranya Jathilan Kudho Bramuda di Bukit Klangon, Campursari Yoben Eling di Tlogoputri, dan Kubro Siswo Laras Mudho Al Amin di Gardu Pandang.

“Dinas pariwisata juga telah mengeluarkan surat edaran kesiapan wisata saat Lebaran. Jasa pariwisata kami himbau untuk mewaspadai perubahan cuaca, tidak menaikan harga berlebihan dan mengelola sampah yang timbulkan,” pungkasnya. (Ken).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *