PROSA.ID, Yogyakarta – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) ‘Veteran’ Yogyakarta menghadirkan Migrant Center hasil kolaborasi dengan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI).
Migrant Center UPN ‘Veteran’ Yogyakarta merupakan Migrant Center pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta dan yang ke-9 di Indonesia, sebagai bagian dari pengembangan layanan terpadu bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Peninjauan Migrant Center UPN ‘Veteran’ Yogyakarta dilakukan oleh Wakil Menteri
(Wamen) P2MI, Dzulfikar Ahmad Tawalla, bertepatan dengan Acara Wisuda Periode III Tahun Akademik 2025/2026.
Dalam kesempatan tersebut, juga dilaksanakan
penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara UPN ‘Veteran’ Yogyakarta dengan KP2MI, serta penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Direktorat Jenderal Penempatan dan Direktorat Jenderal Promosi Luar Negeri.
Wamen Dzulfikar mengapresiasi dukungan nyata UPN ‘Veteran’ Yogyakarta pada penguatan tata kelola pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui kehadiran Migrant Center.
Menurutnya, Migrant Center UPN ‘Veteran’ Yogyakarta merupakan Migrant Center paling siap dengan sarana dan prasaran terlengkap.
“Kami menyambut dengan sangat luar biasa Migrant Center yang hari ini diinisiasi oleh UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, karena kehadirannya telah menjawab satu tantangan luar biasa dunia kerja di dalam negeri. Total ada 8 Migrant Center, dan ini yang ke-9, tapi ini yang paling siap dan komplit,” katanya dalam sambutannya, Sabtu (25/1/2026).
Lebih lanjut, Wamen Dzulfikar menuturkan Migrant Center bertujuan untuk mendukung terwujudnya pekerja migran Indonesia yang kompeten dan terlindungi.
Berdasarkan data Surat Izin Perekrutan Pekerja Migran Indonesia (SIP2MI) KP2MI, aktif per 18 Januari 2026, terdapat peluang kerja luar negeri sebanyak 336.709.
Namun, dari jumlah tersebut hanya terserap sebanyak 60.351 (17,92%), yang berarti masih tersisa 276.358 (82,08%) peluang kerja yang siap untuk diserap.
Menurut Wamen Dzulfikar, peluang kerja luar negeri bisa menjadi salah satu solusi bagi masalah pengangguran di Indonesia.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, jumlah pengangguran di Indonesia mencapai 7,28 juta orang per Februari 2025. Sebanyak 1,18 juta orang (16,32%) di dalamnya adalah lulusan perguruan tinggi.
“Ini adalah tantangan dunia kerja yang kita hadapi sekarang, apakah pekerja Indonesia kompetensinya tidak bagus? Sangat bagus. Kendalanya hanya satu yaitu bahasa, ini yang
menjadi kendala bagi kita,” ungkap Wamen KP2MI.
Dalam kesempatan yang sama, Rektor UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, Mohamad Irhas Effendi menjelaskan Migrant Center UPN ‘Veteran’ Yogyakarta terintegrasi dengan sejumlah sarana dan prasarana guna menunjang pelatihan para calon pahlawan devisa.
Meliputi, asrama, Laboratorium Bahasa, Ruang Pelatihan dan Uji Kompetensi, poliklinik, masjid, koperasi, dan kantin.
UPN ‘Veteran’ Yogyakarta memiliki Migas Center kolaborasi dengan SKK Migas, yang dapat mendukung pemenuhan keterampilan Pekerja Migran Indonesia di sektor minyak dan gas (migas).
“Keunggulan UPN ‘Veteran’ Yogyakarta yang tidak bisa dipenuhi oleh Migrant Center lain adalah pemenuhan kompetensi tenaga migran di sektor migas, karena beberapa negara membutuhkan tenaga-tenaga migran di sektor migas seperti Arab Saudi,“ kata Rektor.
Usai peninjauan Migrant Center UPN ‘Veteran’ Yogyakarta, dilanjutkan dengan kunjungan ke Laboratorium Terpadu yang akan menjadi ruang pelatihan calon Pekerja Migran Indonesia dan Migas Center.
Rangkaian acara tersebut juga dihadiri oleh Dirjen Penempatan KP2MI Ahnas dan Dirjen Promosi Luar Negeri KP2MI Dwi Setiawan Susanto. (Ken).
