YOGYAKARTA – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengubah momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi aksi kemanusiaan untuk membantu korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
UMY mengerahkan mahasiswa KKN di wilayah terdampak, membuka donasi, serta mengirim berbagai kebutuhan darurat bagi warga.
Sebanyak 61 mahasiswa UMY yang didampingi dua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) saat ini menjalankan KKN di Kabupaten Manggarai Barat dan Manggarai Timur.
Mereka langsung menyesuaikan program KKN menjadi aksi tanggap darurat setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Wakil Rektor UMY Bidang Sumber Daya, Prof. Dr. Dyah Mutiarin mengatakan, mahasiswa UMY langsung turun membantu masyarakat terdampak.
“Mahasiswa kami di lokasi bencana langsung menyesuaikan program. Mereka sigap membantu warga di lapangan, salah satunya dengan mengelola dapur umum dan membantu kebutuhan darurat warga. Kehadiran 61 mahasiswa UMY ini dirasakan sangat membantu masyarakat yang terdampak,” ujar Dyah seusai upacara HUT ke-81 RI, Senin (17/8/2026).
37 Mahasiswa Generasi 11 Ikut Dampingi Warga
Di lapangan, sebanyak 37 mahasiswa Generasi 11 juga menjalankan tugas kemanusiaan sekaligus mendampingi masyarakat terdampak.
Mereka tetap menjalankan amanah KKN meski turut berada dalam situasi bencana.
Tim tersebut menyisir sejumlah desa terdampak untuk memberikan dukungan kepada warga.
Selain itu, mereka juga memanfaatkan kemampuan edukasi traumatik untuk membantu masyarakat menghadapi dampak psikologis akibat gempa.
Relawan Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA), Bayu Aji Permana Sena mengungkapkan, Generasi 11 sendiri sudah di sana sejak beberapa waktu lalu.
“Bagaimanapun mereka adalah korban juga karena sedang menjalankan tugas sebagai KKN di sana. Jadi, sementara kita ikut terus mendampingi masyarakat yang ada di sana,” ujarnya.
Banu mengungkapkan, tim kemudian menyisir beberapa desa terdampak dan memberikan dukungan kepada masyarakat.
“Mereka juga memberikan edukasi traumatik agar warga dapat menghadapi situasi pascabencana dengan lebih baik,” jelasnya.
Perlengkapan Perempuan dan Anak Jadi Kebutuhan Mendesak
Kondisi di lapangan membuat kebutuhan dasar menjadi perhatian utama.
Bayu menyebut, perlengkapan perempuan, kebutuhan anak-anak, serta obat-obatan sebagai sejumlah bantuan yang paling dibutuhkan warga saat ini.
“Yang paling dibutuhkan saat ini lebih ke perlengkapan wanita, terus untuk anak-anak juga. Sama obat-obatan juga karena sifatnya mendasar,” katanya.
Sejumlah bantuan memang sudah mulai masuk ke lokasi.
Namun, tim masih memantau distribusi karena belum seluruh bantuan dapat terpantau secara menyeluruh.
Kondisi tersebut mendorong UMY untuk terus menggalang dukungan dari lingkungan kampus dan masyarakat.
UMY Kirim Tenda, Selimut, Obat, hingga Sembako
UMY telah menyalurkan dana respons cepat untuk mendukung kebutuhan operasional di lapangan.
Kampus kemudian mengirim bantuan fisik secara bertahap ke wilayah terdampak.
Bantuan tersebut mencakup 20 unit tenda terpal, 100 lembar selimut, paket perlengkapan keluarga atau family kit, obat-obatan, vitamin, sembako dan ua g tunai.
UMY menyalurkan bantuan melalui Tim Proyek Ekspedisi Nusantara (PENA) UMY.
Tim tersebut bertolak menuju lokasi KKN di Desa Nanga Mbaling, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur.
Tim PENA sebelumnya telah menyelesaikan masa KKN.
Namun, mereka kembali ke lokasi untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan UMY kepada warga terdampak gempa.
Tim UMY Belum Tentukan Batas Waktu di Lokasi
Bayu menambahkan, Tim Generasi 11 belum dapat memastikan berapa lama mereka akan berada di lokasi bencana.
Mereka memilih mengikuti perkembangan kondisi lapangan dan memastikan tugas kemanusiaan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Kita belum bisa menentukan berapa hari kita di sana. Yang jelas kita harus menjalankan tugas dan amanah dari kampus maupun dari teman-teman Generasi 1 sampai 10,” ujar narasumber.
UMY juga membuka donasi untuk membantu masyarakat NTT.
Dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas bantuan sekaligus memenuhi kebutuhan warga yang belum terjangkau bantuan.
UMY Luncurkan ‘Kampus Sehat Senyaman Taman’
Di tengah aksi kemanusiaan tersebut, UMY juga meluncurkan program prioritas ‘Kampus Sehat Senyaman Taman’ dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 RI.
Program ini memperkuat komitmen UMY sebagai Green Campus yang tidak hanya memperhatikan kelestarian lingkungan, tetapi juga kesehatan fisik dan mental civitas akademika.
UMY menyasar dosen, karyawan, dan mahasiswa melalui pembangunan lingkungan kampus yang lebih sehat, nyaman, inklusif, dan ramah bagi seluruh warga kampus.
Program tersebut juga mendorong UMY untuk melengkapi fasilitas yang lebih mudah diakses oleh penyandang disabilitas.
Semangat Kemerdekaan UMY Berlanjut dalam Aksi Kemanusiaan
Rangkaian HUT ke-81 RI di UMY tidak berhenti pada perlombaan, karnaval, dan upacara bendera.
Kampus menghubungkan perayaan kemerdekaan dengan pengabdian langsung kepada masyarakat.
Melalui mahasiswa KKN, bantuan logistik, penggalangan donasi, dan program kampus sehat, UMY menunjukkan semangat kemerdekaan melalui aksi nyata.
Di NTT, mahasiswa UMY terus mendampingi warga dan membantu memenuhi kebutuhan dasar.
Sementara di lingkungan kampus, UMY membangun ruang pendidikan yang lebih sehat, hijau, dan inklusif. (Ken).
