PROSA.ID, Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) kembali menggelar Mudik Bareng UMY 2026 yang diperuntukkan khusus bagi mahasiswa.
Adapun rute perjalanan yang dilayani mencakup sejumlah daerah di Indonesia, mulai dari Brebes, Purwokerto, Pemalang, Blora, Cimahi, Surabaya, Subang, Bekasi, Cilegon, Jakarta, hingga Lampung dan Palembang.
Pogram Mudik Bareng ini merupakan tahun kedua setelah sebelumnya pertama kali digelar pada tahun 2025 lalu.
Ketua Panitia Mudik Bareng UMY 2026, Ratih Herningtyas mengatakan, tahun ini sebanyak 335 mahasiswa diberangkatkan menuju berbagai daerah di Indonesia, setelah melalui proses pendaftaran dan seleksi yang diikuti oleh 675 pendaftar.
“Jadi Mudik Bareng UMY 2026 ini diikuti 335 mahasiswa ditambah 23 pendamping. Destinasinya ada 13 dan yang paling jauh adalah ke Palembang,” katanya ditemui di sela acara, Sabru (7/3/2026).
Ratih mengungkapkan, di tahun kedua penyelenggaraan program ini, jumlah animo mahasiswa meningkat. Jika tahun lalu hanya melayani untuk rute di Jawa saja dan jumlahnya 116 mahasiswa, maka tahun ini meningkat lebih dari 100 persen.
“Sebenarnya ini bagian dari komitmen UMY sebagai perguruan tinggi yang ingin memberikan pelayanan terbaik kepada mahasiswa dan juga memastikan untuk kenyamanan, keamanan mereka untuk pulang kampung masing-masing tanpa biaya. Jumlah armadanya tahun ini ada 13,” ujarnya.
Ratih menyebut , pada intinya program Mudik Bareng UMY ini merupakan program yang bertujuan untuk meringankan beban bagi mahasiswa yang ingin pulang kampung namun terkendala dari sisi dana.
“Jadi ini program kemitraan yang dimiliki UMB, BMT dan Big Bird. Kerjasama yang kita jaga dengan baik dan sangat membantu untuk tidak hanya UMB bisa melaksanakan program-programnya, tetapi juga bisa memberikan kesejahteraan buat mahasiswa untuk bisa pulang dan bertemu dengan keluarga,” ungkapnya.
Terkait pemilihan rute ke Sumatera, Ratih menjelaskan bahwa hal tersebut sudah dipertimbangkan dengan matang. Sebelumnya, ia bersama tim sudah melakukan survei terlebih dahulu sehingga rute tujuan Sumatera ini dipilih untuk program tahun ini.
“Ya di Palembang ini kami pertimbangkan karena memang dari sisi biaya kami sempat survei berapa sih sebenarnya biaya yang harus mereka bayar kalau pulang sampai ke Lampung atau Palembang. Kemudian dari mahasiswa itu cerita rata-rata paling murah itu Rp 500 ribu dan sekarang terakhir itu sudah Rp 800 ribu hingga Rp 900 ribu. Sehingga ini yang menjadi pertimbangan tampaknya mudik bareng itu akan lebih bermanfaat kalau kita juga membuat jalur yang jauh dan banyak mahasiswa kita yang berasal dari daerah itu,” terangnya.
Salah satu peserta mudik, Rifqi Alvian, mahasiswa Ilmu Komunikasi angkatan 2022 asal Metro, Lampung, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.
“Sebagai mahasiswa perantauan, mendapatkan fasilitas untuk bisa mudik gratis itu benar-benar privilege yang luar biasa,” ujarnya.
Menurut Rifqi, perjalanan dari Yogyakarta menuju Lampung biasanya membutuhkan biaya yang cukup besar jika menggunakan transportasi umum. Karena itu, fasilitas mudik gratis yang disediakan kampus sangat membantu mahasiswa seperti dirinya.
“Biasanya kalau naik kendaraan umum itu lumayan mahal harga tiketnya. Sekarang karena difasilitasi mudik gratis UMY, jadi lumayan hemat banget. Bisa nol rupiah budget pulang,” jelasnya. (Ken).
