PROSA.ID, Yogyakarta – Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo (STIPRAM) Yogyakarta menggelar wisuda untuk jenjang Diploma Perhotelan (D3), Sarjana Pariwisata (S1) dan Program Magister Pariwisata (S2) Tahun Akademik 2024/2025 di Ayodya Auditorium kampus setempat, Rabu (20/8/2025).
Pada periode wisuda ini, STIPRAM Yogyakarta meluluskan sebanyak 835 mahasiswanya yang terdiri dari 45 orang lulusan Magister, 551 orang lulusan Sarjana dan 249 orang lulusan Diploma.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah V, Setyabudi Indarto dalam sambutannya mengatakan, sektor pariwisata belakangan ini menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, khususnya di DIY.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Mei 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Yogyakarta pada bulan Mei 2025 meningkat 35,94 persen dibandingkan bulan April 2025, yakni dari 7.135 kunjungan menjadi 9.699 kunjungan. Sementara Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang di Yogyakarta pada Mei 2025 tercatat sebesar 53,94 persen, naik 3,96 poin dibandingkan bulan sebelumnya.
“Data ini mengindikasikan dua hal penting. Pertama, sektor pariwisata di Yogyakarta sedang mengalami peningkatan signifikan. Kedua, kebutuhan terhadap layanan dan kualitas sumber daya manusia pariwisata semakin kompleks dan menuntut standar profesionalisme yang lebih tinggi,” kata Setyabudi.
Pada periode ini STIPRAM Yogyakarta mengangkat tema ‘Leads with Skill, Soul, and
Sustainability’. Menurut Setyabudi, tema ini sangat relevan dengan kondisi tersebut. Ia menilai, tema ini mengandung pesan mendalam yang sekaligus
menjadi arah bagi para lulusan STIPRAM.
Pertama, Leads with Skill berarti lulusan STIPRAM harus memiliki keterampilan unggul, mulai dari manajemen destinasi, pelayanan perhotelan, hingga pemanfaatan teknologi digital.
“Dengan bekal ini, lulusan bukan hanya pencari kerja, tetapi juga pencipta peluang kerja,” ungkap Setyabudi.
Kedua, Leads with Soul menekankan bahwa keberhasilan pariwisata lahir dari ketulusan dan empati dalam pelayanan. Jiwa inilah yang menghadirkan pengalaman wisata yang otentik dan berkesan bagi setiap pengunjung.
Ketiga, Leads with Sustainability mengingatkan bahwa pariwisata harus berorientasi pada keberlanjutan ekologi, ekonomi dan budaya.
“Lulusan STIPRAM diharapkan menjadi agen perubahan yang memastikan pariwisata tidak hanya memberi manfaat saat ini, tetapi juga lestari bagi generasi mendatang,” lanjut Setyabudi.
Setyabudi menyebut, nilai-nilai yang terkandung dalam tema wisuda ini sejalan dengan program DIKTI Saintek Berdampak, yakni menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
“Dengan demikian, lulusan STIPRAM diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkontribusi langsung dalam pengembangan pariwisata yang berkualitas, berjiwa dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Ketua STIPRAM Yogyakarta, Suhendroyono menambahkan, kampus percaya dengan potensi para lulusan bisa mewarnai langkah kepariwisataan Indonesia. Sebab para lulusan tak hanya dibekali dengan pengetahuan, tapi juga ketrampilan.
“Harapan kami, para alumni ini dapat memberi warna positif bagi pembangunan bangsa dan berkarya optimal di bidang pariwisata maupun perhotelan,” kata Suhendroyono. (Ken).
