PROSA.ID, Yogyakarta – Menjelang Hari Buruh Internasional 2026, Harda Kiswaya bersama Danang Maharsa menggelar dialog dengan serikat pekerja.
Dialog dan serap aspirasi bersama perwakilan 10 afiliasi serikat pekerja atau buruh, di Myosotic Coffee, Kamis (30/4/2026).
Forum ini menjadi langkah memperkuat komunikasi dan menjaga stabilitas hubungan industrial di Sleman.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Sleman, Epiphana Kristiyani mengatakan, forum ini penting untuk membangun komunikasi yang sehat antara buruh dan pemerintah.
“Pertemuan ini sebagai momentum menjalin komunikasi yang baik sekaligus menyerap aspirasi terkait kondisi kesejahteraan buruh di Sleman,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Bupati Sleman, Harda Kiswaya, yang menilai dialog ini menjadi langkah strategis menciptakan kolaborasi menjelang May Day.
“Peringatan Hari Buruh ini adalah bentuk penghormatan bagi para pekerja. Kami berharap pelaksanaannya berlangsung aman dan damai,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya memperluas komunikasi tidak hanya antara pemerintah dan buruh, tetapi juga dengan pihak perusahaan.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk membangun hubungan yang harmonis antara pemerintah, pekerja, dan manajemen perusahaan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolres Sleman, Adhitya Panji Anom menyebut, peringatan May Day sebagai ruang menyampaikan aspirasi buruh secara konstruktif.
Menurutnya, penyampaian aspirasi perlu dilakukan secara dialogis agar dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan.
“Silakan menyampaikan aspirasi, tetapi dengan cara yang komunikatif sehingga bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Forkopimda,” paparnya.
Ia juga memastikan pengamanan peringatan Hari Buruh di Sleman akan dilakukan secara humanis dan profesional.
“Kami hadir untuk memberikan rasa aman, baik bagi buruh maupun masyarakat. Mari bersama menjaga kondusivitas,” tegasnya.
Melalui dialog ini, Pemkab Sleman berharap peringatan May Day 2026 tidak hanya berjalan tertib, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara buruh, pemerintah, dan dunia usaha demi menciptakan iklim industri yang sehat dan berkelanjutan. (Ken).
