Home » Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Muhammadiyah Sampaikan Duka dan Serukan Penahanan Diri

Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Muhammadiyah Sampaikan Duka dan Serukan Penahanan Diri

Praka Farizal Romadhon yang gugur saat bertugas di Lebanon. (instagram/farizalrmdn17).

PROSA.ID, Jakarta –  Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya prajurit TNI, Praka Farizal Romadhon, saat menjalankan misi perdamaian dunia di Lebanon.

Praka Farizal dilaporkan gugur akibat serangan artileri di wilayah Lebanon Selatan pada Minggu (29/3/2026), saat bertugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).

Insiden tersebut juga mengakibatkan tiga prajurit TNI lainnya terluka, terdiri dari satu orang luka berat dan dua lainnya luka ringan, di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan tersebut.

Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Syafiq Mughni, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan jajaran TNI.

Ia menegaskan bahwa pengabdian almarhum merupakan bentuk nyata kontribusi Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

“Pimpinan Pusat Muhammadiyah menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya Praka Farizal Romadhon. Almarhum adalah putra terbaik bangsa yang telah mengorbankan jiwa dan raganya dalam menjalankan amanah kemanusiaan dan perdamaian dunia,” ujar Syafiq dalam keterangan tertulisnya, Selasa (31/3/2026).

Ia juga mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT serta seluruh amal ibadahnya diterima.

“Kami berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi musibah ini,” tambahnya.

Selain itu, Muhammadiyah menyampaikan keprihatinan atas meningkatnya konflik di Lebanon Selatan yang dinilai mengancam keselamatan pasukan perdamaian, termasuk kontingen Indonesia.

“Kami menyerukan kepada semua pihak yang terlibat konflik untuk menahan diri, menghormati hukum humaniter internasional, serta menjamin keselamatan para personel penjaga perdamaian,” tegas Syafiq.

Muhammadiyah juga menyatakan dukungan terhadap peran aktif Indonesia dalam misi perdamaian dunia sebagai bagian dari komitmen konstitusional menjaga ketertiban dunia yang berlandaskan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial. (Ken).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *