PROSA.ID, Yogyakarta – Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) Daerah Istimewa Yogyakarta serta kabupaten/kota se-DIY masa bakti 2026–2030 resmi dikukuhkan di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan, Kamis (30/04/2026).
Wakil Gubernur DIY sekaligus Ketua Umum KONI DIY, Paku Alam X, menyampaikan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari upaya besar menghadirkan keseimbangan hidup melalui olahraga perempuan.
“Momentum ini bukan sekadar seremoni, tetapi awal dari laku untuk menata keseimbangan kehidupan melalui olahraga perempuan,” ujar Sri Paduka saat membacakan sambutan Gubernur DIY.
Ia menekankan, olahraga tidak hanya berkaitan dengan prestasi, tetapi juga menjadi sarana merawat martabat dan nilai kemanusiaan. Namun demikian, realitas menunjukkan akses perempuan di bidang olahraga masih belum sepenuhnya setara.
“Perempuan masih menghadapi keterbatasan akses, kepemimpinan, dan kesejahteraan. Karena itu, kebijakan yang ada perlu diperkuat agar implementasinya benar-benar berkeadilan,” tegasnya.
Menurutnya, PERWOSI memiliki peran strategis tidak hanya meningkatkan partisipasi, tetapi juga menghadirkan keadilan nyata dalam dunia olahraga. Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor.
“Diperlukan manunggaling daya, sinergi antara PERWOSI, pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, dan sektor usaha agar gerakan ini berkelanjutan,” imbuhnya.
Sri Paduka berharap kepengurusan baru mampu membangun ekosistem olahraga yang inklusif dan menyejahterakan perempuan, baik secara fisik maupun mental.
Sementara itu, Ketua PERWOSI DIY masa bakti 2026–2030, GKR Hemas, menyebut organisasi ini memiliki posisi strategis dalam ekosistem sosial budaya di Yogyakarta.
“PERWOSI tidak hanya organisasi olahraga perempuan, tetapi juga motor penggerak gaya hidup sehat berbasis komunitas yang menjangkau hingga tingkat kelurahan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, PERWOSI DIY telah membangun struktur organisasi hingga tingkat kabupaten/kota, kapanewon, dan kemantren, serta mengembangkan kelompok senam sebagai ujung tombak gerakan hidup sehat.
Di bidang keolahragaan, PERWOSI aktif melakukan pembinaan generasi muda melalui berbagai kompetisi, seperti lomba senam tingkat SD dan SMP, bola voli siswi, hingga partisipasi dalam ajang nasional.
Selain itu, penguatan sumber daya manusia juga dilakukan melalui berbagai sosialisasi kesehatan, mulai dari pencegahan kanker, kesehatan tulang, hingga pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD).
“Kami berharap kepengurusan baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan membawa PERWOSI semakin relevan serta berdampak luas bagi masyarakat,” kata GKR Hemas.
Dengan pengukuhan ini, PERWOSI DIY diharapkan semakin memperkuat peran perempuan sebagai agen perubahan dalam membangun masyarakat sehat, aktif, dan berdaya, sejalan dengan nilai-nilai budaya lokal Yogyakarta. (Ken).
