PROSA.ID, Yogyakarta – Tim SAR Gabungan resmi menghentikan pencarian Azka Nurfadilah, warga Pondok Ranggon, Jakarta Timur yang hilang di Pantai Siung, Kabupaten Gunungkidul, DIY.
Penghentian pencarian ini sesuai peraturan UU No 29 tahun 2014 tentang Pencarian dan Pertolongan ( SAR). Operasi SAR dilaksanakan selama 7 hari dan apabila dalam kurun waktu tersebut korban belum ditemukan, maka akan ditutup secara resmi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta, Kamal Riswandi mengatakan, operasi pencarian wisatawan hilang di Pantai Siung Kabupaten Gunungkidul sudah dimulai sejak hari pertama adanya laporan pada Senin, 28 Juli 2025 pekan lalu.
“Segala upaya dan usaha Tim SAR Gabungan sudah dilakukan. Area pencarian pun sudah diperluas dan metode pencarian juga sudah kami lakukan. Mulai dari pencarian visual dengan penyisiran sepanjang Pantai Siung ke arah timur dan barat, penyisiran menggunakan perahu jukung dan jetsky, hingga pencarian menggunakan drone untuk pantauan dari udara,” katanya dikutip Minggu (3/8/2025).
Kamal menjelaskan, selain itu Posko SAR Gabungan juga telah menyebar informasi kepada nelayan-nelayan hingga ke wilayah Cilacap, Jawa Tengah dan Pacitan, Jawa Timur.
Sementara untuk personil gabungan sejak hari pertama pencarian hingga hari ketujuh berjumlah kurang lebih 50-100 personil.
“Proses penutupan operasi SAR diawali dengan evaluasi tim SAR Gabungan , koordinasi dengan pihak keluarga korban serta perangkat kewilayahan setempat,” ujarnya.
Meski pencarian telah resmi ditutup di hari ketujuh, lanjut Kamal, namun tidak serta merta menutup Operasi SAR. Pihaknya akan tetap berkordinasi dengan semua unsur SAR Gabungan terutama dengan keluarga Korban.
“Kami berkordinasi dengan keluarga korban, apabila keluarga korban sudah mengikhlaskan dan atas kesepakatan semua pihak maka operasi SAR akan ditutup secara resmi. Meski demikian, kami akan terus berkordinasi dengan semua unsur potensi SAR dan masyarakat sekitar lokasi kejadian, apabila di kemudian hari muncul tanda-tanda korban, maka operasi SAR dapat dibuka kembali,” pungkasnya. (Kris).
