Home » Pemda DIY Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Idul Fitri 1447 H

Pemda DIY Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Idul Fitri 1447 H

Konferensi Pers Hasil Pemantauan TPID Menjelang Idul Fitri 1447 H di Ruang Wisanggeni, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (4/3/2026). (prosa/ken).

PROSA.ID, Yogyakarta – Pemerintah Daerah (Pemda) DIY melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) memastikan stok atau ketersediaan bahan pangan, stabilitas harga dan distribusi aman menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H.

TPID melakukan pengawasan intensif di seluruh kabupaten/kota DIY untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti mengatakan, jaminan pemerintah soal keamanan stok pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) ini merupakan salah satu bukti bahwa negara hadir dalam menjaga stabilitas ekonomi.

“ini adalah komitmen konkret, bahwa negara hadir menjaga stabilitas ekonomi, terutama pada momentum yang sangat penting bagi keluarga dan masyarakat. Meski memang secara umum, pasokan komoditas pangan strategis di DIY masih tersedia dan mencukupi kebutuhan masyarakat hingga Idul Fitri,” katanya dalam Konferensi Pers Hasil Pemantauan TPID Menjelang Idul Fitri 1447 H di Ruang Wisanggeni, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Rabu (4/3/2026).

Ni Made mengungkapkan, berdasarkan hasil pantauan terkini, pasokan komoditas pangan strategis di wilayah DIY dinilai masih mencukupi kebutuhan hingga hari raya mendatang. Bahkan volume permintaan bahan pangan saat ini relatif stabil.

“Namun kami prediksi kenaikan mulai terjadi pada sepuluh hari menjelang lebaran,” jelasnya.

Ni Made menyebut, guna memastikan stok dan sistem distribusi berjalan lancar, pihaknya melakukan koordinasi dengan distributor dan pemasok.

Selain itu, Pemda DIY juga menjalankan strategi 4 K, yakni Ketersediaan pasokan,  Keterjangkauan harga, Kelancaran distribusi, dan Komunikasi yang efektif.

“Langkah ini menjadi fondasi utama dalam menjaga inflasi daerah. Menjelang HKBN ini kami juga mempercepat langkah strategis. Diantaranya, mengintensifkan pemantauan harga dan stok komoditas utama, baik pada stok pemerintah, gudang distributor, pasar tradisional, ritel modern, hingga tingkat produsen,” papar Ni Made.

Selain pemantauan stok, Pemda DIY juga menggandeng Satgas Pangan dan aparat penegak hukum untuk memantau rantai pasok.

Hal ini dilakukan guna mencegah praktik penimbunan atau gangguan distribusi yang dapat memicu kenaikan harga yang tidak rasional di pasar.

“Semua ini dilaksanakan dalam kerangka Strategi 4K TPID. Karena, ketersediaan pasokan dengan harga yang wajar adalah syarat utama bergeraknya roda ekonomi masyarakat. Ketika pasokan aman dan harga stabil, daya beli terjaga, pelaku usaha kecil tetap produktif, dan aktivitas ekonomi tumbuh dengan sehat,” imbuh Ni Made.

Ni Made mengimbau agar masyarakat untuk menerapkan pola konsumsi yang bijak dan tidak melakukan panic buying.

“Pentingnya sikap belanja secara bijak sebagai kontribusi nyata masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah selama masa Lebaran 2026,” katanya.

Sementara Kepala Biro Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Eling Priswanto menambahkan, adanya sedikit disparitas harga antarwilayah serta fluktuasi pada beberapa komoditas akibat faktor cuaca.

Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan langkah mitigasi berupa optimalisasi intervensi pasar dan moral suasion untuk mengelola ekspektasi masyarakat.

“Lewat Surat edaran Gubernur DIY, kepada bupati/wali kota juga telah diimbau untuk menjaga inflasi, mengintensifkan pemantauan harga komoditas pangan, dan memprioritaskan perjalanan kendaraan pengangkut komoditas pangan. Selain itu, kami juga mengintensifkan serta optimalisasi intervensi pasar, serta melakukan moral suasion dalam pengelolaan ekspektasi masyarakat,” jelas Eling.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPD RI, Yashinta Sekarwangi Mega mengungkapkan, stok pangan, khususnya beras di DIY, berada dalam kategori melimpah atau surplus.

Kondisi ini menempatkan DIY sebagai daerah penyokong bagi wilayah lain yang membutuhkan.

“Melimpahnya beras bahkan membuat DIY sudah mampu melakukan pengiriman beras untuk menjaga stabilitas pangan di daerah lainnya. Terkait realita harga di pasar tradisional, memang terdapat fluktuasi harga pada komoditas pangan tertentu, namun masih dalam kategori terkendali,” ungkapnya. (Ken).















Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *