Home » Paskibraka Sleman 2026 Tetap Tampil Penuh Makna, 38 Anggota Jalankan Tugas hingga 1 Juni 2027

Paskibraka Sleman 2026 Tetap Tampil Penuh Makna, 38 Anggota Jalankan Tugas hingga 1 Juni 2027

Anggota Paskibraka Kabupaten Sleman sedang berlatih di Lapangan Denggung, Selasa (11/8/2026). (prosa/ken).

SLEMAN — Sebanyak 38 putra-putri terbaik Sleman yang terpilih sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Sleman 2026 tetap akan menjalankan tugas secara penuh meski jumlah personel tahun ini lebih sedikit dibandingkan formasi ideal sebelumnya.

Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sleman, Muhammad Aji Wibowo menjelaskan, pengurangan jumlah personel tidak mengubah substansi tugas maupun materi pelatihan Paskibraka.

Menurutnya, formasi tahun ini menyesuaikan kondisi anggaran. Meski demikian, seluruh anggota tetap mengikuti rangkaian pelatihan dan bertugas bersama pada upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2026.

“Kalau kami, enggak. Menyesuaikan saja yang ada. Cuma harapan kita ke depan formasinya lengkap, 17, 8, 45,” katanya di Sleman, Selasa (11/8/2026). 

Formasi 17-8-45 Belum Lengkap

Dalam formasi Paskibraka yang ideal, angka 17, 8, dan 45 memiliki makna tersendiri. Namun tahun ini, Sleman hanya memiliki 38 anggota.

Aji mengungkapkan, kondisi serupa juga terjadi di hampir seluruh kabupaten/kota di DIY. 

Meski formasinya tidak mencapai 45 anggota, ia memastikan makna Paskibraka tidak berkurang.

“17, 8 berarti kan itu 25, tambah 45 jadi 70. Cadangannya biasanya empat. Harapan kita kembali ke situ, lebih meriah,” jelasnya.

Ia menegaskan, 38 anggota Paskibraka Sleman bukan berarti hanya sebagian yang bertugas. 

Seluruhnya tetap mengikuti barisan dan menjalankan tugas, baik dalam rangkaian pengibaran maupun penurunan bendera.

“Enggak, ikut baris semua, pagi sore,” tegasnya.

Dengan jumlah anggota yang lebih sedikit, konsekuensinya hanya terlihat pada panjang barisan. 

Namun tugas dan tanggung jawab setiap anggota tetap sama.

“Agak pendek nanti jumlah barisannya, cuma gitu. Kalau maknanya sama. Kita menyesuaikan anggaran,” ungkapnya.

Pelatihan Tetap Sama, Tidak Ada Materi yang Dipangkas

Kendati anggaran mengalami penyesuaian, Kesbangpol Sleman memastikan materi pelatihan Paskibraka 2026 tidak mengalami pengurangan.

Pemusatan pelatihan dimulai pada 21 Juli 2026, setelah proses seleksi yang berlangsung sejak Maret. 

Saat ini para anggota menjalani latihan di kawasan Denggung.

“Kalau materi persis sama, harinya sama,” katanya.

Ia menegaskan, pendampingan dan materi pembentukan karakter tetap diberikan. 

Penyesuaian dilakukan pada aspek operasional agar anggaran yang tersedia dapat digunakan seefektif mungkin.

“Kalau kita benar-benar seefektif mungkin. Misalkan makan ya sekali, snack sekali, gitu saja,” ujarnya.

Ia menjelaskan, efisiensi juga menyentuh kebutuhan perlengkapan anggota. 

Salah satunya jumlah kaus latihan yang disediakan.

Ia menilai kebutuhan tersebut tetap harus diperhitungkan karena anggota menjalani aktivitas dari pagi hingga sore.

“Kaosnya harusnya tiga. Kenapa? Karena pagi jam 7 sampai jam 4. Kalau hanya dua, menurut saya kurang manusiawi,” tandasnya.

Anggaran Turun, Efisiensi Jadi Kunci

Aji menambahkan, anggaran pelaksanaan Paskibraka tahun ini berada di kisaran Rp683 juta.

Angka tersebut turun sekitar Rp1,2 miliar dibandingkan anggaran sebelumnya yang mencapai sekitar Rp1,8 miliar.

Ia mengaku, baru mulai bertugas di Kesbangpol Sleman pada akhir April 2026 sehingga cukup terkejut ketika mengetahui besaran anggaran yang tersedia untuk kegiatan Paskibraka tahun ini.

Namun, kondisi tersebut tidak membuat pihaknya mengurangi substansi pembinaan.

“Ketika kita cermati ke dalam, duit ini hampir Rp700 juta, tapi kalau dijagake tenan ternyata ya mamring, tanda petik, karena untuk 38 anak,” paparnya.

Karena itu, efisiensi menjadi pilihan utama agar seluruh tahapan pembentukan Paskibraka tetap berjalan.

38 Anggota Bukan Cadangan

Dari 38 anggota yang terpilih, tidak ada yang berstatus sebagai cadangan.

Proses seleksi, lanjut Aji, dilakukan secara ketat sehingga seluruh anggota yang terpilih dinilai memiliki kemampuan fisik dan mental untuk menjalankan tugas.

“Sudah seleksinya ketat. Kita enggak ada titipan,” tegasnya.

Ia bahkan memastikan dirinya melihat langsung proses seleksi tersebut. 

Ia menyampaikan, ketatnya seleksi menjadi alasan tidak diperlukan anggota cadangan.

“Enggak ada titipan. Kita enggak mengenal titipan,” katanya.

Ia optimistis 38 anggota yang bertahan hingga tahap pemusatan pelatihan mampu menjalankan tugas sampai selesai.

Sleman Kirim Satu Paskibraka ke Nasional

Selain 38 anggota yang bertugas di tingkat kabupaten, Sleman juga mengirimkan perwakilan ke tingkat provinsi dan nasional.

Tahun ini, satu anggota Paskibraka Sleman lolos ke tingkat nasional, sedangkan tujuh lainnya lolos ke tingkat provinsi DIY.

Satu wakil Sleman yang lolos ke tingkat nasional adalah Ahmad Raditya, siswa SMK Penerbangan Adisutjipto.

Ahmad Raditya akan menjalankan tugas di tingkat nasional di Istana. 

Kesbangpol Sleman berharap ia dapat menembus barisan inti dalam upacara kenegaraan.

“Harapan saya mudah-mudahan nanti dia ikut barisan inti,” ujarnya.

Sementara itu, tujuh anggota lainnya akan memperkuat Paskibraka tingkat Provinsi DIY.

Dengan demikian, total terdapat delapan putra-putri Sleman yang tahun ini mendapat kesempatan menjalankan tugas di tingkat lebih tinggi, sementara 38 anggota lainnya bertugas di Kabupaten Sleman.

Bertugas hingga 1 Juni 2027

Tugas Paskibraka Sleman 2026 tidak berhenti setelah upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17 Agustus mendatang.

Para anggota akan menjalankan rangkaian tugas hingga 1 Juni 2027, termasuk dalam upacara peringatan Hari Lahir Pancasila.

Setelah seluruh rangkaian tugas selesai, mereka akan menjadi purna Paskibraka dan menjalankan peran sebagai Duta Pancasila Sleman.

“Paskibraka 2026 itu tugas di 17 Agustus 2026 dan 1 Juni 2027. Setelah itu dia jadi purna Paskibraka Duta Pancasila Sleman,” jelasnya.

Aji menjelaskan, status sebagai Paskibraka bukan sekadar pengalaman mengikuti upacara. 

“Ada tanggung jawab moral dan karakter yang diharapkan melekat dalam diri setiap anggota,” ucapnya. 

Bukan Sekadar Banyaknya Anggota

Kesbangpol Sleman menegaskan, keberhasilan Paskibraka tidak dapat diukur hanya dari jumlah personel yang terlibat.

Lebih penting dari itu, para anggota harus mampu membawa nilai yang mereka dapatkan selama proses seleksi, pelatihan, hingga pelaksanaan tugas ke dalam kehidupan sehari-hari.

“Harapan saya Paskibraka itu kan memang anak-anak pilihan. Tugasnya satu tahun full,” katanya.

Ia berharap, pengalaman menjadi Paskibraka membuat para peserta memiliki karakter yang lebih kuat dan berbeda setelah kembali ke lingkungan masing-masing.

“Paskibra itu harapan kita bukan hanya banyaknya anak, tapi mereka satu, bangga. Kedua, mereka jadi anak yang beda kalau sudah Paskibra itu,” pungkasnya. (Ken). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *