PROSA.ID, Yogyakarta – Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman menargetkan 450 ribu kunjungan wisatawan selama musim libur sekolah dan libur panjang pertengahan tahun 2026.
Lonjakan kunjungan tersebut diperkirakan mampu menggerakkan perputaran ekonomi hingga Rp1,26 triliun.
Kepala Dinas Pariwisata Sleman, Kus Endarto mengatakan, wisatawan masih menjadikan Candi Prambanan, Kaliadem, dan Kaliurang sebagai destinasi favorit.
“Selain itu, sejumlah agenda besar seperti libur sekolah, penerimaan mahasiswa baru, Mandiri Jogja Marathon, dan Prambanan Jazz Festival diyakini akan mendongkrak jumlah kunjungan,” katanya, Kamis (4/6/2026).
Wisatawan Diproyeksikan Belanja hingga Rp1 Juta per Orang
Dinas Pariwisata memperkirakan setiap wisatawan mengeluarkan belanja antara Rp750 ribu hingga Rp1 juta selama berada di Sleman.
Dengan target 450 ribu kunjungan, perputaran ekonomi diprediksi mencapai Rp337,5 miliar hingga Rp1,26 triliun.
Sementara itu, tingkat okupansi hotel diperkirakan berada pada kisaran 40 hingga 60 persen dengan rata-rata lama menginap 1,5 sampai 2 hari.
Sleman Cegah Praktik Nuthuk Jelang Musim Liburan
Kus menyebut, menjelang lonjakan wisatawan, Dinas Pariwisata akan menerbitkan surat edaran untuk mencegah praktik nuthuk atau tarif tidak wajar yang dilakukan oknum petugas parkir maupun pedagang.
Selain itu, ia juga mengingatkan seluruh pelaku wisata untuk menjaga kualitas pelayanan, kebersihan, keamanan, dan kenyamanan pengunjung.
“Kami ingin wisatawan mendapatkan pengalaman yang baik sehingga mereka mau kembali berkunjung ke Sleman,” jelasnya.
Wisatawan Asing Dominasi Kawasan Merapi
Kawasan Gubuk Merapi di Tunggularum menunjukkan tren positif. Sebanyak 80 persen pengunjung destinasi tersebut berasal dari wisatawan mancanegara.
Wisatawan asal China mendominasi kunjungan, disusul wisatawan Eropa. Periode Juni hingga Agustus menjadi musim favorit wisatawan untuk menikmati panorama Gunung Merapi.
Kunjungan Wisata Masih Mengalami Penurunan
Meski optimistis menghadapi musim liburan, Kus mencatat kunjungan wisatawan Januari-Mei 2026 mencapai 3,06 juta orang atau turun 12,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kus menilai, kondisi ekonomi dan pergeseran minat wisatawan ke destinasi pantai menjadi penyebab utama penurunan tersebut.
“Tantangan pariwisata bukan hanya mendatangkan wisatawan, tetapi membuat mereka datang kembali,” tegasnya. (Ken).
