Home » Lantik Sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Sultan: Rakyat Tak Nilai Jabatan, tapi Jejak Kerja dan Pengabdian

Lantik Sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Sultan: Rakyat Tak Nilai Jabatan, tapi Jejak Kerja dan Pengabdian

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Bangsal Kepatihan Yogyakarta, Rabu (5/8/2026). (istimewa).

PROSA.ID, Yogyakarta – Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X mengingatkan para pejabat baru bahwa jabatan bukan ukuran utama keberhasilan seorang pemimpin.

Menurut Sultan, rakyat akan menilai pemimpin dari kerja nyata, integritas, dan manfaat yang mereka rasakan.

Sri Sultan menyampaikan pesan itu saat melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di Bangsal Kepatihan, Kompleks Kepatihan Yogyakarta, Rabu (5/8/2026).

Sultan meminta para pejabat tidak menjadikan pelantikan sebagai puncak pencapaian. 

Sebaliknya, mereka harus menjadikan sumpah jabatan sebagai awal pembuktian tanggung jawab kepada masyarakat.

“Hari ini Saudara menerima jabatan. Jangan terburu-buru merasa telah menjadi pemimpin. Sumpah yang Saudara ucapkan hari ini akan menjadi saksi atas bagaimana amanah itu dijalankan dari hari ke hari,” tegas Sri Sultan.

Sri Sultan: Jabatan Bisa Diberikan, Kewibawaan Harus Dibuktikan

Sri Sultan mengingatkan para pejabat agar tidak mengejar kekuasaan sebagai tujuan akhir. 

Sultan berharap, mereka membangun kewibawaan melalui integritas dan rekam kerja yang teruji.

Sri Sultan mengutip falsafah WahyuCakraningrat. Ia menilai, amanah hanya layak diemban orang yang memiliki integritas, keteguhan, dan kesediaan menjalani laku pengabdian.

“Kekuasaan dapat diberikan melalui satu lembar keputusan, tetapi kewibawaan tidak pernah lahir dari kertas. Kewibawaan lahir dari laku yang teruji dan dapat dipertanggungjawabkan kepada Tuhan, sejarah, dan rakyat,” ujarnya.

Manajemen Talenta ASN Harus Ukur Rekam Kerja

Pelantikan sembilan pejabat tersebut sekaligus memperkuat penerapan Manajemen Talenta ASN di Pemda DIY.

Sri Sultan meminta Pemda DIY menggunakan kinerja, kompetensi, potensi, integritas, dan moralitas sebagai dasar pengembangan karier aparatur.

Sultan pun menolak pola promosi yang hanya mengandalkan kedekatan, kesan, atau persepsi.

“Dalam manajemen talenta, setiap ASN dinilai dari jejak kerja yang nyata, bukan berdasarkan kesan sesaat ataupun bisikan di lorong-lorong kekuasaan,” kata Sri Sultan.

Sri Sultan Soroti Ego Jabatan di Birokrasi

Sri Sultan juga menyoroti ego jabatan dan ego kelembagaan yang masih menghambat birokrasi. 

Sultan menyebut, pola pikir yang mengukur kehormatan seseorang dari posisi justru bertentangan dengan semangat Hamemayu Hayuning Bawana.

Karena itu, Sri Sultan mendorong Pemda DIY membangun budaya birokrasi berbasis merit. 

Sultan ingin aparatur memperoleh kepercayaan berdasarkan kualitas, kompetensi, integritas, dan hasil kerja.

“Pemda DIY tidak dibangun oleh mereka yang paling tinggi kedudukannya, melainkan oleh mereka yang paling nyata sumbangsihnya,” tegas Sri Sultan.

Sultan juga menekankan bahwa birokrasi tidak boleh menilai seseorang hanya dari kursi yang mereka duduki. 

“Birokrasi harus menilai setiap aparatur dari jejak kerja yang mereka tinggalkan,” ungkap Sultan.

Sembilan Pejabat Baru Diminta Percepat Pelayanan

Sri Sultan meminta sembilan pejabat baru merangkul seluruh aparatur dan memperkuat kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).

Sultan berharap, pergantian pimpinan di sejumlah OPD strategis dapat mempercepat peningkatan pelayanan publik.

Para pejabat baru akan menghadapi tantangan di berbagai sektor, mulai dari infrastruktur, pendidikan, pariwisata, perdagangan hingga pelayanan sosial.

Sri Sultan mengungkapkan, seluruh sektor tersebut menghasilkan kebijakan yang langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat DIY.

Sri Sultan Dorong Birokrasi DIY Berbudaya SATRIYA

Sri Sultan berharap penerapan manajemen talenta dapat melahirkan birokrasi yang adaptif dan profesional.

Sultan juga meminta para pejabat baru menjadi penggerak perubahan di lingkungan pemerintahan.

Para pejabat, kata Sultan, tidak cukup hanya menjalankan administrasi pemerintahan. 

Mereka harus menerjemahkan nilai-nilai Keistimewaan DIY melalui kebijakan dan pelayanan yang masyarakat rasakan langsung.

“Harapannya para pemimpin baru menguatkan budaya kerja satriya dalam menjalankan pemerintahan,” imbuh Sultan. 

Ini 9 Pejabat yang Dilantik Sri Sultan

Sri Sultan Hamengku Buwono X melantik sembilan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemda DIY.

Berikut daftar pejabat yang mendapat amanah baru:

  1. Anna Rina Herbranti sebagai Asisten Sekretaris Daerah Bidang Perekonomian dan Pembangunan.
  2. Imam Pratanadi sebagai Asisten Sekretaris Daerah Bidang Administrasi Umum.
  3. Ana Windyawati sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Hukum, Pemerintahan, dan Politik.
  4. Aris Prasena sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Energi Sumber Daya Mineral DIY.
  5. Raden Suci Rohmadi sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga DIY.
  6. Anton Raharja sebagai Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY.
  7. Suyarno sebagai Kepala Dinas Sosial DIY.
  8. Atik Sudarmi sebagai Kepala Dinas Pariwisata DIY.
  9. Poniran sebagai Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah DIY.

Sri Sultan: Rakyat Ingat Jejak Pengabdian

Sri Sultan menambahkan, pelantikan tersebut menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sultan menegaskan bahwa pejabat harus membuktikan amanah melalui hasil kerja, bukan sekadar menduduki jabatan strategis.

Pada akhirnya, lanjut Sri Sultan, masyarakat tidak akan mengingat seberapa tinggi posisi seorang pejabat. Masyarakat justru akan mengingat manfaat dan pengabdian yang mereka tinggalkan.

“Rakyat tidak akan mengingat tinggi rendahnya jabatan seseorang, melainkan jejak pengabdian yang ditinggalkan. Selamat bekerja dan mengabdi,” pungkas Sri Sultan. (Ken). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *