Home » Laka Lantas di Sleman Tinggi, Polresta Sleman : Tiap Bulan Meninggal 12-20 Orang

Laka Lantas di Sleman Tinggi, Polresta Sleman : Tiap Bulan Meninggal 12-20 Orang

Kabag Ops Polresta Sleman, Kompol Masnoto saat ditemui di Sleman. (prosa/ken).

PROSA.ID, Yogyakarta – Kabag Ops Polresta Sleman, Kompol Masnoto menyebut, kecelakaan lalu lintas di wilayahnya tergolong tinggi. Rata-rata tiap bulan 12-20 orang meninggal akibat kecelakaan.

Fakta tersebut menjadi perhatian serius bagi Polresta Sleman dalam memperketat keamanan dan kenyamanan dalam berlalu lintas, terlebih menjelang Idulfitri 1447 H.

“Ada dua titik kerawanan utama selama arus mudik Lebaran. Pertama, kemacetan akibat tingginya mobilitas masyarakat yang ingin berlibur dan berekreasi dan yang kedua adalah risiko kecelakaan yang sejalan dengan padatnya arus lalu lintas,” katanya di Rumah Dinas Bupati Sleman, Kamis (12/3/2026).

Menurut Masnoto, terjadinya kecelakaan di jalanan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Namun yang paling banyak adalah kurangnya ketertiban dalam berlalu lintas dan kelalaian.

“Fakta ini perlu disikapi dengan baik. Karena itu, menjelang arus mudik dan arus balik lebaran 1447 H pihak Kepolisian secara terpusat, termasuk di Kabupaten Sleman menyelenggarakan operasi keamanan, yang di wilayah DIY menggunakan sandi Ketupat Progo 2026,” jelasnya.

Masnoto menjelaskan, sebanyak 454 personel dikerahkan untuk menempati empat pos di wilayah Sleman.

Empat pos tersebut meliputi dua Pos Pengamanan di Pelem Gurih (Gamping) dan Prambanan, satu Pos Terpadu di perbatasan Tempel, serta satu Pos Pelayanan di kawasan Ambarrukmo Plaza.

“Selain personel inti, operasi ini akan didukung oleh 1.071 personel lainnya, termasuk backup personel dari Polda DIY, Pemkab Sleman hingga unsur relawan. Polisi juga tidak libur. Seluruh personel disiagakan untuk memperkuat pengamanan jika dibutuhkan,” tegasnya. (Ken).






Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *