Home » Komisi A DPRD DIY Ajak Kaum Muda ‘Sinau Pancasila’ Lewat Jalur Kebudayaan

Komisi A DPRD DIY Ajak Kaum Muda ‘Sinau Pancasila’ Lewat Jalur Kebudayaan

Komisi A DPRD DIY dialog bersama mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan perwakilan Dimas Diajeng DIY, Sabtu (20/6/2026). (istimewa).

PROSA.ID, Yogyakarta – Ketua Komisi A DPRD DIY, Eko Suwanto, mengajak generasi muda mempelajari dan menghayati nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan kebudayaan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Ajakan itu disampaikan dalam dialog bersama mahasiswa Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan perwakilan Dimas Diajeng DIY, Sabtu (20/6/2026).

Menurut Eko, metode penanaman nilai kebangsaan tidak lagi cukup mengandalkan pendekatan hafalan dan capaian akademik semata.

Generasi muda membutuhkan ruang belajar yang lebih partisipatif, kreatif, dan menyenangkan agar nilai-nilai Pancasila benar-benar tertanam dalam kehidupan sehari-hari.

“Implementasi nilai Pancasila untuk kaum muda tidak bisa dipaksakan secara kaku. Kita harus menghadirkannya melalui pendekatan yang mengutamakan partisipasi, kesetaraan, keterbukaan, kreativitas, dan kearifan lokal,” ujar Eko.

DPRD DIY Dorong Pendidikan Pancasila yang Membumi

Eko menjelaskan, hadirnya Perda Nomor 1 Tahun 2022 menjadi langkah koreksi terhadap pola pembudayaan Pancasila yang selama ini cenderung formal dan berorientasi pada aspek kognitif.

Melalui regulasi tersebut, DPRD DIY mendorong penguatan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dengan pendekatan yang lebih membumi dan melibatkan masyarakat secara aktif.

Menurutnya, kebudayaan menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan nilai-nilai kebangsaan kepada generasi muda tanpa kesan menggurui.

Kirab Budaya dan Kesenian Jadi Sarana Aktualisasi Pancasila

Dalam rangka memperingati Bulan Bung Karno, DPRD DIY menggelar berbagai kegiatan berbasis budaya untuk membumikan nilai Pancasila di tengah masyarakat.

Kegiatan tersebut antara lain Karnaval dan Kirab Budaya Tresno Pancasila, pementasan wayang kulit, hingga pertunjukan ketoprak yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.

Eko menyampaikan apresiasi kepada kalangan kampus dan komunitas yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kami menyampaikan terima kasih atas tingginya partisipasi masyarakat. Komitmen DPRD DIY adalah menceritakan Pancasila dalam bahasa kebudayaan. Keberhasilan ini adalah milik warga dan para peserta yang tampil dengan sangat baik,” katanya.

Kaum Muda Perlu Membatin Nilai Pancasila

Salah satu mahasiswa, Soni Haidar menilai generasi muda perlu mendefinisikan kembali Pancasila.

Tujuannya agar nilai-nilai ideologisnya benar-benar membatin dan menjadi pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, di tengah meningkatnya fragmentasi sosial dan berbagai sentimen yang muncul di ruang publik, kebudayaan dapat menjadi perekat yang menyatukan masyarakat yang beragam.

“Pendekatan budaya mampu menghadirkan nilai kebangsaan secara lebih kontekstual dan mudah diterima oleh generasi muda,” jelasnya.

Dimas Diajeng DIY Dorong Penguatan Identitas Lokal

Sementara itu, salah satu perwakilan Dimas Diajeng DIY, Vega menegaskan, pentingnya penguatan identitas lokal di tengah arus globalisasi yang semakin kuat.

Ia menyebut, generasi muda perlu memiliki kebebasan berpikir dan daya saing global tanpa kehilangan akar budaya yang menjadi identitasnya.

“Penguatan identitas lokal sangat penting agar generasi muda tidak mengalami krisis identitas di era globalisasi,” ujarnya.

Perda Beri Ruang Kreativitas Generasi Muda

Eko menjelaskan, Perda Nomor 1 Tahun 2022 juga memberikan ruang yang luas bagi masyarakat untuk mengaktualisasikan nilai Pancasila melalui berbagai kegiatan kreatif.

Pasal 12, misalnya, membuka peluang peringatan Hari Lahir Pancasila melalui kegiatan olahraga, seni, dan forum keilmuan.

Sementara Pasal 17 menegaskan pentingnya muatan lokal, keistimewaan DIY, lagu nasional, dan lagu daerah dalam proses pendidikan.

“Implementasi regulasi tersebut terlihat melalui keterlibatan berbagai unsur generasi muda, seperti drumband, Paskibraka, mahasiswa, hingga Dimas Diajeng DIY dalam berbagai kegiatan kebangsaan,” ungkapnya.

DPRD DIY Siapkan Kolaborasi Antar-Kampus

Ke depan, DPRD DIY berencana memperluas ruang kolaborasi generasi muda melalui kegiatan lintas kampus dan komunitas di seluruh DIY.

Eko berharap semakin banyak mahasiswa, pelajar, komunitas seni, dan organisasi kepemudaan yang terlibat dalam upaya membumikan Pancasila melalui jalur kebudayaan.

Ia mengungkapkan, penguatan ideologi kebangsaan tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan proses panjang dan konsisten.

“Membumikan Pancasila melalui kebudayaan adalah proses jangka panjang. Kaum muda jangan sampai kehilangan ruang ekspresi. Melalui kebudayaan, kita menanamkan idealisme dan ideologi sejak usia muda,” tegasnya.

Pancasila Harus Dihidupkan Lewat Ruang Kreatif

Eko menilai, generasi muda akan lebih mudah menerima nilai-nilai kebangsaan ketika disampaikan melalui ruang-ruang kreatif yang dekat dengan keseharian mereka.

Ia berharap, kegiatan berbasis budaya seperti kirab, pertunjukan seni, diskusi publik, hingga kolaborasi antar-komunitas dapat terus dikembangkan dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat.

“Semoga tahun depan kegiatan seperti ini bisa digelar lebih meriah, menampilkan lebih banyak kreasi, dan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat luas,” pungkasnya. (Ken).


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *