Home » KAI Bandara Ajak Difabelzone Naik KA YIA PSO, Dorong Transportasi Publik Makin Inklusif

KAI Bandara Ajak Difabelzone Naik KA YIA PSO, Dorong Transportasi Publik Makin Inklusif

KAI Bandara bersama Komunitas Difabelzone dalam program 'KAI Bandara Bersama Teman Istimewa', Kamis (27/8/2026). (istimewa).

PROSA.ID, Yogyakarta – Pengalaman menggunakan kereta api menjadi bagian penting dalam program ‘KAI Bandara Bersama Teman Istimewa’ yang kembali digelar PT Railink atau KAI Bandara bersama Komunitas Difabelzone, Kamis (27/8/2026).

Kali ini, KAI Bandara mengajak peserta Difabelzone mengenal sekaligus mencoba langsung layanan KA YIA PSO.

Kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan transportasi publik, tetapi juga mendorong teman-teman difabel agar semakin percaya diri menggunakan layanan kereta api secara aman, nyaman, dan mandiri.

Peserta Difabelzone berusia 10 hingga 40 tahun mengikuti berbagai kegiatan edukatif.

Mereka mempelajari cara menggunakan layanan KA Bandara, mengenal fasilitas stasiun, serta memahami prosedur keselamatan selama berada di stasiun maupun saat perjalanan.

KAI Bandara Perkenalkan KA YIA PSO kepada Difabelzone

Manager Komunikasi Perusahaan KAI Bandara, Ayep Hanapi mengatakan, perusahaan terus membuka akses transportasi publik bagi seluruh lapisan masyarakat.

“KAI Bandara percaya bahwa transportasi publik bukan hanya tentang mobilitas, tetapi juga tentang memberikan kesempatan yang setara bagi setiap orang untuk dapat bepergian dengan aman, nyaman, dan mandiri,” ujar Ayep.

Menurut Ayep, pengalaman langsung menjadi bagian penting dari program tersebut.

Peserta tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga mempraktikkan cara menggunakan layanan kereta api.

“Melalui program KAI Bandara Bersama Teman Istimewa, kami ingin memperkenalkan layanan KA YIA PSO sekaligus memberikan pengalaman langsung kepada teman-teman Difabelzone mengenai bagaimana menggunakan layanan kereta api,” katanya.

Program ini sekaligus memperkuat upaya KAI Bandara menghadirkan transportasi publik inklusif di Yogyakarta, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses dan pengalaman layanan yang ramah.

Karya Batik Difabelzone Tampil di Stasiun YIA

KAI Bandara juga memberikan ruang bagi peserta Difabelzone untuk menunjukkan kreativitas mereka kepada penumpang.

Peserta memperkenalkan dan memamerkan produk batik hasil karya komunitas Difabelzone di area tunggu keberangkatan Stasiun YIA.

Penumpang dapat melihat langsung karya tersebut sekaligus mengenal potensi dan keterampilan teman-teman difabel.

KAI Bandara kemudian memberikan dukungan berupa alat membatik kepada Komunitas Difabelzone.

Dukungan ini membantu komunitas melanjutkan kegiatan membatik dan mengembangkan keterampilan peserta.

Kegiatan membatik juga berpotensi membuka peluang ekonomi bagi peserta melalui pengembangan produk dan pemasaran karya mereka kepada masyarakat.

Difabelzone: Pengalaman Naik Kereta Tingkatkan Kepercayaan Diri

Pendiri Komunitas Difabelzone, Lidwina Wuri, mengapresiasi kolaborasi dengan KAI Bandara.

Ia menilai, kegiatan tersebut memberikan pengalaman berharga bagi peserta untuk mengenal transportasi publik sekaligus beraktivitas di ruang publik.

“Kami sangat berterima kasih kepada KAI Bandara atas kesempatan dan dukungan yang diberikan kepada Difabelzone,” ujar Lidwina.

Ia mengatakan, pengalaman tersebut tidak hanya mengajarkan peserta menggunakan kereta api.

Lidwina menyebut, kegiatan tersebut juga membantu peserta membangun kepercayaan diri untuk melakukan aktivitas secara lebih mandiri.

“Kegiatan ini bukan hanya tentang belajar menggunakan kereta api, tetapi juga menjadi pengalaman untuk lebih percaya diri beraktivitas di ruang publik,” ungkapnya.

Lidwina juga menyambut dukungan alat membatik dari KAI Bandara.

Ia mengungkapkan, dukungan tersebut membantu peserta mengembangkan keterampilan sekaligus menghasilkan karya yang dapat diperkenalkan kepada masyarakat.

KAI Bandara Perkuat Komitmen Transportasi Inklusif

KAI Bandara berharap kolaborasi dengan Difabelzone terus berkembang. Mereka ingin menghadirkan ekosistem transportasi publik yang semakin inklusif, ramah, aman, dan mudah diakses seluruh masyarakat.

Program ‘KAI Bandara Bersama Teman Istimewa’ juga menunjukkan bahwa transportasi publik memiliki peran lebih luas daripada sekadar menghubungkan satu lokasi dengan lokasi lain.

Melalui program tersebut, KAI Bandara membangun ruang interaksi sosial sekaligus memberikan kesempatan kepada komunitas difabel untuk berkarya dan memperkenalkan potensi mereka kepada masyarakat. (Ken).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *