PROSA.ID, Yogyakarta – Suasana ceria mewarnai hari pertama masuk sekolah di TK ABA Semesta, Senin (13/7/2026).
Puluhan peserta didik baru mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) melalui berbagai aktivitas yang dirancang untuk membantu anak beradaptasi dengan lingkungan belajar.
Kegiatan diawali dengan doa bersama, perkenalan guru, serta pengenalan berbagai fasilitas sekolah.
Seluruh rangkaian berlangsung dalam suasana santai agar anak-anak merasa aman dan nyaman sejak hari pertama.
Fokus Bangun Rasa Nyaman
Kepala TK ABA Semesta, Shofia Amalia mengatakan, hari pertama sekolah difokuskan untuk membantu anak mengenal lingkungan dan membangun rasa percaya diri.
Menurutnya, proses belajar akan dilakukan secara bertahap setelah anak merasa nyaman berada di sekolah.
“Kami mengajarkan nilai-nilai Islam melalui pendekatan bermain. Namun, pada hari pertama ini fokus kami masih pada pengenalan lingkungan sekolah. Proses pembelajaran akan dilakukan secara bertahap,” ujarnya.
Adaptasi Jadi Prioritas
Shofia menilai, masa pengenalan lingkungan sekolah menjadi tahap penting dalam proses pendidikan anak usia dini.
Anak-anak membutuhkan waktu untuk mengenal guru, teman, dan suasana sekolah sebelum mengikuti pembelajaran yang lebih terstruktur.
“Kami ingin anak-anak terlebih dahulu merasa nyaman dengan lingkungan sekolah. Ketika mereka sudah merasa aman, proses pembelajaran akan berlangsung lebih kondusif,” katanya.
Belajar Melalui Bermain
TK ABA Semesta menerapkan pendekatan pembelajaran yang menggabungkan kegiatan bermain dengan penanaman nilai-nilai keislaman.
Melalui metode tersebut, anak-anak diharapkan dapat belajar tanpa merasa terbebani sekaligus mengembangkan kemampuan sosial, emosional, dan motorik.
Kurikulum Disusun Sesuai Tahap Tumbuh Kembang
Sekolah telah memetakan berbagai aktivitas belajar sesuai kebutuhan perkembangan anak.
Kegiatan pembelajaran mencakup practical life, project-based learning, hingga aktivitas eksploratif yang dirancang agar peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang beragam setiap pekan.
“Kami telah memetakan berbagai kegiatan pembelajaran, mulai dari practical life, project-based learning, hingga berbagai aktivitas lainnya yang mendukung perkembangan anak secara optimal,” jelas Shofia.
Libatkan Orang Tua dalam Pendidikan
TK ABA Semesta juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan keluarga.
Shofia menyebut, keberhasilan pendidikan anak tidak hanya bergantung pada guru, tetapi juga memerlukan keterlibatan aktif orang tua di rumah.
Hadirkan Program Ayah Bercerita
Sebagai bentuk kolaborasi tersebut, sekolah menghadirkan program Ayah Bercerita.
Program ini memberi ruang bagi para ayah untuk terlibat langsung dalam kegiatan belajar anak melalui aktivitas mendongeng dan berbagi cerita di sekolah.
“Salah satu program unggulan kami adalah Ayah Bercerita. Program seperti ini masih belum banyak diterapkan di taman kanak-kanak, padahal keterlibatan ayah memiliki peran penting dalam tumbuh kembang anak,” tandasnya.
Kenalkan Bahasa Inggris Sejak Dini
TK ABA Semesta juga mulai mengenalkan penggunaan bahasa Inggris kepada peserta didik sejak hari pertama sekolah.
Sebagai bagian dari orientasi menuju sekolah berstandar internasional, setiap hari Rabu bahasa Inggris akan digunakan sebagai bahasa pengantar dalam kegiatan belajar.
“Target kami bukan agar anak-anak langsung fasih berbahasa Inggris, tetapi membiasakan mereka berkomunikasi secara bilingual sejak usia dini,” kata Shofia.
Tanamkan Karakter Sejak Usia Dini
Selain mengembangkan kemampuan akademik, sekolah juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, kemandirian, serta akhlak kepada peserta didik.
Seluruh proses pembelajaran dirancang agar anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dengan orang lain.
Usung Semangat ‘Play, Pray, Lead the Future’
Melalui tagline ‘Play, Pray, Lead the Future’, TK ABA Semesta ingin menghadirkan pendidikan yang seimbang antara aspek intelektual, spiritual, dan karakter.
Shofia berharap, sinergi antara sekolah dan orang tua mampu menciptakan lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.
“Dengan kolaborasi yang baik, kami berharap anak-anak memiliki bekal untuk tumbuh menjadi generasi dan pemimpin masa depan yang berkarakter, berakhlak, serta berkemajuan,” tutupnya. (Ken).
