PROSA.ID, Yogyakarta – Generasi Z mulai meramaikan pembiayaan emas melalui layanan perbankan syariah.
PT BCA Syariah mencatat partisipasi generasi muda mencapai sekitar 19 persen dalam program pembiayaan emas perseroan.
Kepala Satuan Kerja Bisnis Ritel dan Konsumer BCA Syariah, Bukit Mas Siahaan mengungkapkan, capaian tersebut seiring upaya perusahaan memperluas akses kepemilikan emas melalui layanan digital.
“BCA Syariah mengandalkan aplikasi mobile banking BSya dengan fitur Emas iB untuk memudahkan nasabah mengakses pembiayaan emas,” katanya dikutip Rabu (28/10/2026).
Bukit mengungkapkan, BCA Syariah juga menurunkan minimum pembiayaan dari 10 gram menjadi 5 gram agar nasabah memiliki pilihan sesuai kemampuan finansial.
Langkah ini membuka peluang bagi generasi muda yang ingin mulai memiliki emas tanpa harus langsung mengambil pembiayaan dalam jumlah lebih besar.
“Namun mereka juga tetap perlu memperhitungkan angsuran, biaya pembiayaan, dan kemampuan membayar hingga masa pembiayaan berakhir,” ujarnya.
Literasi Keuangan Generasi Muda Capai 73,22 Persen
Minat anak muda terhadap layanan keuangan berkembang seiring meningkatnya pemahaman mereka mengenai pengelolaan keuangan.
Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang diselenggarakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks literasi keuangan kelompok usia 18–25 tahun mencapai 73,22 persen.
Pada kelompok usia yang sama, indeks inklusi keuangan mencapai 89,96 persen.
Data tersebut menunjukkan luasnya akses kelompok muda terhadap layanan keuangan sekaligus pentingnya memperkuat pemahaman mereka dalam memilih produk finansial.
Di sektor keuangan syariah, SNLIK 2025 mencatat indeks literasi keuangan syariah nasional sebesar 43,42 persen.
Sementara itu, indeks inklusi keuangan syariah mencapai 13,41 persen.
Angka ini memperlihatkan peluang bagi industri keuangan syariah untuk memperluas jangkauan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai produknya.
Bagi BCA Syariah, pengembangan layanan digital menjadi salah satu cara untuk mendekatkan pembiayaan emas kepada nasabah muda yang terbiasa menggunakan teknologi dalam aktivitas sehari-hari.
BSya Hadirkan Fitur Emas iB, Pembiayaan Mulai 5 Gram
Bukit menjelaskan, melalui aplikasi BSya, BCA Syariah menghadirkan fitur Emas iB yang membantu nasabah mengakses pembiayaan emas secara digital.
Produk ini menggunakan akad murabahah, yakni transaksi jual beli dengan harga perolehan dan margin yang disepakati sesuai prinsip syariah.
“Kami menyediakan produk BCA Syariah berbagai pilihan emas batangan dari ANTAM, Galeri 24 Pegadaian, dan Hartadinata,” tandasnya.
Pilihan berat emas meliputi 5 gram, 10 gram, 25 gram, 50 gram, 100 gram, hingga 250 gram, sesuai ketentuan dan kanal layanan yang tersedia.
Selain itu, BCA Syariah juga menyediakan pilihan tenor pembiayaan satu hingga lima tahun.
“Uang muka minimal 10 persen dan margin pembiayaan setara 10,25 persen efektif per tahun,” lanjut Bukit.
Besaran cicilan bergantung pada nilai pembiayaan dan ketentuan yang berlaku.
Kemudahan akses tersebut memberi alternatif bagi nasabah yang ingin merencanakan kepemilikan emas melalui skema cicilan.
Meski begitu, calon nasabah perlu memeriksa simulasi pembiayaan, biaya administrasi, jumlah angsuran, dan total pembayaran sebelum mengajukan pembiayaan.
Minimum 5 Gram Buka Peluang bagi Investor Pemula
Penurunan minimum pembiayaan dari 10 gram menjadi 5 gram memberi pilihan pembiayaan dengan nilai lebih rendah.
Perubahan ini dapat membantu calon nasabah menyesuaikan rencana kepemilikan emas dengan kondisi keuangan masing-masing.
Bagi Generasi Z yang baru memulai perjalanan finansial, kepemilikan emas dapat menjadi salah satu pilihan untuk mempelajari pengelolaan aset.
Namun, pembiayaan emas tetap menimbulkan kewajiban angsuran sehingga nasabah perlu memastikan pendapatan mereka mampu menutup cicilan tanpa mengganggu kebutuhan pokok.
Bukit menjelaskan, calon nasabah juga perlu memperhatikan persyaratan usia. Minimal berusua 21 tahun untuk pengajuan pembiayaan Emas iB.
“Dengan demikian, layanan ini menyasar anggota Generasi Z yang telah memenuhi persyaratan, bukan seluruh kelompok usia tersebut,” jelasnya.
BCA Syariah Dorong Anak Muda Lebih Bijak Berinvestasi
Partisipasi Generasi Z sekitar 19 persen dalam program pembiayaan emas BCA Syariah menunjukkan keterlibatan kelompok muda dalam produk tersebut.
Meski demikian, angka itu merupakan data internal perseroan dan tidak menggambarkan keseluruhan tren investasi emas di kalangan anak muda Indonesia.
Bukit menambahkan, kemudahan teknologi dapat membantu nasabah mengakses produk keuangan, tetapi keputusan pembiayaan tetap memerlukan pertimbangan matang.
“Nasabah perlu memahami akad yang digunakan, menghitung kemampuan membayar, serta membandingkan total biaya pembiayaan sebelum menentukan pilihan,” pungkasnya. (Ken).
