Home » KAI Daop 6 Yogyakarta Tuntaskan Pemeriksaan Proteksi Petir, Perbaikan Grounding Capai 73,78 Persen

KAI Daop 6 Yogyakarta Tuntaskan Pemeriksaan Proteksi Petir, Perbaikan Grounding Capai 73,78 Persen

Petugas KAI Daop 6 Yogyakarta melakukan pemeriksaan sistem proteksi petir pada seluruh peralatan sistem sinyal, telekomunikasi, dan listrik (sintelis) serta listrik aliran atas (LAA). (istimewa).

PROSA.ID, Yogyakarta – KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta memperkuat perlindungan peralatan persinyalan untuk mengantisipasi gangguan akibat sambaran petir selama musim penghujan. 

Hingga 28 Oktober 2026, pemeriksaan sistem proteksi petir pada seluruh peralatan sistem sinyal, telekomunikasi, dan listrik (sintelis) serta listrik aliran atas (LAA) telah mencapai 100 persen.

Selain pemeriksaan menyeluruh, KAI Daop 6 Yogyakarta juga memperbaiki sistem grounding atau pembumian proteksi petir di wilayah Sintelis Solo. 

Dari total 534 titik yang menjadi sasaran pekerjaan, petugas telah menyelesaikan 394 titik atau mencapai progres 73,78 persen.

Langkah ini bertujuan menjaga keandalan prasarana kereta api sekaligus meminimalkan risiko kerusakan peralatan elektronik dan gangguan perjalanan akibat sambaran petir.

KAI Periksa Seluruh Sistem Proteksi Petir

Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan, kesiapan prasarana, khususnya perangkat persinyalan, menjadi perhatian penting dalam menghadapi musim penghujan.

Menurut Feni, sambaran petir berpotensi mengganggu keandalan peralatan persinyalan dan perangkat pendukung operasional kereta api. 

Karena itu, KAI melakukan pemeriksaan sistem proteksi secara menyeluruh dan memperbaiki grounding secara bertahap.

“Petir merupakan salah satu faktor alam yang berpotensi memengaruhi keandalan peralatan persinyalan dan pendukung operasional kereta api,” katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/10/2026). 

Feni menjelaskan, pihaknya melakukan langkah mitigasi melalui pemeriksaan sistem proteksi secara menyeluruh serta perbaikan grounding secara bertahap. 

“Hal ini untuk memastikan peralatan memiliki perlindungan yang memadai dalam menghadapi potensi sambaran petir selama musim penghujan,” ujarnya. 

KAI juga terus melaksanakan perawatan prasarana sebagai langkah pencegahan. 

Upaya ini membantu petugas mengidentifikasi potensi gangguan lebih awal sehingga mereka dapat melakukan penanganan sebelum masalah memengaruhi operasional perjalanan kereta api.

Perbaikan Grounding Capai 394 Titik

Perbaikan grounding di wilayah Sintelis Solo mencakup sejumlah peralatan penting, yakni peraga sinyal, axle counter, Equipment Room (ER), dan Location Case (LC).

Grounding berfungsi menyalurkan arus listrik akibat sambaran petir ke tanah. 

Sistem pembumian yang berfungsi baik membantu mengurangi risiko kerusakan komponen elektronik sekaligus menjaga keandalan sistem persinyalan.

KAI Daop 6 Yogyakarta terus mengupayakan penyelesaian pekerjaan pada titik-titik yang belum selesai. 

Petugas melaksanakan perbaikan sesuai rencana kerja dan standar teknis yang berlaku.

Feni menyebut, langkah mitigasi ini untuk menjaga keandalan prasarana khususnya persinyalan tetap optimal. 

“Kesiapan ini diharapkan dapat mendukung operasional perjalanan kereta api yang aman, selamat, dan lancar, sekaligus memberikan pelayanan yang optimal kepada pelanggan di tengah kondisi cuaca yang dinamis,” ungkap Feni. 

KAI Imbau Penumpang Waspada Selama Musim Hujan

Selain memperkuat kesiapan prasarana, KAI Daop 6 Yogyakarta mengimbau penumpang agar meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan. 

Pelanggan perlu memperhatikan keselamatan sejak perjalanan menuju stasiun, saat berada di area stasiun, hingga ketika naik dan turun dari kereta api.

Feni menekankan bahwa keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan dukungan seluruh pihak. 

Pelanggan perlu mematuhi aturan, mengikuti arahan petugas, dan menjaga perilaku aman ketika menghadapi perubahan cuaca.

Ia menegaskan, keselamatan perjalanan kereta api membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk kedisiplinan pelanggan dalam mengikuti aturan dan arahan petugas. 

“Dengan meningkatkan kewaspadaan serta menerapkan perilaku aman selama musim penghujan, kami berharap perjalanan pelanggan tetap selamat, lancar, dan nyaman,” tutup Feni. (Ken). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *