PROSA.ID, Yogyakarta – KONI DIY menyiapkan 62 cabang olahraga (cabor) untuk Pekan Olahraga Daerah (Porda) DIY 2027 di Kabupaten Kulon Progo.
Persiapan mencakup penyusunan regulasi, penetapan nomor pertandingan, pematangan panduan teknis, hingga koordinasi pendanaan dan kesiapan venue.
Wakil Ketua Umum I KONI DIY, Rumpis Agus Sudarko mengatakan, pihaknya telah membahas regulasi Porda bersama KONI kabupaten/kota sejak Mei 2026.
Pembahasan tersebut menghasilkan peraturan yang menjadi pedoman penyelenggaraan Porda 2027.
“Walaupun sebetulnya tidak ada perubahan yang signifikan, tetapi tetap ada beberapa perubahan, terutama terkait dengan mutasi,” kata Rumpis di kantor KONI DIY, Jum’at (23/10/2026).
KONI DIY Ubah Aturan Mutasi Atlet
Rumpis menjelaskan, salah satu perubahan regulasi Porda 2027 menyangkut masa mutasi atlet.
KONI DIY mengubah ketentuan masa mutasi dari dua tahun menjadi satu tahun.
Selain itu, KONI DIY juga menetapkan 31 Agustus 2026 sebagai batas akhir penyelesaian mutasi atlet.
“Ketentuan ini menjadi bagian dari persiapan untuk memastikan atlet memenuhi persyaratan mengikuti pertandingan,” jelasnya.
Selain membahas regulasi, KONI DIY telah berkoordinasi dengan KONI Kulon Progo dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo.
Kedua pihak membahas kesiapan venue sekaligus pembagian tanggung jawab pendanaan antara KONI DIY dan pemerintah kabupaten.
“Kami telah menggelar beberapa rapat koordinasi di Yogyakarta dan Kulon Progo selama Juli hingga Agustus 2026,” ungkapnya.
Siapkan 62 Cabang Olahraga untuk Porda 2027
KONI DIY juga meminta setiap pengurus daerah cabang olahraga menyusun technical handbook (THB) sebagai panduan teknis pertandingan.
Rumpis menyebut seluruh pengurus daerah telah menyerahkan dokumen tersebut.
“Saat ini kami meninjau setiap panduan sebelum menetapkan versi final,” tandasnya.
Dalam proses evaluasi, KONI DIY juga membuka peluang bagi pengurus daerah untuk mengusulkan nomor pertandingan baru.
Rumpis menegaskan, cabang olahraga yang memenuhi persyaratan administrasi dapat mengajukan nomor untuk dipertandingkan.
Sementara itu, cabang olahraga yang belum pernah mengikuti ekshibisi berpeluang menjalani ekshibisi terlebih dahulu.
KONI DIY menyiapkan 62 cabor dari sekitar 68 cabang olahraga yang ada untuk Porda 2027.
“Jumlah ini meningkat dibandingkan Porda 2025 yang melibatkan sekitar 58 cabor,” imbuhnya.
Kulon Progo Renovasi Sejumlah Venue
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Wahyudi menambahkan, pemerintah kabupaten menyambut baik kesempatan menjadi tuan rumah Porda DIY 2027.
Pemkab Kulon Progo telah berkoordinasi dengan KONI DIY dan mulai menyiapkan kepanitiaan internal.
“Pemerintah kabupaten juga mempercepat renovasi sejumlah fasilitas olahraga untuk mendukung pelaksanaan pertandingan,” lanjutnya.
Beberapa fasilitas yang menjadi prioritas renovasi meliputi Stadion Cangkring, GOR Cangkring, dan GOR Wates.
“Untuk persiapan sarprasnya kurang lebih rata-rata antara 70 sampai 75 persen,” kata Nur Wahyudi.
Ia menargetkan sejumlah pekerjaan renovasi tersebut selesai pada Desember 2026.
Pemkab Kulon Progo mengejar penyelesaian fasilitas agar venue siap menjalani verifikasi sebelum Porda berlangsung.
Bidik Pertandingan di Sejumlah Kapanewon
Pemkab Kulon Progo juga menyiapkan venue di sejumlah wilayah lain, termasuk Pengasih, Kokap, Sentolo, dan Kalibawang.
Namun, KONI DIY akan memverifikasi dan memvalidasi setiap lokasi untuk memastikan kesesuaiannya dengan persyaratan teknis pertandingan.
Nur Wahyudi menjelaskan, pemerintah kabupaten ingin menggelar lebih banyak cabang olahraga di wilayah Kulon Progo.
Karena itu, pihaknya terus menyiapkan fasilitas yang berpotensi menjadi lokasi pertandingan.
“Kami berupaya supaya Kulon Progo ini lebih banyak untuk cabor dipertandingkan di Kulon Progo,” ujarnya.
Selain membenahi venue, Pemkab Kulon Progo mulai menyiapkan atlet melalui program pemusatan latihan tingkat kabupaten.
“Pemerintah kabupaten menjalankan persiapan tersebut bersamaan dengan koordinasi dengan KONI DIY,” pungkasnya. (Ken).
