PROSA.ID, Yogyakarta – Ketua Komisi A DPRD DIY dari Fraksi PDI Perjuangan, Eko Suwanto, berencana menaikkan anggaran penanganan stunting di Kota Yogyakarta pada 2027.
Kenaikan tersebut melanjutkan alokasi anggaran yang meningkat dari Rp100 juta per kelurahan pada 2025 menjadi Rp120 juta pada 2026.
Eko menyampaikan rencana itu saat mengunjungi Kelurahan Pandeyan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Rabu, (14/10/2026).
Dalam kunjungan tersebut, ia turut membagikan telur kepada penerima manfaat sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan gizi masyarakat.
“Kita terus mendorong keberlanjutan program percepatan penanganan stunting ini. Tahun 2027 anggaran untuk menyelesaikan masalah stunting akan kita naikkan,” kata Eko.
Ia belum mengumumkan besaran anggaran yang akan dialokasikan untuk setiap kelurahan pada 2027.
Namun, Eko memastikan pemerintah daerah akan meningkatkan dukungan anggaran untuk melanjutkan program tersebut.
“Yang pasti naik. Kita akan sampaikan, tunggu tanggal baiknya,” ujarnya.
Dorong Gotong Royong Atasi Stunting
Eko menegaskan, percepatan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.
Selain dukungan anggaran pemerintah, ia mendorong masyarakat dan pelaku usaha ikut bergotong royong membantu peningkatan gizi balita serta ibu hamil.
“Keberlanjutan program dan partisipasi berbagai elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menjawab persoalan stunting di Kota Yogyakarta,” paparnya.
Berpedoman pada Perda DIY
Eko merujuk pada Peraturan Daerah DIY Nomor 3 Tahun 2024 tentang Pemajuan Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kalurahan dan Kelurahan.
Pasal 18 ayat (1) perda tersebut mengatur kewajiban pemerintah daerah memberikan alokasi anggaran kepada setiap kalurahan dan kelurahan setiap tahun secara adil dan merata.
“Kita akan terus perjuangkan tambahan alokasi untuk pemajuan pembangunan di kalurahan dan kelurahan untuk wujudkan harapan masyarakat,” ujar Eko
Warga Berharap Program Gizi Berlanjut
Program tersebut dinilai membantu memenuhi kebutuhan gizi sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.
Salah satu penerima, Sumarni, warga Pandeyan, mengapresiasi program tersebut dan berharap pemerintah mempertahankan dukungan bagi keluarga yang membutuhkan.
“Pemberian makanan tambahan untuk peningkatan gizi balita dan ibu hamil sangat bermanfaat untuk mengatasi stunting. Kita berharap program ini dilanjutkan,” imbuh Sumarni. (Ken).
