PROSA.ID, Yogyakarta – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Koperasi dan UKM mencanangkan program gerakan ‘Borong Barang UKM’.
Gerakan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan produk usaha kecil, mikro dan menengah di wilayah Kabupaten Sleman.
Kepala Bidang Usaha Mikro Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman, Sri Wahyuni Budiningsih mengatakan, untuk mendorong program tersebut, pihaknya telah mengajukan penerbitan Surat Edaran (SE) Bupati Sleman, agar masyarakat membeli kebutuhan lebaran dari pelaku usaha lokal.
“Melalui surat edaran tersebut, kami mengimbau seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Sleman untuk membeli kebutuhan lebaran dari pelaku usaha UMKM di wilayah Sleman,” katanya di Dinas PMK Sleman, Kamis (5/3/2026).
Wahyuni menjelaskan, imbauan tersebut tidak hanya ditujukan kepada organisasi perangkat daerah (OPD), tetapi juga kepada berbagai lembaga swasta dan turut menyasar ke seluruh warga Sleman.
Ia menilai, langkah ini merupakan upaya pemerintah daerah untuk menciptakan peluang pasar yang lebih luas bagi para pelaku UMKM, terutama menjelang momen Idulfitri yang identik dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Untuk memudahkan masyarakat mengakses produk UMKM, kami telah menyediakan katalog digital yang dapat diakses melalui barcode maupun tautan khusus. Barcode atau link yang kami sediakan, masyarakat bisa melihat katalog produk UMKM di masing-masing kapanewon. Jadi mereka bisa memilih produk yang ada di wilayah terdekat atau sesuai dengan kebutuhan,” jelasnya.
Wahyuni mengungkapkan, gerakan ‘Borong Barang UMKM’ ini diharapkan mampu memberikan wadah bagi pelaku UMKM untuk mengenalkan produk sekaligus menjual produknya.
Sebab, usai adanya refocusing anggaran untuk program prioritas pemerintah, gelaran Pasar Lebaran yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya terpaksa dihentikan.
“Setiap wilayah di Sleman memiliki produk unggulan yang berbeda. Misalnya olahan salak yang banyak diproduksi di Turi, kacang mete di Ngemplak, dan lainnya,” ungkapnya.
Wahyuni berharap, program ini dapat meningkatkan omzet pelaku UMKM sekaligus mendorong mereka untuk naik kelas. Selain itu, kolaborasi antar pelaku usaha juga diharapkan semakin kuat melalui Forum Komunikasi UMKM yang telah terbentuk di tingkat kapanewon.
“Harapannya, komitmen bersama dari pemerintah dan masyarakat dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan omzetnya. Karena salah satu indikator UMKM naik kelas adalah meningkatnya penjualan produk mereka,” pungkasnya. (Ken).
