Home » UMY Gelontorkan Rp50 Miliar, Bangun SMP MSUS di Sleman

UMY Gelontorkan Rp50 Miliar, Bangun SMP MSUS di Sleman

Ground breaking SMP Muhammadiyah Sapen Universal School di Sleman, Rabu (21/10/2026). (prosa/ken).

PROSA.ID, Yogyakarta – Muhammadiyah melalui Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menggelontorkan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk membangun fasilitas SMP Muhammadiyah Sapen Universal School (MSUS) di Kabupaten Sleman, DIY. 

Sekolah ini menawarkan pendidikan berstandar internasional dengan kurikulum Cambridge dan menargetkan kegiatan belajar mengajar mulai Juli 2027.

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir mengatakan, Muhammadiyah terus berinvestasi di sektor pendidikan untuk menyiapkan generasi Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global. 

Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menyongsong Indonesia Emas 2045.

“Tidak ada bangsa di dunia mana pun yang maju tanpa pendidikannya yang maju,” kata Haedar saat menghadiri peletakan batu pertama pembangunan MSUS, Rabu (21/10/2026).

Haedar menilai, Indonesia membutuhkan terobosan pendidikan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. 

Menurutnya, bangsa ini harus menyiapkan generasi yang mandiri, berdaya saing tinggi, beriman, dan berakhlak mulia.

Muhammadiyah, lanjut Haedar, tidak ingin sekadar mempertahankan capaian lembaga pendidikan yang telah berkembang selama lebih dari satu abad. 

Organisasi ini juga ingin menghadirkan sekolah unggulan yang menawarkan standar pendidikan lebih tinggi bagi masyarakat.

“Kita ingin masuk ke lembaga-lembaga pendidikan yang unggul. Unggul tidak berarti eksklusif, tetapi bisa menjadi standar kualitas untuk semua lapisan masyarakat,” ujarnya.

Siapkan Generasi Berdaya Saing Global

Haedar menjelaskan, Muhammadiyah mengembangkan sekolah bertaraf internasional untuk membekali generasi muda dengan kompetensi global. 

Penguasaan bahasa asing dan kemampuan akademik menjadi bagian penting dari persiapan tersebut.

Namun, Haedar mengingatkan agar sekolah tetap memperkuat karakter dan identitas kebangsaan siswa. 

“Muhammadiyah ingin generasi Indonesia menguasai ilmu pengetahuan, berpikir mandiri, dan mampu berdiri sejajar dengan bangsa lain tanpa kehilangan jati diri,” ungkapnya. 

Sebelumnya, Muhammadiyah juga telah mengembangkan pendidikan internasional melalui sejumlah lembaga, termasuk TK ABA Semesta, SD Muhammadiyah Sapen Universal School, serta Muhammadiyah Australia College di Melbourne, Australia.

Di sisi lain, Haedar menegaskan Muhammadiyah tetap memperhatikan sekolah-sekolah di daerah terpencil dan masyarakat berpenghasilan rendah. 

“Muhammadiyah mendorong pemerintah dan organisasi pendidikan memperkuat kerja sama agar seluruh anak Indonesia memperoleh akses pendidikan berkualitas,” ujar Haedar. 

Haedar juga meminta pemerintah memperlakukan sekolah negeri dan swasta secara adil. 

Ia menyebut, kedua sektor tersebut harus bergerak bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.

“Kalau masih didiskriminasi antara negeri dan swasta, kita tidak akan bisa,” tegasnya.

Terapkan Kurikulum Cambridge

Kepala SMP Muhammadiyah Sapen Universal School, Bachtiar Dwi Kurniawan menambahkan, pihaknya menyiapkan kurikulum Cambridge sebagai fondasi pembelajaran internasional. 

Sekolah telah menjalin kemitraan dengan Cambridge untuk mendukung pengembangan kurikulum dan proses asesmen siswa.

Selain itu, pihak sekolah juga merekrut tenaga pengajar yang mampu menggunakan bahasa internasional dalam kegiatan belajar mengajar. 

Saat ini, MSUS telah memiliki 10 guru dan berencana merekrut lima guru tambahan.

“Kami selama beberapa bulan ini mendapat pendampingan dari Cambridge. Proses asesmen juga menggunakan kurikulum Cambridge,” ujar Bachtiar.

Ia berharap, program tersebut dapat membantu siswa mengembangkan kompetensi akademik dan kemampuan berbahasa untuk menghadapi persaingan di tingkat nasional maupun internasional.

Bachtiar menjelaskan, Muhammadiyah telah memiliki banyak sekolah reguler. 

Karena itu, MSUS ingin menghadirkan alternatif pendidikan dengan program internasional, fasilitas pendukung, dan standar pembelajaran global.

Bachtiar menilai,  masyarakat akan mempertimbangkan biaya pendidikan berdasarkan kualitas program, pengajar, dan fasilitas yang sekolah tawarkan.

“Sekolah ini menyasar keluarga kelas menengah atas yang membutuhkan layanan pendidikan dengan keunggulan itu,” tandasnya. 

Target Beroperasi Juli 2027

UMY menyiapkan anggaran sekitar Rp50 miliar untuk membangun gedung dan interior MSUS. 

Sekolah tersebut menempati lahan seluas sekitar 8.600 meter persegi.

Bachtiar menargetkan pembangunan selesai dalam sembilan bulan. Dengan jadwal tersebut, pihak sekolah berharap dapat memulai kegiatan belajar mengajar pada Juli 2027.

“Kami juga mulai menjaring calon siswa. Bachtiar menyebut 10 calon siswa telah menyatakan minat melalui skema inden, sedangkan dua calon siswa sudah mendaftar,” jelasnya. 

Selain membangun fasilitas utama, Muhammadiyah berencana menyiapkan asrama atau boarding di lokasi terpisah, sekitar 500 meter dari kompleks sekolah. 

Bachtiar mengatakan, pihaknya menerima minat cukup tinggi terhadap fasilitas asrama saat sosialisasi penerimaan siswa baru.

“Rencana ini akan melengkapi layanan pendidikan MSUS sekaligus memberi pilihan bagi keluarga yang membutuhkan fasilitas tempat tinggal bagi anak mereka,” ucapnya. 

Bupati Sleman Apresiasi Pembangunan Sekolah

Bupati Sleman, Harda Kiswaya, mengapresiasi langkah UMY dan Muhammadiyah dalam membangun SMP dan SMA Sapen Universal School. 

Ia menyebut, pembangunan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman.

Harda menegaskan, pendidikan memegang peran penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mendorong kemajuan daerah. 

“Saya berharap kehadiran MSUS dapat memperluas pilihan layanan pendidikan berkualitas bagi masyarakat Sleman,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya menerapkan falsafah Jawa ‘ngelmu iku kalakone kanthi laku’. 

Falsafah ini mengajarkan bahwa seseorang harus mempraktikkan ilmu pengetahuan agar memperoleh manfaat nyata dalam kehidupan.

Harda berharap MSUS tidak hanya membangun fasilitas fisik yang representatif. 

“Harapan kami, sekolah bisa menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, adaptif, dan mampu mengembangkan potensi siswa,” pungkasnya. (Ken). 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *