Home » Annual Scientific Meeting ke19 FK-KMK UGM, Bahas Isu Kesehatan Lansia

Annual Scientific Meeting ke19 FK-KMK UGM, Bahas Isu Kesehatan Lansia

Konferensi pers Annual Scientific Meeting ke19 FK-KMK UGM, di Auditorium FK-KMK UGM, Sabtu (7/2/2026). (prosa/ken).

PROSA.ID, Yogyakarta – Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada (FK-KMK UGM) kembali menggelar Annual Scientific Meeting (ASM), di Auditorium FK-KMK UGM, Sabtu (7/2/2026).

ASM tahun ini merupakan yang ke 19 kalinya, mengangkat tema besar ‘Embracing Ageing: Stay Healthy, Sharp and Productive’ yang menekankan pentingnya penuaan sehat, aktif, mandiri, dan tetap produktif.

Ketua ASM – Prof. Dr. dr. Denny Agustiningsih, M.Kes, AIFM., AIFO-K mengatakan, tema yang diambil ini membawa harapan besar bagi kesehatan masyarakat, khususnya lanjut usia (lansia).

Sebab berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk lansia di Indonesia telah mencapai sekitar 12 persen pada tahun 2024 dan diproyeksikan terus meningkat hingga lebih dari 20 persen pada tahun 2045. Kondisi ini menandai masuknya Indonesia ke dalam fase ageing population, yang sekaligus menjadi bonus demografi kedua.

“Populasi lansia semakin banyak, kita harus mulai menyiapkan untuk melewati masa tua itu dengan baik, kualitas hidupnya tetap terjaga, bisa menjaga kesehatan baik fisik maupun mental,” katanya kepada awak media di sela acara.

Denny mengungkapkan, peningkatan jumlah lansia perlu dipandang tidak hanya sebagai tantangan, tetapi juga sebagai potensi pembangunan apabila didukung dengan kebijakan, layanan kesehatan, dan dukungan sosial yang tepat.

Bonus demografi kedua menuntut kesiapan berbagai sektor untuk menjaga kualitas hidup lansia agar tetap berdaya dan mampu berkontribusi secara sosial maupun ekonomi.

“Isu kesehatan lansia menjadi semakin relevan, terutama di wilayah dengan persentase lansia yang tinggi. Provinsi DIY saat ini tercatat sebagai provinsi dengan persentase penduduk lansia tertinggi di Indonesia, disusul oleh Jawa Timur dan Jawa Tengah. Kondisi ini menegaskan urgensi penguatan layanan kesehatan lansia, pencegahan penyakit kronis, serta upaya menjaga kemandirian dan kualitas hidup di usia lanjut,” jelasnya.

Denny menyebut, ASM tahun ini juga menyoroti proses penuaan merupakan hasil interaksi antara faktor genetik dan lingkungan. Ia mengungkap, faktor genetik berperan dalam menentukan kerentanan terhadap penyakit degeneratif dan kecepatan proses penuaan. Sementara gaya hidup, aktivitas fisik, asupan nutrisi, dan pengelolaan stres turut memengaruhi ekspresi gen sepanjang kehidupan.

“Pemahaman ini menjadi landasan penting dalam pengembangan strategi promotif dan preventif kesehatan lansia. Selain kesehatan fisik dan mental, fungsi kognitif menjadi aspek krusial dalam penuaan yang sehat,” tandasnya.

Denny menilai, fungsi kognitif yang terjaga memungkinkan lansia untuk tetap berpikir jernih, mengambil keputusan secara mandiri, beradaptasi dengan perubahan, serta mempertahankan peran sosialnya di lingkungan keluarga dan masyarakat.

Di sisi lain, upaya menjaga fungsi kognitif juga berperan dalam menurunkan risiko demensia, disabilitas, serta ketergantungan di usia lanjut.
Produktivitas pada usia lanjut memiliki nilai strategis bagi individu dan masyarakat.

Denny bilang, lansia yang tetap aktif dapat berkontribusi melalui pengalaman, pengetahuan, dan kearifan yang dimiliki, baik dalam kegiatan sosial, ekonomi, maupun sebagai panutan bagi generasi muda.

“Kondisi ini berkontribusi pada terciptanya masyarakat yang lebih inklusif dan berkelanjutan di tengah meningkatnya jumlah penduduk lanjut usia,” ungkapnya.

Ketua Dies Natalis,  Prof. dr. Retno Sutomo, Ph.D, Sp.A (K), Subsp.TKPS menambahkan, ASM ini merupakan agenda rutin setiap tahun yang diselenggarakan oleh FK-KMK UGM sejak 2008, sekaligus memperingati Dies Natalis ke-80 FK-KMK UGM, HUT ke-14 Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, HUT ke-44 RSUP Dr. Sardjito, serta HUT ke-98 RSUP Dr. Soeradji Tirtonegoro.

“Ini upaya kita untuk menguatkan konsep sistem kesehatan akademik. Selain ASM, kami juga mengadakan Medical Expo dan lomba inovasi pendidikan dan juga Medical Research Olympiad yang kami pusatkan di GIK UGM,” pungkasnya. (Ken).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *