PROSA.ID, Yogyakarta – Pemerintah Kabupaten Sleman terus berupaya untuk memutus rantai kemiskinan di wilayahnya. Salah satunya melalui program Sleman Pintar bagi keluarga kurang mampu yang mendapatkan kesempatan untuk berkuliah.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sleman, Sarastomo Ari Saptoto mengatakan, program Sleman Pintar untuk tahun ini sudah bekerja sama dengan lima perguruan tinggi. Diantaranya, Universitas Amikom, Universitas Teknologi Yogyakarta dan Universitas Aisyiyah Yogyakarta.
“Untuk tahun 2026 kita akan lebih banyak bekerja sama dengan perguruan tinggi lainnya. Pak Bupati membuka peluang seluruh perguruan tinggi di DIY untuk bekerja sama. Ada 40 perguruan tinggi tahun depan,” katanya kepada awak media di Rumah Dinas Bupati Sleman, Senin (20/10/2025).
Ari menyebut, untuk tahun ini Pemkab Sleman menyediakan alokasi dana sebesar Rp 8,6 miliar untuk program ini. Dana tersebut diperuntukkan bagi 224 mahasiswa di lima perguruan tinggi yang bekerja sama.
Menurutnya, program ini menjadi kesempatan bagi anak-anak keluarga miskin dan rentan miskin untuk naik kelas sosial serta memperbaiki status ekonomi keluarganya.
Berdasarkan data Dinas Sosial Sleman, jumlah keluarga miskin di Sleman mencapai 28.678 KK dan keluarga rentan miskin mencapai 128.259 KK.
“Kalau putra-putri (dari keluarga miskin dan rentan miskin) termasuk di sini (data itu) ya mereka punya peluang yang sama mengakses program Sleman Pintar ini. Jadi ini kompetisi di antara keluarga miskin dan rentan miskin,” jelasnya.
Ari menjelaskan, adapun kriteria penerima program Sleman Pintar ini di antaranya ber KK/KTP Kabupaten Sleman, anak dari keluarga miskin atau rentan miskin/ penerima manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) atau orang tua penyandang disabilitas tidak mampu.
Aturan keluarga miskin atau rentan miskin tersebut mengacu dalam keputusan Menteri Sosial Nomor 262 Tahun 2022.
“Kemudian untuk calon peserta minimal lulusan SMA/SMK/sederajat pada 3 tahun terakhir serta memiliki nilai ijazah minimal 7,00. Tapi yang paling penting memiliki motivasi untuk kuliah,” imbuhnya.
“Mahasiswa kuliah hanya dua tahun atau empat semester, lalu nanti di semester 5 sampai 7 mereka nanti ada di dunia industri, sehingga 1,5 tahun magang. Nanti magang itu bisa menjadi mata kuliah dan mencari pengalaman,” tandas Ari. (Ken).
