Site icon PROSA.ID

Terinspirasi Isu MBG, Queen Lekha Choppers Bikin Bangunan Plesetan SPPG di Kustomfest 2026

Stan milik Queen Lekha yang menarik perhatian dalam Kustomfest 2026 di JEC. (prosa/ken).

PROSA.ID, Yogyakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi inspirasi unik di ajang Kustomfest 2026. 

Queen Lekha Choppers menyulap sebuah stan menjadi bangunan menyerupai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), tetapi dengan nama plesetan Satuan Pelayanan Pembangunan Choppers (SPPC).

Bangunan tersebut menarik perhatian pengunjung Kustomfest 2026 bertajuk High Octane yang berlangsung di Jogja Expo Center (JEC), Yogyakarta, pada 10–11 Oktober 2026. 

Berada di sisi timur panggung, bangunan itu menjadi salah satu daya tarik yang memadukan kreativitas kustom kultur dengan isu yang tengah ramai diperbincangkan masyarakat.

Pemilik Queen Lekha Choppers, Yayak, mengatakan, ia sengaja mengangkat isu MBG sebagai tema instalasi tahun ini. 

Ia menyebut Queen Lekha Choppers selalu menghadirkan konsep unik setiap kali menjadi tuan rumah di ajang tersebut.

“Dari tahun ke tahun Queen Lekha sebagai tuan rumah kita nyiapin aneh-aneh. Tahun ini kita ngangkat isu yang sedang ramai, tapi kita pleset-plesetin,” kata Yayak saat ditemui di JEC, Sabtu (10/10/2026).

Menurut Yayak, pihaknya tidak membawa pesan khusus melalui bangunan SPPC tersebut. 

Ia ingin instalasi itu menjadi point ofinterest yang memancing perhatian dan rasa penasaran pengunjung.

“Nggak ada pesan khusus, biar jadi pointof interest yang pertama. Kedua, biar orang-orang juga tahu kalau isu yang lagi hangat itu ya MBG, beracun, basi,” ujarnya.

Lengkap dengan Mobil Operasional

Queen Lekha Choppers tidak hanya menghadirkan bangunan yang menyerupai fasilitas pelayanan MBG. 

Yayak juga memodifikasi sebuah mobil untuk melengkapi konsep SPPC di area Kustomfest 2026.

Ia menggunakan mobil Daihatsu Gran Max berwarna putih sebagai kendaraan operasional dalam instalasi tersebut. 

Pengunjung dapat menemukan mobil itu di bagian belakang bangunan.

“Ada mobil juga, tapi kita taruh di belakang (gedung). Mobil Grand Max putih. Ada bangunan, ada mobilnya,” tutur Yayak.

Kehadiran bangunan dan kendaraan tersebut memperkuat konsep plesetan yang diusung Queen Lekha Choppers. 

Melalui pendekatan satir, komunitas ini membawa isu publik ke dalam ruang kreativitas otomotif tanpa meninggalkan karakter khas kustom kultur.

Kustomfest Jadi Ruang Kolaborasi Komunitas

Selain instalasi SPPC, Kustomfest 2026 juga menghadirkan beragam aktivitas yang mempertemukan komunitas otomotif, seniman, dan pelaku kustom kultur dari berbagai latar belakang.

Salah satunya, Iron Pipe X Kustom Kulture, yang mengusung semangat berkarya, berbagi, dan saling mendukung melalui otomotif dan seni. 

Pengunjung dapat menyaksikan aktivitas kreatif, seperti open commissionpinstripe dan hand painting, serta menemukan merchandise karya anggota Kustom Kulture Weekend.

Kustomfest juga menghadirkan FXR Paradise sebagai ruang berkumpul bagi para pemilik Harley-Davidson FXR. 

Mereka dapat bertukar ide, berbagi pengalaman, sekaligus mempererat hubungan antarpenggemar motor tersebut.

Sementara itu, komunitas 2Persenter dari Jepang membawa SR Panic untuk mempertemukan para pemilik Yamaha SR. 

Program All 3 Wheeler juga mengakomodasi penggemar sepeda motor roda tiga dengan beragam gaya dan konsep modifikasi.

Perluas Kolaborasi hingga Promosi Wisata

Kustomfest 2026 turut memperluas ruang kolaborasi melalui COMMON GROUND Collective. 

Program yang digagas Northy bersama Kustomfest ini mempertemukan pelaku seni dan komunitas lintas jenis serta merek untuk bertukar gagasan dan membangun kolaborasi.

Di sisi lain, Kustomfest juga memanfaatkan kekuatan komunitas otomotif untuk memperkenalkan potensi wisata Yogyakarta melalui program OVERLAND RIDE.

Program tersebut mengajak peserta menjelajahi rute yang memadukan medan off-road dan jalanan umum. 

Peserta pun dapat menikmati pengalaman berkendara yang berbeda sekaligus mengenal karakter wilayah yang mereka lalui.

Berbagai program itu menunjukkan bahwa Kustomfest tidak hanya menjadi ajang pameran dan kontes modifikasi kendaraan. 

Festival tahunan ini juga membuka ruang bagi komunitas untuk menyampaikan gagasan, menampilkan karya, membangun jejaring, hingga memperkenalkan potensi daerah melalui kreativitas kustom kultur. (Ken). 

Exit mobile version