Site icon PROSA.ID

SMK Negeri 4 Yogyakarta Gelar Pentas Wayang Kulit, Tutup Rangkaian HUT ke 50

Pagelaran wayang kulit dengan lakon Gendari Kembang Triloka yang didalangi oleh Elisha Orcarus Allaso dalam puncak HUT ke 50 SMK Negeri 4 Yogyakarta, Senin (2/2/2026). (prosa/ken).

PROSA.ID, Yogyakarta – SMK Negeri 4 Yogyakarta menggelar pentas wayang sebagai penutup rangkaian peringatan Ulang Tahun Emas, Senin (2/2/2026) malam.

Digelarnya pentas wayang dengan lakon Gendari Kembang Triloka ini, menjadi bukti komitmen kuat sekolah dalam melestarikan nilai-nilai budaya sekaligus ajang pembelajaran bagi siswa.

Kepala SMK Negeri 4 Yogyakarta, Nurlatifah Hidayati mengatakan, bertepatan dengan ulang tahun emas atau ke 50 tahun, sekolah ingin memberikan sesuatu yang bermakna bagi siswa terutama dengan tema budaya.

“Karena anak-anak di SMK 4 itu kan tidak kenal dengan wayang, makanya malam ini kita ada pembelajaran berbasis budaya dengan mengangkat pagelaran wayang untuk bisa ditonton oleh anak-anak dan juga melibatkan masyarakat di sekitar. Jadi bisa untuk hiburan sekaligus untuk melestarikan budaya Jawa,” katanya di sela acara.

Nurlatifah mengungkapkan, dipilihnya dalang dan panemdromo perempuan ini bukan tanpa alasan.
Sebab dari 1900 siswa di SMK Negeri 4 Yogyakarta, 1700 diantaranya perempuan, dan  gurunya pun juga banyak yang perempuan.

“Kebetulan dalangnya juga diambil yang perempuan, biar bisa menunjukkan ke anak-anak bahwa perempuan itu bisa juga berkiprah dalam dunia wayang. Biasanya kan kalau dalang laki-laki ya, ternyata perempuan itu juga bisa hebat,” jelasnya.

Nurlatifah menjelaskan, untuk membentuk karakter siswa, sekolah berusaha mengimbangi dinamika yang sedang terjadi dan nilai-nilai budaya. Karenanya, ia juga tidak membatasi anak agar antipati dengan budaya-budaya luar maupun budaya-budaya asing. Hal ini terbukti sebelum diselenggarakannya pagelaran wayang, pada siang harinya juga digelar konser dari grup  Pendhoza.

“Nah ini untuk mengimbangi, jadi dua-duanya harus jalan. Budaya daerah juga harus diangkat, juga mereka mengenal budaya dari luar atau budaya yang kekinian karena kan ini anak-anak Gen Z,” ungkapnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY, Suhirman dalam sambutannya menambahkan, pagelaran wayang kulit tersebut sebagai bentuk pembelajaran luar kelas yang efektif.

“Ini adalah pembelajaran seni budaya yang dilakukan secara langsung melalui praktik. Kegiatan seperti ini memperkuat karakter siswa dan menjadi salah satu ciri SMKN 4 Yogyakarta sebagai sekolah kejuruan yang unggul,” ujarnya.

Digelarnya pentas wayang ini, lanjut Suhirman, perlu diapresiasi. Menurutnya, wayang tak hanya menjadi sebuah tontonan, namun juga menjadi tuntunan bagi generasi muda khususnya.

“Kami mengapresiasi apa yang dilakukan oleh SMK Negeri 4 Yogyakarta. Ini bukti bahwa pembelajaran di kelas bisa beriringan dengan pembelajaran di luar kelas,” pungkasnya.

Pagelaran wayang kulit dengan lakon Gendari Kembang Triloka ini didalangi oleh Elisha Orcarus Allaso dengan iringan wiyaga Warga Laras dan bintang tamu Apri dan Mimin. Acara dipandu oleh MC Tere Sothil ini mendapat sambutan hangat dari warga sekitar. (Ken).

Exit mobile version