Site icon PROSA.ID

SiBakul Jogja Sport Fest 2025, Ajak Pelaku UMKM Naik Kelas

Konferensi pers SiBakul Jogja Fest 2025 di Teras Malioboro Beskalan Yogyakarta, Selasa (5/8/2025). (Foto: Istimewa).

PROSA.ID, Yogyakarta – SiBakul Jogja Sport Fest 2025, akan kembali digelar pada 6-7 September 2025 di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta.

Gelaran ini menjadi salah satu rangkaian peringatan 13 tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY, yang diperingati melalui lebih dari 200 kegiatan budaya sepanjang 13 Agustus hingga 13 September 2025.

Tak hanya sekedar menjadi ajang olahraga, Stadion Mandala Krida akan menjadi titik temu para ribuan pelari, pelaku usaha mikro, dan seniman budaya dalam SiBakul Jogja Sport Fest 2025.

Dinas Koperasi dan UKM Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mencatat lebih dari 3.000 pelari akan ambil bagian dalam dua kategori lomba, yaitu 5 kilometer dan 10 kilometer, dengan start dan finis di dalam stadion.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM DIY, Srie Nurkyatsiwi mengatakan, dalam gelaran tersebut ada 80 UMKM yang berpartisipasi dan telah melalui proses kurasi ketat.

“Ini menjadi ruang edukasi dan pemberdayaan UMKM agar bisa naik kelas. Kami sesuaikan kurasi produk dengan kebutuhan peserta lari dan masyarakat umum. Di acara ini juga, pengunjung akan dimudahkan untuk berbelanja secara digital,” katanya di Teras Malioboro Beskalan, Selasa (5/8/2025).

Siwi menilai, adanya sinergi antara sektor olahraga dan UMKM akan membuka interaksi pasar yang lebih terbuka. Sebab pelaku usaha bisa berinteraksi langsung dengan konsumen.

“Para pelaku usaha dapat berinteraksi langsung dengan konsumen, menyapa pasar secara terbuka, sekaligus belajar adaptasi digital,” ujarnya.

Race Director SiBakul Sport Fest 2025, Roostian Gamananda menambahkan, pihaknya telah melakukan rekalibrasi rute untuk memastikan akurasi dan pengalaman lari yang optimal.

“Tahun ini, kategori 10K akan berjarak tepat 10,0 kilometer, sementara 5K menjadi 5,5 kilometer. Kami ingin tetap menghadirkan tantangan ringan yang menyenangkan. Yang berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini kita akan finish di dalam Stadion Mandala Krida,” jelasnya.

Roostian menyebut, panitia juga menghadirkan grand prize berupa voucher makan dan minum dari tenant UMKM peserta pameran, sebagai bentuk kolaborasi berkelanjutan antara pelari dan pelaku usaha lokal.

“Ini bentuk nyata kolaborasi berkelanjutan antara pelari dan pelaku usaha lokal agar UMKM naik kelas,” imbuhnya.

Paniradya Pati DIY, Aris Eko Nugroho menyampaikan, keistimewaan Jogja tidak lepas dari budaya yang terus dihidupkan. Karenanya, ia mendorong sanggar dan pelatih seni untuk turut tampil.

“Ini bukan sekadar olahraga, tapi panggung ekspresi budaya dan semangat gotong royong,” ungkapnya.

Di sisi lain, Aris juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

“Tetap hati-hati di jalan, tidak perlu memaksakan diri karena acara ini ada run dan fun. Mari tetap bergembira bersama dan terus mendukung UMKM. Kami sangat mendukung penuh terselenggaranya acara ini,” pungkasnya. (Ken).

Exit mobile version