PROSA.ID, Yogyakarta — Selasar selatan Stasiun Yogyakarta berubah menjadi ruang kuliner, seni, dan kreativitas melalui Pasar Kembang Festival (Sarkemfest).
Festival ini menghadirkan 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pameran seni, pertunjukan musik, hingga fashion show untuk memeriahkan Hari Jadi ke-270 Kota Yogyakarta dan HUT ke-81 KAI.
KAI Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta membuka Sarkemfest pada Sabtu (24/10/2026). Mengusung tema “Lintas Waktu Malioboro: Cerita Kereta, Rasa, dan Karya”, festival ini mengajak masyarakat menikmati perpaduan sejarah perkeretaapian, budaya, dan kreativitas lokal.
KAI Daop 6 menggandeng KAI Services dan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menyelenggarakan festival tersebut.
Ketiganya memanfaatkan selasar stasiun sebagai ruang interaksi bagi pelanggan kereta api, wisatawan, pelaku usaha, seniman, dan komunitas.
Sarkemfest berlangsung setiap hari pukul 16.00–21.00 WIB hingga 31 Oktober 2026.
Pengunjung dapat menikmati berbagai kegiatan sambil merasakan suasana kawasan Malioboro yang lekat dengan sejarah dan perjalanan kereta api.
30 UMKM Tawarkan Kuliner hingga Kerajinan
Sebanyak 30 UMKM kuliner dan nonkuliner meramaikan Sarkemfest dengan berbagai produk unggulan.
Mereka menawarkan makanan dan minuman, fashion dan tekstil, kerajinan tangan, serta produk kreatif lainnya.
Kehadiran para pelaku usaha ini membuka peluang untuk memperkenalkan produk lokal kepada pengunjung yang lebih luas.
Lokasi festival di Stasiun Yogyakarta juga memberi kesempatan kepada UMKM untuk menjangkau pelanggan kereta api dan wisatawan yang datang ke Kota Yogyakarta.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih mengatakan, festival ini menawarkan pengalaman berbeda bagi masyarakat dan pelanggan kereta api.
“Stasiun Yogyakarta bukan hanya menjadi tempat masyarakat memulai dan mengakhiri perjalanan, tetapi juga bagian dari wajah Kota Yogyakarta yang memiliki nilai sejarah dan kedekatan dengan kehidupan masyarakat,” ujar Feni dikutip Minggu, (25/10/2026).
Menurut Feni, Sarkemfest mempertemukan perjalanan kereta api dengan kekayaan seni, budaya, dan kreativitas lokal.
KAI berharap festival ini memberikan pengalaman berkesan bagi pengunjung sekaligus membantu UMKM dan pelaku kreatif memperluas promosi produk mereka.
Pengunjung Bisa Menikmati Pameran Seni hingga Musik Jazz
Sarkemfest menawarkan lebih dari sekadar kuliner dan produk UMKM.
Pengunjung juga dapat melihat pameran seni rupa, kerajinan tangan, dan perhiasan yang menampilkan beragam karya kreatif.
Festival ini turut menghadirkan seniman dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta untuk menggelar kegiatan melukis langsung.
Pengunjung dapat menyaksikan proses kreatif para seniman sekaligus mengenal lebih dekat karya yang mereka hasilkan.
Selain itu, festival ini juga menghadirkan fashion show serta pertunjukan musik keroncong dan musik etnik.
Program Pejazztrian turut menghadirkan musik jazz untuk menambah pilihan hiburan bagi pengunjung.
Sementara itu, komunitas sepeda onthel Podjok Onthel membawa nuansa nostalgia ke kawasan stasiun.
Kehadiran komunitas ini menghidupkan kembali suasana klasik sekaligus menghubungkan cerita perjalanan lintas generasi di Yogyakarta.
Rangkaian kegiatan tersebut menghadirkan pertemuan antara tradisi dan ekspresi seni masa kini.
Pengunjung pun dapat menikmati berbagai pengalaman dalam satu kawasan tanpa harus berpindah lokasi.
KAI Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kreatif Yogyakarta
Deputy Executive Vice President KAI Daop 6 Yogyakarta, Rahim Ramdhani, menjelaskan, kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam mengembangkan fungsi stasiun.
Menurut dia, stasiun tidak hanya mendukung mobilitas masyarakat, tetapi juga dapat menghubungkan aktivitas sosial, budaya, dan ekonomi lokal.
KAI Daop 6 menggandeng Pemerintah Kota Yogyakarta, KAI Services, penyelenggara Sarkemfest, pelaku seni, dan UMKM untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat di sekitar stasiun.
“Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kota Yogyakarta, KAI Services, penyelenggara Sarkemfest, serta para pelaku seni dan UMKM, kami ingin menghadirkan nilai tambah dari keberadaan stasiun bagi lingkungan sekitarnya,” kata Rahim.
Rahim menilai, posisi Stasiun Yogyakarta sebagai salah satu pintu masuk wisatawan memberi peluang untuk menghubungkan transportasi dengan kegiatan pariwisata.
Karena itu, KAI berharap Sarkemfest dapat menarik minat pengunjung, menggerakkan ekonomi lokal, dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.
“Kami berharap kegiatan serupa memperkuat kerja sama antara pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan insan seni,” paparnya.
Kolaborasi ini membuka ruang lebih luas bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas sekaligus mempromosikan potensi lokal.
Kunjungi Sarkemfest hingga 31 Oktober 2026
Masyarakat dan pelanggan kereta api masih memiliki kesempatan untuk menikmati Sarkemfest hingga 31 Oktober 2026.
Pengunjung dapat mendatangi selasar sisi selatan Stasiun Yogyakarta setiap hari pukul 16.00–21.00 WIB.
Mereka dapat berburu kuliner, melihat produk UMKM, menikmati pameran seni, menyaksikan fashion show, serta mendengarkan pertunjukan musik.
Beragam kegiatan tersebut menjadikan Sarkemfest sebagai salah satu pilihan aktivitas sore di kawasan Stasiun Yogyakarta.
Melalui festival ini, KAI Daop 6 mengajak masyarakat merayakan Hari Jadi ke-270 Kota Yogyakarta dan HUT ke-81 KAI dengan menikmati perpaduan cerita kereta api, budaya, dan kreativitas lokal. (Frista).

