Site icon PROSA.ID

KAI Bandara Layani 5,1 Juta Penumpang hingga Triwulan III 2026

Penumpang KA Bandara di Stasiun Yogyakarta, Jum'at (25/9/2026). (prosa/ken).

PROSA.ID, Jakarta — Mobilitas masyarakat menggunakan kereta api bandara terus menunjukkan tren positif. 

KAI Bandara mencatat 5,1 juta penumpang menggunakan layanan KAI Bandara selama Triwulan III 2026.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,2 juta penumpang tercatat menggunakan layanan KAI Bandara di wilayah Sumatera Utara. 

Sementara itu, 1,9 juta penumpang tercatat menggunakan layanan di wilayah Yogyakarta.

Capaian tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik yang menghubungkan kawasan perkotaan dengan bandara.

3,2 Juta Penumpang di Sumatera Utara

Sumatera Utara menjadi wilayah dengan kontribusi terbesar terhadap total jumlah pengguna KAI Bandara pada periode tersebut.

Sebanyak 3,2 juta penumpang tercatat memanfaatkan layanan kereta api bandara untuk mendukung perjalanan menuju maupun dari kawasan bandara.

Direktur Utama PT Railink, Porwanto Handry Nugroho mengatakan, capaian tersebut menjadi gambaran tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan KAI Bandara.

“Capaian 5,1 juta penumpang pada Triwulan III 2026 menunjukkan bahwa layanan kereta api bandara terus menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung mobilitas, khususnya di wilayah Sumatera Utara dan Yogyakarta,” ujar Porwanto, Kamis (8/10/2026).

Menurut dia, kepercayaan dan antusiasme masyarakat menjadi bagian penting dalam keberlangsungan layanan transportasi publik tersebut.

Yogyakarta Catat 1,9 Juta Penumpang

Di Yogyakarta, jumlah penumpang KAI Bandara mencapai 1,9 juta orang. Namun, angka tersebut tercatat hingga 16 September 2026.

Hal itu berkaitan dengan pengalihan operasional layanan KAI Bandara di wilayah Yogyakarta kepada KAI Commuter mulai 17 September 2026.

Porwanto menyebut, meski terjadi perubahan operator, pengalihan tersebut tidak mengubah layanan yang diterima masyarakat.

“Rute, tarif, maupun perjalanan kereta tetap berjalan seperti sebelumnya sehingga masyarakat tetap dapat menggunakan layanan kereta api bandara untuk mendukung mobilitas menuju dan dari kawasan bandara,” jelasnya. 

Maret Jadi Bulan dengan Penumpang Tertinggi

Porwanto mengungkapkan, pergerakan penumpang sepanjang 2026 juga menunjukkan adanya periode dengan mobilitas yang lebih tinggi.

Maret 2026 menjadi bulan dengan jumlah penumpang tertinggi, yakni sekitar 633 ribu penumpang.

Peningkatan tersebut salah satunya dipengaruhi oleh meningkatnya perjalanan masyarakat selama periode libur serta arus mudik dan balik Lebaran.

“Fenomena ini turut memperlihatkan peran kereta api bandara dalam mendukung mobilitas masyarakat ketika terjadi peningkatan perjalanan dalam jumlah besar,” ungkapnya. 

Railink Dorong Transportasi Bandara yang Terintegrasi

Porwanto menegaskan, pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, tepat waktu, dan terintegrasi dengan berbagai moda transportasi lainnya.

Keberadaan kereta api bandara diharapkan semakin memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus memberikan pilihan transportasi publik yang mudah diakses dan dapat diandalkan.

“Kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta berkontribusi dalam menghadirkan transportasi publik yang semakin mudah diakses dan dapat diandalkan masyarakat,” pungkas Porwanto. (Ken). 

Exit mobile version