PROSA.ID, Yogyakarta – Kadipaten Pakualaman kembali menggelar peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-214.
Peringatan tersebut menghadirkan berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Tahun ini, perayaan tidak hanya menonjolkan pelestarian adat dan budaya.
Namun, juga memperkuat nilai sosial, kesehatan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan, serta semangat kebersamaan.
Ketua Umum Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-214, Bendara Pangeran Haryo (BPH) Kusumo Bimantoro, menjelaskan bahwa peringatan tahun ini mengangkat tema ‘Rinarasing Astuti Nir Ing Sikara’.
Tema tersebut mengandung makna pentingnya membangun keselarasan lahir dan batin melalui doa, rasa syukur, dan harapan yang dipanjatkan dengan tulus kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Nilai tersebut diyakini mampu menghadirkan keharmonisan dalam kehidupan pribadi maupun hubungan sosial, sekaligus menjadi fondasi terciptanya ketenteraman, persatuan, dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Melalui tema ini, kami ingin mengajak masyarakat untuk terus menjaga harmoni kehidupan, memperkuat kebersamaan, serta menumbuhkan rasa syukur dalam setiap langkah kehidupan,” ujarnya dalam konferensi pers, Rabu (17/6/2026).
Gelar Khitanan Gratis untuk Masyarakat
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, Kadipaten Pakualaman mengawali rangkaian peringatan dengan kegiatan Dharma Mulyarja: Khitanan Bersama yang dapat diikuti masyarakat secara gratis.
Kegiatan ini akan berlangsung pada Kamis Legi, 18 Juni 2026, pukul 08.00–13.00 WIB di Rumah Dinas Bupati Kulon Progo, Wates.
“Melalui kegiatan tersebut, Kadipaten Pakualaman berharap dapat membantu masyarakat sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam bidang kesehatan,” ujar BPH Bima.
Pasar Sewandanan Dorong UMKM dan Hadirkan Hiburan Rakyat
Puncak kemeriahan peringatan Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-214 akan berlangsung melalui Pasar Sewandanan yang digelar di Alun-Alun Sewandanan, Pakualaman, Yogyakarta, pada 20-21 Juni 2026.
Kadipaten Pakualaman menyelenggarakan kegiatan ini bekerja sama dengan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Dinas Koperasi dan UKM DIY, SiBakul Jogja, serta Dinas Kebudayaan DIY.
Pasar Sewandanan akan menjadi ruang promosi dan pemberdayaan ekonomi bagi pelaku UMKM dengan menghadirkan puluhan tenant pilihan.
Mereka menawarkan kuliner tradisional, produk kerajinan lokal, serta bazar pangan murah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan harga terjangkau.
Festival Jathilan Perebutkan Hadiah Rp27 Juta
Guna memperkuat pelestarian seni pertunjukan rakyat, Kadipaten Pakualaman kembali menggelar Festival Jathilan ‘Klasik Asik’.
Festival ini akan berlangsung selama dua hari pada 20-21 Juni dan menjadi ajang bagi kelompok jathilan dari berbagai daerah untuk menampilkan karya terbaik.
Mereka akan memperebutkan total hadiah pembinaan senilai Rp27 juta.
“Pakualaman berharap generasi muda semakin mengenal dan mencintai kesenian tradisional yang menjadi bagian penting dari identitas budaya Yogyakarta,” ungkap BPH Bima.
Campursari hingga Kethoprak Meriahkan Panggung Kesenian
Selain bazar UMKM dan Festival Jathilan, masyarakat juga dapat menikmati berbagai pertunjukan seni tradisional yang berlangsung selama dua hari.
Pada Sabtu malam (20/6/2026), panggung utama akan menghadirkan Campursari Kidang Alit feat Dhimas Tedjo.
Sementara pada Minggu malam (21/6/2026), masyarakat dapat menyaksikan pementasan Kethoprak ‘Damar Ing Wanci Panglong’.
Pementasan budaya tersebut menghadirkan sejumlah bintang tamu seperti Dalijo Angkring, Oki Setyawati, Harin Sumonah, Ciblek, dan Chothiet.
Pengunjung juga dapat mengikuti kelas membatik yang digelar dalam lima sesi selama dua hari penyelenggaraan.
Mlampah Guyub Sesarengan Jadi Puncak Perayaan
Kadipaten Pakualaman kembali menggelar Mlampah Guyub Sesarengan #5 sebagai agenda puncak yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam jumlah besar.
Kegiatan jalan sehat ini akan berlangsung pada Minggu, 21 Juni 2026 mulai 05.30–11.00 WIB, bertempat di Alun-Alun Sewandanan, Pakualaman.
Lewat kegiatan tersebut, masyarakat diajak mempererat kebersamaan sekaligus menerapkan gaya hidup sehat dalam suasana yang penuh kegembiraan.
Bakti Sosial Kesehatan Sudah Menjangkau Ibu Hamil dan Balita
Sebelum memasuki rangkaian utama perayaan, Kadipaten Pakualaman telah melaksanakan kegiatan bakti sosial kesehatan bertajuk ‘Gizi Sehat untuk Bayi Stunting dan Sosialisasi Kesehatan Ibu Hamil’ pada 6 Juni 2026 di Kapanewon Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo.
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh G.K.B.R.A.A. Paku Alam tersebut memberikan layanan pemeriksaan kesehatan, konsultasi medis, serta bantuan kepada 100 ibu hamil dan 150 balita.
Selain itu, Kadipaten Pakualaman juga menyerahkan bantuan kepada Posyandu setempat sebagai dukungan terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat DIY.
Ajak Masyarakat dan Wisatawan Meramaikan Perayaan
Kadipaten Pakualaman mengundang seluruh masyarakat Yogyakarta maupun wisatawan untuk hadir dan memeriahkan rangkaian Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-214, khususnya Pasar Sewandanan yang terbuka untuk umum.
“Berbagai kegiatan sosial, budaya, kesehatan, dan ekonomi yang diselenggarakan, Kadipaten Pakualaman berharap peringatan tahun ini mampu memperkuat nilai kebersamaan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkas BPH Bima. (Ken).

