Site icon PROSA.ID

FTI UII Terima 1.277 Mahasiswa Baru, Manajemen Rekayasa Tembus Kenaikan 100 Persen

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian FTI UII, Dr. Ir. Agus Mansur, dalam konferensi pers daring, Kamis (10/9/2026). (prosa/ken).

PROSA.ID, Yogyakarta – Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia (FTI UII) menerima 1.277 mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027. 

Di tengah ketatnya persaingan global, FTI UII tidak hanya mendorong mahasiswa mengejar nilai akademik, tetapi juga membangun kompetensi, karakter, pengalaman, dan kemampuan menciptakan inovasi.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Keislaman, dan Kealumnian FTI UII, Agus Mansur mengatakan, mahasiswa perlu memanfaatkan masa kuliah untuk menemukan jati diri sekaligus mengembangkan kompetensi sesuai bidang yang ditekuni.

“Perguruan tinggi tidak semata-mata menjadi tempat untuk mengejar nilai akademik,” kata Agus dalam konferensi pers FTI UII, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, dunia kerja dan persaingan global menuntut lulusan memiliki bekal yang jauh lebih luas daripada sekadar Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).

FTI UII Dorong Mahasiswa Bangun Kompetensi

Agus menegaskan, mahasiswa perlu mengasah kompetensi, memperkaya pengalaman organisasi, serta membangun karakter tangguh selama menempuh pendidikan.

“Setelah lulus jangan hanya mengandalkan IPK. Kompetensi, pengalaman, karakter, dan kemampuan menemukan jati diri menjadi bekal penting menghadapi persaingan setelah lulus,” ujarnya.

Ia juga mendorong mahasiswa baru memanfaatkan berbagai fasilitas yang tersedia di UII untuk mengembangkan kemampuan. 

Langkah tersebut penting agar mahasiswa memiliki keunggulan ketika memasuki dunia profesional.

“Persaingan di dunia luar sangat ketat. Untuk dapat bersaing di dunia global, mahasiswa harus bisa menemukan jati diri akan menjadi apa ke depan,” jelas Agus.

Manajemen Rekayasa Naik 100 Persen

Salah satu perkembangan menarik terjadi pada Program Studi Manajemen Rekayasa (MR). 

Program studi yang baru memasuki tahun kedua itu mencatat kenaikan jumlah mahasiswa baru hingga sekitar 100 persen dibandingkan tahun pertama.

Pada tahun pertama, Manajemen Rekayasa FTI UII hanya menerima sekitar 20 mahasiswa. 

Tahun ini jumlah peminat dan mahasiswa barunya melonjak sehingga tingkat keterisiannya bahkan berada di atas 100 persen.

Agus menilai, tren bisnis global ikut mendorong meningkatnya minat terhadap bidang Manajemen Rekayasa. 

Program studi ini menggabungkan kemampuan teknik dengan pemahaman bisnis, inovasi, serta penciptaan nilai sebuah produk.

Ia mencontohkan produk sederhana seperti air mineral. 

Produk yang terlihat serupa bisa memiliki harga yang berbeda jauh karena memiliki nilai yang berbeda di mata konsumen.

“Ini tugasnya orang Manajemen Rekayasa. Mereka berpikir bagaimana menciptakan value dan bagaimana value itu direspons masyarakat,” jelasnya.

AI Jadi Bekal Penting Mahasiswa MR

Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence(AI) juga menjadi bagian dari kompetensi yang perlu dikuasai mahasiswa Manajemen Rekayasa.

Agus menjelaskan, mahasiswa MR tidak hanya belajar menyelesaikan persoalan teknis. 

Mereka juga dituntut memahami berbagai faktor yang menentukan keberhasilan sebuah produk, mulai dari desain, waktu peluncuran hingga keputusan menarik produk dari pasar.

“AI menjadi soft engineering untuk orang Manajemen Rekayasa. Mereka harus memahami kapan produk diluncurkan dan kapan produk ditarik,” paparnya.

FTI UII saat ini menjadi satu-satunya perguruan tinggi di wilayah Jawa Tengah dan DIY yang memiliki Program Studi Manajemen Rekayasa. 

Program studi tersebut masih berada pada tahap awal pengembangan dan belum menjalani proses akreditasi penuh karena baru memasuki tahun kedua.

Fokus pembelajaran MR saat ini salah satunya mengarah pada desain produk yang menarik dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Perubahan perilaku konsumen juga membuat proses desain produk tidak lagi sesederhana sebelumnya. 

Mahasiswa perlu mempertimbangkan banyak faktor dan memanfaatkan teknologi, termasuk AI, untuk menghasilkan produk yang memiliki daya saing.

“Tidak hanya menjadi problem solver, tetapi juga menjadi seorang yang inovatif. Yang standar wajib dikuasai, tetapi mereka punya pola pikir yang menggabungkan banyak hal,” ungkap Agus.

Kemampuan tersebut mulai menunjukkan hasil. 

Sejumlah mahasiswa Manajemen Rekayasa FTI UII bahkan berhasil lolos kompetisi internasional di bidang simulasi bisnis, meski program studi tersebut baru berusia sekitar satu tahun.

FTI UII Siapkan Reward untuk Mahasiswa Berprestasi

Selain memperkuat pembelajaran, FTI UII juga memberikan dukungan finansial bagi mahasiswa yang mengikuti berbagai kompetisi.

Agus mengatakan FTI UII mengalokasikan sekitar Rp500 juta per semester untuk reward dan dukungan mahasiswa berprestasi. 

Dana tersebut digunakan antara lain untuk mendukung kebutuhan tiket pesawat, akomodasi, serta uang saku mahasiswa yang mengikuti kompetisi.

“Setiap hari saya menandatangani reward. Tiket pesawat, akomodasi, uang saku diberikan untuk mahasiswa yang berkompetisi,” ungkapnya.

Dalam setahun, total dukungan FTI UII untuk mahasiswa yang mengikuti kompetisi dapat mencapai sekitar Rp1 miliar. 

“Anggaran tersebut belum termasuk dukungan yang diberikan di tingkat universitas,” ucap Agus. 

1.277 Mahasiswa Baru Tersebar di Empat Jenjang

Pada Tahun Akademik 2026/2027, FTI UII menerima mahasiswa baru dari empat jenjang pendidikan. 

Program sarjana menjadi penyumbang terbesar dengan 1.090 mahasiswa.

Rinciannya, S1 Teknik Industri menerima 360 mahasiswa, Informatika 192, Teknik Mesin 144, Teknik Kimia 141, Teknik Elektro 127, Manajemen Rekayasa 46, PJJ Informatika 34, serta Rekayasa Tekstil (Material) 19 mahasiswa.

Sementara itu, Program Internasional mencatat penerimaan 11 mahasiswa Informatika, tujuh mahasiswa Teknik Elektro, lima mahasiswa Teknik Industri, dan empat mahasiswa Teknik Kimia.

Pada jenjang profesi, Program Profesi Insinyur menerima 87 mahasiswa.

Kemudian, Program Magister menerima 78 mahasiswa yang terdiri dari 24 mahasiswa Magister Teknik Industri, 26 Magister Informatika, 23 Magister Rekayasa Elektro, dan lima Magister Teknik Kimia.

Adapun Program Doktor menerima 22mahasiswa, dengan 13 mahasiswa pada Program Doktor Rekayasa Industri dan sembilan mahasiswa pada Program Doktor Informatika.

Mahasiswa baru tersebut berasal dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara. 

Keragaman latar belakang itu menjadi bagian dari upaya FTI UII membangun lingkungan pembelajaran yang terbuka terhadap berbagai perspektif dan pengalaman.

Melalui ekosistem pendidikan dari jenjang sarjana hingga doktor, FTI UII menargetkan mahasiswa tidak sekadar menguasai ilmu sesuai bidangnya. K

“Kampus juga mendorong mereka memiliki pengalaman, karakter, kemampuan beradaptasi, serta pola pikir inovatif agar mampu menghadapi perubahan dunia kerja dan persaingan global,” pungkas Agus. (Ken). 

Exit mobile version